Terbit: 1 February 2018 | Diperbarui: 3 January 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Setiap ibu hamil tentu menginginkan bayi yang dikandungnya tumbuh sehat hingga nanti saat kelahiran. Namun pada beberapa kasus kehamilan, ada kondisi di mana janin tidak berkembang dengan baik sesuai usia perkembangannya. Kondisi pertumbuhan janin yang tertunda ini dikenal dengan istilah IUGR atau (Intrauterine Growth Restriction).

Beberapa Penyebab Janin Tidak Berkembang

Kondisi janin dikatakan tergolong IUGR jika perkembangannya lebih lambat dari ukuran rata-rata usia kehamilan tersebut. Salah satu tolok ukurnya adalah perkembangan dan berat janin kurang dari 90 persen keseluruhan janin pada usia kehamilan tersebut.

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan terjadinya IUGR. Salah satunya adalah si ibu salah mengingat tanggal hari pertama haid terakhir sehingga pertumbuhan janin terlihat lebih lambat. Penyebab kedua adalah faktor genetik, yaitu berat janin yang kecil dianggap sebagai kemungkinan karena salah satu orang tua memiliki tubuh yang kecil.

Selain penyebab tersebut, IUGR juga bisa disebabkan oleh kondisi medis ibu. Ibu yang mengidap penyakit jantung, ginjal, paru-paru, gangguan pembekuan darah atau diabetes dapat menyebabkan si kecil terdiagnosis IUGR. Pada ibu yang mengalami preeklapsia selama kehamilan trimester kedua juga meningkatkan risiko janin mengalami IUGR.

Ukuran plasenta yang terbentuk juga bisa memengaruhi kondisi janin dengan IUGR ini. Jika bentuk plasenta terlalu kecil atau tidak sempurna, janin dapat mengalami kekurangan nutrisi atau oksigen sehingga janin tidak berkembang sesuai usianya.

Pada orang tua yang merupakan perokok berat dan menggunakan obat-obatan terlarang juga berisiko memiliki janin IUGR. Selain itu, pengaruh kehamilan kembar, kehamilan di atas usia 40 tahun dan beberapa infeksi tertentu seperti toksoplasmosis, rubella, juga dapat menyebabkan janin tidak berkembang.

Umumnya kondisi janin yang tidak berkembang bisa dideteksi pada trimester pertama kehamilan. Jika hal ini tidak mendapat penanganan lebih lanjut, maka kondisi ini dapat memicu keguguran. Namun pada beberapa kasus, janin yang terlambat berkembang masih bisa lahir dengan berat badan normal. Karena itu sebaiknya periksakan kehamilan Anda dengan rutin untuk memeriksa faktor risiko IUGR agar kondisi ini dapat diketahui lebih awal.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi