Terbit: 17 Mei 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Saat memasuki kehamilan trimester akhir, ibu tetap harus memperhatikan aktivitas sehari-hari. Jika tidak, kesehatan ibu dan janin menjadi taruhannya. Ketahui berbagai aktivitas yang harus dihindari saat hamil tua melalui ulasan berikut!

Catat, Inilah 9 Aktivitas yang Harus Dihindari saat Hamil Tua

Aktivitas yang Harus Dihindari saat Hamil Tua

Agar kesehatan ibu dan janin terjaga, ibu hamil sebaiknya menghindari berbagai aktivitas berikut:

1. Berolahraga dengan intensitas tinggi

Aktivitas fisik memang dianjurkan selama kehamilan. Namun, Anda harus pintar-pintar dalam memilih jenis olahraga saat hamil.

Penting untuk Anda ketahui, tidak semua olahraga cocok selama kehamilan. Olahraga berat dengan intensitas tinggi sebaiknya dihindari saat hamil tua.

Beberapa olahraga intensitas berat tersebut, misalnya lari, jogging, bersepeda, angkat beban, scuba diving, bermain ski, aerobik, dan bowling.

2. Melakukan aktivitas berat

Saat memasuki trimester akhir kehamilan, ibu hamil akan gampang merasa lelah sekalipun hanya melakukan aktivitas yang ringan. Oleh karena itu, bumil sebaiknya membatasi aktivitasnya.

Bila perlu, hindari segala bentuk aktivitas yang berisiko membuat ibu hamil kelelahan. Sejumlah aktivitas yang dimaksud, di antaranya:

  • Naik-turun tangga.
  • Mengangkat beban berat.
  • Berdiri terlalu lama.
  • Membersihkan rumah dengan bahan kimia tertentu.
  • Aktivitas lain yang berisiko menyebabkan terjatuh.

Baca JugaBelly Buds, Speaker Khusus Perut Ibu Hamil untuk Stimulasi Janin

3. Pergi ke sauna

Aktivitas yang harus dihindari saat hamil tua selanjutnya adalah pergi ke sauna. Meski membantu membuat tubuh relaks dan kembali segar, ibu hamil sebaiknya menghindarinya.

Penting Anda ketahui, suhu panas dapat berisiko terhadap kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

4. Berendam atau mandi dengan air hangat

Selain pergi ke sauna, pantangan lain bagi ibu hamil termasuk berendam atau mandi dengan air hangat.

Menurut American Pregnancy Association, berendam air panas dapat menyebabkan hipertermia alias kondisi ketika suhu tubuh terlalu tinggi dan tidak normal. Kondisi ini dapat menjadi pencetus kelainan bawaan pada bayi.

Berbagai hal di bawah ini sebaiknya Anda hindari karena dapat memicu suhu tubuh meningkat:

  • Dehidrasi.
  • Terlalu lama terpapar suhu panas.
  • Olahraga berat.
  • Berjemur dalam waktu lama.
  • Yoga atau pilates.

5. Menaiki wahana di taman hiburan

Bagi beberapa orang, menaiki wahana yang memicu adrenalin mungkin menyenangkan. Namun, Anda mesti waspada ketika sedang hamil.

Menaiki wahana di taman hiburan termasuk aktivitas yang harus dihindari saat hamil tua. Apalagi jika wahana yang dinaiki cukup ekstrem.

Pada trimester awal, aktivitas ini bisa menyebabkan keluhan mual. Selain itu, secara umum aktivitas ini dapat mengakibatkan sentakan yang sangat berbahaya bagi bayi Anda.

6. Merokok

Aktivitas yang harus dihindari saat hamil tua berikutnya adalah merokok. Baik perokok pasif maupun aktif, keduanya sama-sama membahayakan ibu dan janin di dalam kandungan.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), selain meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker paru-paru, merokok saat hamil juga dapat menyebabkan berbagai kondisi berikut:

  • Kelahiran prematur.
  • Kelainan bawaan, misalnya bibir sumbing.
  • Sudden infant death syndrome (SIDS).
  • Masalah dengan plasenta.

Baca JugaIbu Hamil Naik Pesawat, Berbahayakah bagi Janin?

7. Bepergian jarak jauh

Selama hamil trimester akhir, bumil sebaiknya menghindari bepergian jarak jauh. Pasalnya, hal ini dapat menyebabkan ibu hamil kelelahan dan tidak nyaman.

Jika ibu hamil sering mengalami kelelahan, bayi berisiko lahir prematur. Risiko ini akan meningkat jika ibu memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular lainnya.

Selain itu, bagi ibu hamil yang memiliki riwayat keguguran sebelumnya, bepergian jauh sebaiknya tidak dilakukan.

Kendati demikian, jika kehamilan tidak memiliki komplikasi, Anda boleh-boleh saja bepergian. Hanya saja, pastikan untuk terlebih dahulu berkonsultasi kepada dokter terkait kondisi Anda dan janin.

8. Membersihkan kandang hewan peliharaan

Membersihkan kandang hewan peliharaan termasuk salah satu aktivitas yang harus dihindari saat hamil tua, misalnya mengganti kotak pasir kucing. Pasalnya, aktivitas ini dapat meningkatkan risiko toksoplasma.

Menurut CDC, janin yang tertular toksoplasma dari ibu dapat mengalami berbagai gejala yang parah, seperti:

  • Cacat intelektual.
  • Kerusakan otak.
  • Kebutaan.
  • Kerusakan mata.

9. Sering tidur telentang

Ibu hamil tua sebaiknya menghindari tidur dengan posisi telentang karena berisiko menghambat aliran darah ke rahim dan janin.

Selain itu, hindari aktivitas apa pun yang melibatkan berbaring tengkurap. Bukan hanya tidak nyaman, tidur tengkurap juga menyebabkan cedera pada bayi.

Sementara itu, posisi tidur yang disarankan bagi ibu hamil trimester akhir adalah posisi miring ke kiri. Posisi tidur ini dapat membantu memperlancar sirkulasi darah.

Itu dia sejumlah aktivitas yang sebaiknya dihindari saat hamil tua. Selain menghindari aktivitas di atas, jangan lupa untuk rutin memeriksakan kandungan ke dokter. Semoga bermanfaat!

 

  1. Anonim. Activities to Avoid During Pregnancy. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/is-it-safe/activities-to-avoid-during-pregnancy/. (Diakses pada 17 Mei 2022).
  2. Anonim. Travelling in Pregnancy. https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/travelling/. (Diakses pada 17 Mei 2022).
  3. Babychakra. 2020. 9 Activities That Should be Avoided During Pregnancy. https://swirlster.ndtv.com/wellness-mother/9-activities-that-should-be-avoided-during-pregnancy-2259675. (Diakses pada 17 Mei 2022).
  4. Fletcher, Jena. 2018. What to Avoid During Pregnancy. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322873#. (Diakses pada 17 Mei 2022).
  5. Miles, Karen. 2022. What Activities Should I Avoid During Pregnancy? https://www.babycenter.com/pregnancy/health-and-safety/what-activities-should-i-avoid-during-pregnancy_7229. (Diakses pada 17 Mei 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi