Terbit: 21 Juni 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Jika Anda mengalami sentakan tubuh yang kuat, tiba-tiba dan terjadi ketika tidur berarti Anda mengalami hypnic jerk. Sentakan atau kejang terjadi tidak beraturan dan meliputi seluruh atau bagian tubuh tertentu. Selain itu, hypnic jerk adalah kondisi yang cenderung terjadi saat transisi dari kondisi terjaga ke kondisi tidur.

Hypnic Jerk: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Apa Itu Hypnic Jerk?

Meski kontraksi tubuh terjadi secara tiba-tiba, namun pada beberapa kasus, hypnic jerk tidak membuat Anda terbangun. Beberapa orang yang mengalaminya akan melanjutkan tidurnya kembali.

Salah satu hipotesis mengatakan bahwa hypnic jerk adalah bagian alami dari transisi tubuh dari kewaspadaan menuju ke fase tidur, dan terjadi ketika saraf ‘salah sasaran’ selama proses tersebut. Hypnic jerk mungkin merupakan tanda peralihan terakhir pada otak, dari kondisi sadar menjadi tidak sadar.

Gagasan populer lainnya mengambil pendekatan yang lebih evolusioner terhadap hypnic jerk, di mana gagasan itu menjelaskan bahwa kejang adalah refleks primata kuno terhadap relaksasi otot selama tidur–karena otak pada dasarnya salah mengartikan relaksasi–sebagai tanda bahwa primata yang sedang tidur jatuh dari pohon, dan menyebabkan otot bereaksi cepat.

Penyebab Hypnic Jerk

Dalam banyakan kasus, tidak ada penyebab yang dengan jelas mengungkapkan hypnic jerk karena tidak ada penjelasan yang mendasarinya. Meski begitu terdapat beberapa hal yang diduga menjadi penyebab hypnic jerk adalah:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

1. Olahraga di malam hari

Meski olahraga adalah aktivitas yang baik, namun jika olahraga dilakukan pada malam hari hal itu akan menimbulkan hypnic jerk. Kondisi ini tentunya akan menyulitkan tubuh untuk rileks saat tidur.

2. Pengaruh stimulan

Stimulan bisa memengaruhi tubuh dan otak, seperti kafein, nikotin, atau beberapa obat, mungkin membuat Anda tertidur atau justru membuat Anda sulit untuk tidur. Beberapa stimulan ini dapat meningkatkan terjadinya hypnic jerk.

3. Stres

Gaya hidup tinggi bisa menciptakan stres dan membuat Anda sulit untuk bersantai–salah satu persiapan yang wajib dilakukan untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Otak yang waspada mungkin lebih mudah terkejut, jadi seseorang lebih mungkin bangun ketika otot-otot berkedut yang tidak disengaja ini terjadi.

4. Pola tidur yang buruk

Jika rasa stres dan kecemasan tidak segera mendapatkan penanganan, dampak lanjutan yang bisa terjadi adalah terbentuknya pola tidur yang kurang baik. Pola tidur yang tidak baik ini tentunya dapat menyebabkan hypnic jerk.

Selain beberapa hal di atas, kondisi medis yang cukup berat juga bisa menyebabkan hypnic jerk. Beberapa kondisi medis tersebut di antaranya gagal hati atau ginjal, gangguan autoimun, masalah metabolisme, cedera kepala dan tulang belakang, gangguan sistem saraf, penyimpanan lemak, hingga keracunan.

Gejala Hypnic Jerk

Penting untuk dipahami bahwa hypnic jerk adalah gangguan yang sifatnya tidak serius. Kondisi ini adalah sesuatu yang sangat umum terjadi. Karena itulah, gejala dari kondisi ini bukan merupakan tanda adanya masalah yang serius. Ini adalah kondisi yang hampir pernah dialami semua orang

Berikut adalah gejala hypnic jerk yang bisa Anda kenali, antara lain:

  • Sentakan otot pada beberapa bagian tubuh.
  • Merasakan sensasi jatuh.
  • Mimpi atau halusinasi yang menyebabkan kaget, melompat, atau jatuh.
  • Bernapas dengan cepat.
  • Berkeringat.

Tidak semua gejala hypnic jerk menunjukkan sentakan dengan keras, karena ada juga orang yang sentakannya kecil dan tidak membuatnya terbangun. Hal ini biasanya disadari oleh orang yang tidur dekat dengan Anda.

Dalam kasus lain, sentakan otot mungkin cukup signifikan untuk mengejutkan orang yang bangun. Kekuatan kontraksi itu sendiri atau perasaan gelisah yang dimiliki seseorang karena bergerak begitu cepat dapat menyebabkan orang terbangun. Dalam beberapa kasus lain, sentakan besar ini dapat membuat seseorang merasa seolah-olah orang lain mendorongnya turun dari tempat tidur.

Terkadang, orang yang mengalami hypnic jerk adalah mereka yang bermimpi bahwa mereka jatuh dari tempat tidur, pohon, atau berlari melalui ruang kosong. Meskipun tidak pasti sensasi mana yang lebih dulu, kondisi ini cukup bisa untuk menakuti seseorang hingga membuatnya terbangun.

Penanganan Hypnic Jerk

Apakah hypnic jerk memerlukan perawatan khusus? Tidak. Hal ini bukanlah kondisi serius dan tidak menyebabkan komplikasi. Sebaliknya, pengobatan untuk hypnic jerk berfokus pada pencegahan.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu Anda terhindar dari gangguan tidur, di antaranya:

1. Hindari kafein

Cobalah untuk mengurangi tingkat konsumsi kafein Anda secara keseluruhan, terutama di sore dan malam hari. Selain kafein, Anda juga harus membatasi jumlah nikotin dan alkohol.

2. Olahraga di pagi hari

Berolahragalah lebih awal yaitu sebelum memasuki tengah hari. Jika Anda melewatkan olahraga di awal hari, Anda tetap bisa melakukan olahraga di malam hari namun dengan intensitas rendah seperti yoga atau pilates.

3. Mengurangi aktivitas sebelum tidur

Tiga puluh menit sebelum tidur, Anda harus menjauhkan berbagai macam alat elektronik dari tempat tidur dan cobalah untuk mematikan lampu. Bantu otak Anda bersiap untuk tidur dengan mengurangi penggunaan energi dan bersantai sebelum Anda mencoba menutup mata.

Kegiatan apapun yang membuat sistem motorik aktif di malam hari, bisa meningkatkan kemungkinan munculnya hypnic jerk.

4. Berlatih pernapasan

Saat Anda berada di tempat tidur, tarik napas selama 10 hitungan, kemudian tahan selama 5 hitungan, dan buang napas perlahan selama 10 hitungan. Lakukan latihan ini beberapa kali untuk membantu memperlambat detak jantung, otak, dan pernapasan Anda.

Selain beberapa cara di atas, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter. Biasanya, dokter akan memberikan beberapa jenis obat yang bisa mengurangi gejala hypnic jerk. Beberapa obat-obatan yang mungkin diberikan adalah primidone, fenobarbital,asam valproat, clonazepam, fenitoin, levetiracetam.

Sedangkan jika hypnic jerk adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh saraf tulang belakang dan otak, seperti stroke atau tumor, maka prosedur operasi dibutuhkan. Tindakan ini diperlukan untuk membantu kondisi hypnic jerk yang memengaruhi bagian wajah dan telinga.

Selain itu, terapi suntik botox diperlukan untuk meredakan kontraksi otot pada gejala hypnic jerk yang hanya memengaruhi satu area tubuh, atau jika pemberian obat-obatan tidak membantu meredakan gejala.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi