Terbit: 25 January 2018 | Diperbarui: 3 January 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Bagi perempuan, memperhitungkan usia memiliki bayi pertama merupakan faktor penting untuk menjaga kesehatannya. Perempuan yang hamil dan melahirkan di usia sebelum 18 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi daripada perempuan yang hamil di usia 20-30 tahun.

Bahaya Hamil Muda dan Cara Pencegahannya

Dalam sebuah penelitian terbitan British Journal of Cancer menyebutkan bahwa wanita yang melakukan hubungan seks di usia terlalu muda memiliki risiko kanker serviks lebih tinggi karena waktu inkubasi yang lebih panjang bagi virus tersebut untuk berkembang ke tahap kanker.

Di beberapa negara berkembang, tercatat sekitar 50.000 remaja perempuan berusia 15-19 tahun meninggal setiap tahunnya pada masa kehamilan atau saat proses persalinan. Bayi yang lahir dari seorang ibu yang melahirkan di bawah usia 18 tahun memiliki risiko 60% meninggal sebelum usia satu tahun.

Tingginya kematian bagi ibu dan bayi ini disebabkan bahwa tubuh ibu muda belum siap untuk menjalani proses persalinan. Salah satu penyebabnya adalah kondisi panggulnya yang sempit sehingga banyak ditemui ibu dan bayi tidak selamat dalam proses persalinan seperti ini.

Sedangkan bagi ibu dengan anaknya yang selamat, tak jarang sang ibu mengalami depresi pasca melahirkan. Bagi para ibu muda dengan kehamilan yang tidak direncanakan akan sering menghadapi tekanan dari banyak pihak dan dalam berbagai bentuk yang akan memicu depresi. Sayangnya, edukasi mengenai hal ini jarang tersampaikan pada masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah, di mana tingkat kehamilan perempuan muda banyak terjadi di kalangan ini.

Selain tingginya risiko kematian ibu dan bayi, perempuan yang hamil di usia muda juga berisiko lebih tinggi mengidap tekanan darah tinggi dan preeklamsia dibandingkan mereka yang hamil di usia 20-30 tahun. Tak hanya berbahaya, namun kondisi ini juga dapat menganggu perkembangan janin sehingga memunculkan komplikasi seperti bayi prematur. Bayi yang lahir prematur memiliki risiko gangguan pernapasan, pencernaan, penglihatan, juga masalah tumbuh kembang.

Dengan banyaknya risiko kehamilan di usia muda yang membahayakan ibu dan janin, maka sebaiknya masyarakat berperan aktif untuk menekan angka kehamilan di usia muda. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

1. Menggalakkan kembali Keluarga Berencana (KB)
Keluarga Berencana merupakan program pemerintah yang salah satu manfaatnya adalah untuk mencegah kehamilan di usia dini. Selain itu program Keluarga Berencana juga berfunsgi untuk mengedukasi tentang efek samping dan mitos tentang kontrasepsi.

2. Menggunakan kontrasepsi
Remaja yang menikah di usia dini rata-rata tidak menggunakan kontrasepsi untuk menunda kehamilan hingga usia dewasa. Hal ini dilakukan karena banyak tekanan sosial dari keluarga dan lingkungan sekitar agar segera memiliki keturunan dan beberapa faktor sosial lainnya. Padahal menggunakan kontrasepsi selain penting bagi mencegah kehamilan hingga usia yang tepat juga mampu mencegah penyakit menular seksual.

3. Mengedukasi tentang mitos seputar hubungan seks
Beberapa mitos tentang hubungan seks yang marak beredar di masyarakat tidak sepenuhnya benar, antara lain:

  • Lompat-lompat setelah berhubungan seks tidak akan membuat hamil.
    Jika sperma sudah bertemu sel telur, melompat setinggi apa pun janin akan tetap terbentuk.
  • Perempuan baru akan hamil jika orgasme
    Faktanya, hamil hanya terjadi jika pembuahan berhasil, tidak ada hubungannya dengan orgasme.
  • Berhubungan seks saat menstruasi bisa mencegah kehamilan
    Hal ini juga merupakan mitos yang tidak perlu dipercaya. Sel sperma dapat bertahan seminggu dalam tubuh pertembuhan.
  • Kehamilan tidak akan terjadi jika penis hanya masuk beberapa saat sebelum ejakulasi
    Sebelum ejakulasi, terdapat cairan praejakulasi yang keluar. Cairan ini mengandung sperma yang tetap dapat membuahi sel telur. Pembuahan ini bisa terjadi selama cairan mani menyentuh area vagina.

DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi