Lengkap, Berbagai Jenis Hormon Kehamilan dan Fungsinya

inilah-berbagai-jenis-hormon-kehamilan-dan-fungsinya-doktersehat

DokterSehat.Com – Mayoritas ibu hamil nampaknya telah merasakan beberapa perubahan dramatis yang sebagian besarnya diakibatkan oleh hormon kehamilan. Anda perlu mengetahui bahwa masa kehamilan merupakan masa di mana hormon di dalam tubuh mengalami aktivitas yang lebih tinggi.

Peningkatan kadar yang sangat signifikan terjadi pada hormon yang sudah ada dan beberapa hormon baru dibentuk pada masa kehamilan. Hormon-hormon tersebut termasuk ke dalam hormon kehamilan.

Perubahan kadar hormon lama dan pembentukan hormon  baru ini yang sering kali menyebabkan beberapa perubahan yang dirasakan oleh sebagian besar ibu hamil. Namun, Anda jangan sampai menyesali adanya hormon kehamilan ini.

Acuhkanlah sejenak efek samping berupa perubahan yang Anda rasakan. Hormon kehamilan ternyata memiliki banyak fungsi yang sangat membantu untuk menyokong kehamilan Anda. Dengan mengetahui berbagai jenis hormon kehamilan dan fungsinya, Anda akan memaklumi dan menikmati beberapa perubahan yang terjadi.

Jenis-jenis dan Fungsi Hormon Kehamilan

Ketahuilah berbagai jenis hormon kehamilan serta masing-masing fungsinya. Berikut ini adalah beberapa jenis dan fungsi hormon kehamilan utama yang penting untuk Anda ketahui:

1. Hormon perangsang folikel (FSH)

Hormon perangsang folikel adalah yang pertama dalam pembentukan hormon yang diperlukan untuk memulai kehamilan Anda dan hadir bahkan sebelum Anda hamil.

Follicle stimulating hormone (FSH), berfungsi untuk merangsang salah satu folikel telur Anda untuk matang dan mulai membuat hormon estrogen.

Ketika hormon estrogen memberitahu lapisan rahim untuk mulai terbentuk kembali lalu Anda pun hamil, Hormon perangsang folikel (FSH) akan menghentikan fungsinya sementara yaitu dengan menghentikan perangsangan folikel telur menjadi matang. Inilah alasan mengapa Anda tidak berovulasi saat Anda sedang hamil.

Baca juga: Perkembangan Janin 1 Bulan: Perubahan Hormon Tubuh

2. Hormon luteinizing (LH)

Hormon kehamilan berikutnya yang terbentuk adalah hormon luteinizing. Hormon luteinizing (LH) bekerja sama dengan hormon perangsang folikel (FSH) untuk mengatur siklus menstruasi Anda. Baik FSH dan LH tidak aktif selama kehamilan itu sendiri.

Fungsi: Saat FSH memulai produksi hormon estrogen, hormon estrogen akan memicu ledakan hormon luteinizing (LH). Hormon luteinizing inilah yang berfungsi untuk meluncurkan folikel dan melepaskan sel telur.

3. Human chorionic gonadotropin (hCG)

Inilah yang sejatinyanya disebut ‘hormon kehamilan’. Pasalnya, human chorionic gonadotropin (hCG) ini yang menjadi indikator seorang wanita hamil atau tidak melalui tes kehamilan pada urin atau darah.

Fungsi: Hormon hCG berfungsi untuk merangsang pembentukan hormon estrogen dan hormon progesteron. Fungsi hormon hCG yang lain adalah untuk menekan sistem kekebalan Anda untuk mendukung bayi Anda yang sedang tumbuh.

4. Hormon estrogen

Pembentukan hormon estrogen dirangsang oleh hormon kehamilan hCG dan kemudian oleh plasenta. Hormon estrogen merupakan salah satu dari dua hormon kehamilan yang paling utama.

Fungsi: Hormon estrogen memiliki banyak fungsi, yaitu:

  • membantu perkembangan rahim
  • mempertahankan lapisan rahim
  • meningkatkan sirkulasi darah
  • mengatur produksi hormon lain
  • meningkatkan pertumbuhan payudara
  • memicu perkembangan organ-organ kecil pada janin
  • mengatur kepadatan tulang janin

5. Hormon progesteron

Sama seperti hormon estrogen, hormon progesteron juga merupakan salah satu dari dua hormon kehamilan yang paling utama bahkan inilah hormon kehamilan yang terpenting.

Fungsi: Hormon progesteron juga memiliki fungsi yang cukup banyak, di antaranya:

  • membuat plasenta berfungsi dengan baik
  • membuat lapisan rahim sehat dan tebal
  • mendorong pertumbuhan jaringan payudara
  • membantu melunakkan ligamen dan tulang rawan
  • mendorong pertumbuhan rahim
  • merangsang kontraksi alami pra-kehamilan

Baca juga: Inilah Tanda Wanita yang Kekurangan Hormon Progesteron

6. Hormon relaxin

Beberapa perubahan yang menimbulkan ketidaknyamanan terasa sejak pembentukan hormon estrogen dan hormon progesteron di dalam tubuh. Dan beberapa ketidaknyamanan terkait tulang dan sendi bisa diatasi oleh hormon relaxin.

Fungsi: Hormon relaxin berfungsi untuk melunakkan kartilago dan melonggarkan sendi dan ligamen.

7. Hormon placental growth factor (hPGF)

Hormon faktor pendukung plasenta (hPGF) ini mendukung peningkatan volume darah yang diperlukan untuk menyehatkan bayi Anda.

Fungsi: Hormon PGF berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan pembuluh darah dan memicu peningkatan volume darah

8. Hormon hPL

Apa itu hPL? hPL di sini bukanlah HPL yang juga terkait dengan kehamilan. Kalau HPL adalah Hari Perkiraan Lahir sedangkan hPL adalah singkatan dari hormon Human Placental Lactogen.

Fungsi: Fungsi hPL adalah untuk mempersiapkan payudara Anda siap menyusui bayi sejak kelahirannya.

9. Hormon oksitosin

Hormon oksitosin akan hadir sepanjang kehamilan Anda. Hormon kehamilan ini juga biasa disebut sebagai hormon pengontraksi otot.

Fungsi: Hormon oksitosin berfungsi untuk merangsang kontraksi persalinan.

10. Hormon prolaktin

Terkadang hormon kehamilan ini disebut sebagai hormon ibu. Hal ini dikarenakan hormon prolaktin memberikan efek rasa penuh cinta pada ibu. Prolaktin adalah produsen susu utama tubuh.

Fungsi: Hormon prolaktin berfungsi untuk merangsang payudara memproduksi ASI. Fungsi lain dari hormon prolaktin ini adalah menenangkan ibu menyusui.