Terbit: 1 Juni 2018 | Diperbarui: 24 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Semua orang tentu berharap bahwa kondisi kesehatan tubuh ibu dan janin selama kehamilan selalu optimal, ya. Akan tetapi perubahan hormon dan kondisi fisik ibu hamil menjadi salah satu hal penyebab terjadinya beberapa gangguan selama kehamilan.

Bahaya bagi Ibu Hamil & Janin! Ini 4 Hal Akibat Anemia saat Hamil

Salah satu gangguan yang rentan dialami oleh ibu hamil adalah kekurangan sel darah merah atau anemia. Kerap dianggap sepele, padahal anemia termasuk salah satu kondisi yang sangat berbahaya bagi ibu hamil hingga janinnya, lho.

Anemia pada ibu hamil

Secara umum, anemia yang terjadi pada kondisi tidak hamil akan menyebabkan kondisi 5L lemah, letih, lesu, lelah, lunglai. Pada ibu hamil 5L juga akan terjadi, namun risiko kesehatan yang akan dialami ibu hamil lebih besar.

Anemia akibat peningkatan kebutuhan hemoglobin pada ibu hamil

Pada ibu hamil kebutuhan oksigen dan zat gizi meningkat, karena digunakan oleh ibu dan janin.

Hemofilia-B-doktersehat

Kebutuhan yang meningkat ini kerap tidak diiringi dengan pembentukan hemoglobin, sebagai alat transpor oksigen dan zat gizi, dalam tubuh yang maksimal, mengapa?

Penyebab anemia pada ibu hamil

Salah satu penyebabnya adalah asupan makanan tinggi zat besi yang tidak tercukupi.

Hal ini bisa dipicu ibu hamil yang sulit makan, akibat mual muntah, pemilihan makanan yang kurang tepat, hingga kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya mengonsumsi makanan sumber zat besi selama kehamilan.

Kondisi ini yang kemudian memicu terjadinya anemia pada ibu hamil, bahkan data dari World Health Organization pada 2015 menyebutkan bahwa lebih dari 30% ibu hamil di Asia Tenggara, Eropa timur dan Afrika mengalami anemia.

Bahaya anemia saat hamil

Kondisi anemia pada saat hamil akan memengaruhi kesehatan ibu hamil saat hamil hingga persalinan dan mengganggu tumbuh kembang janin saat di dalam rahim, ketika baru dilahirkan hingga tumbuh kembang pada fase tumbuh kembang selanjutnya.

Bahaya bagi ibu

Pada ibu hamil, kondisi anemia akan menyebabkan ibu hamil mengalami gejala 5L yang akan memicu gangguan selama beraktivitas berupa pusing, tubuh merasa lemas berkepanjangan, mengurangi nafsu makan hingga asupan gizi, yang berisiko menyebabkan ibu hamil kurang gizi.

doktersehat-makanan-bumil-mual-muntah

Anemia saat kehamilan juga rentan menyebabkan ibu hamil tidak fit saat menjalani persalinan.

Bahaya bagi janin

Tiga kondisi yang akan dialami janin jika ibu hamil mengalami anemia adalah:

1. BBLR

Berat badan lahir rendah atau BBLR adalah risiko yang paling sering terjadi pada janin. Hal ini dipicu kurangnya asupan gizi dalam tubuh janin selama kehamilan, sehingga menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan organ dan sistem tubuh janin terganggu.

doktersehat-bayi-menangis

BBLR terjadi jika berat badan bayi dibawah 2500 gram. Pada kondisi ekstrem, berat badan bayi hingga dibawah 2000 gram akan menyebabkan Berat Badan Lahir Sangat Rendah.

Kedua hal ini berisiko menyebabkan bayi rentan mengalami berbagai penyakit.

2. Peningkatan risisko kesakitan hingga kematian

Berkaitan dengan poin nomor satu, kondisi anemia yang menyebabkan terjadinya BBLR menyebabkan bayi rentan mengalami infeksi karena daya tahan tubuhnya menurun.

Hal ini menyebabkan bayi berisiko mengalami sakit dan meningkatkan risiko kematian bayi.

3. Risiko penyakit jantung, diabetes dan penyakit tidak menular

Anemia pada saat hamil juga akan memberikan risiko secara kontinyu saat anak tumbuh dewasa. Pertumbuhan dan perkembangan organ dan sistem yang tidak optimal sejak janin karena ibu hamil mengalami anemia telah terbukti meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, diabetes dan berbagai penyakit tidak menular lainnya.

Melihat adanya fakta di atas, maka penting bagi ibu hamil untuk selalu menjaga kadar hemoglobinnya selalu normal.

Cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan mengonsumsi bahan makanan tinggi zat besi, yaitu hati ayam atau sapi, telur dan ikan secara bergantian dalam setiap minggunya.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi