Banyak orang yang menikmati rebahan sebagai kebiasaan yang menyenangkan. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang bisa bersantai saat melakukannya. Masalahnya adalah terlalu sering rebahan ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan, lho.

rebahan-doktersehat

Dampak Rebahan bagi Kesehatan

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology pada 2019 lalu, mereka yang sering tidur dalam waktu yang berlebihan, tepatnya lebih dari 9 jam setiap hari, memiliki risiko lebih besar 85 persen terkena stroke. Bahkan, jika kita juga terbiasa tidur siang dalam waktu yang lama, risikonya akan semakin meningkat.

Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 31.750 partisipan yang berasal dari Tiongkok. Di awal penelitian, para partisipan ini sama sekali tidak memiliki riwayat stroke atau masalah pada kesehatan jantung. Penelitian dilakukan selama enam tahun untuk mengetahui apakah ada peningkatan risiko terkena masalah kesehatan tersebut seperti hipertensi, diabetes, atau kebiasaan merokok.

Hasil dari penelitian ini adalah, mereka yang tidur 9 jam setiap hari memiliki risiko stroke lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidur dengan durasi yang normal seperti 7 atau 8 jam. Bahkan, jika para partisipan ini tidur siang hingga 90 menit, risiko stroke bisa naik drastis hingga 85 persen!

Tidur berlebihan ternyata terkait erat dengan meningkatnya risiko terkena hipertensi, hyperlipidemia atau kadar lipid darah yang berlebihan, obesitas, dan diabetes. Berbagai hal ini berperan besar dalam meningkatnya risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Selain kebiasaan tidur berlebihan, kualitas tidur yang buruk juga bisa meningkatkan risiko terkena stroke hingga 29 persen. Hanya saja, penelitian ini tidak dilakukan untuk mencari kaitan antara kebiasaan tidur dalam waktu yang singkat dengan risiko stroke.

Rebahan atau hanya bersantai baik itu di atas sofa atau kasur memang tidak bisa disamakan dengan tidur, namun hal ini akan membuat kita pasif dan kurang gerak dalam waktu yang lama. Hal ini bisa membuat tubuh tidak mengeluarkan energi dengan maksimal sehingga hal ini akan membuat penumpukan lemak semakin banyak.

Masalahnya adalah hal ini bisa meningkatkan berat badan dan risiko terkena obesitas. Padahal, obesitas adalah salah satu faktor risiko dari datangnya penyakit kardiovaskular atau stroke.

Melihat fakta ini, sesekali rebahan boleh-boleh saja untuk dilakukan, namun pastikan untuk rutin melakukan olahraga atau setidaknya lebih aktif bergerak demi membuat kesehatan tubuh, khususnya jantung dan pembuluh darah terjaga sehingga tidak mudah terkena penyakit kardiovaskular.

Bahaya Kurang Gerak

Selain bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular, pakar kesehatan menyebut ada dampak kesehatan lain yang bisa didapatkan jika kita kurang gerak.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Mudah Sakit

Kurang gerak bisa menurunkan kemampuan sistem kekebalan tubuh dengan signifikan. Hal ini tentu akan membuat kita lebih mudah terinfeksi bakteri atau terpapar berbagai macam penyakit. Dampaknya, kita akan lebih mudah terkena masalah kesehatan seperti flu, pilek, atau batuk.

  1. Mudah Lelah

Meski bisa membuat kita menghemat energi, dalam realitanya kurang gerak dan terlalu sering rebahan akan membuat kita mudah lelah dan kurang bertenaga. Kita juga kurang bersemangat untuk melakukan aktivitas harian.

  1. Persendian Terasa Kaku

Kurang gerak akan membuat persendian kurang terlatih. Dampaknya akan membuat persendian tubuh justru terasa kaku dan tidak nyaman.

  1. Mudah Lapar

Kurang gerak justru akan membuat kita mudah lapar dan tertarik ngemil. Jika hal ini dibiarkan, maka akan menyebabkan kenaikan berat badan.

  1. Gangguan Suasana Hati

Kurang gerak terbukti bisa membuat suasana hati kita naik turun. Hal ini bisa mempengaruhi kesehatan mental kita.

 

Sumber:

  1. Lemieux, Melissa. OLDER ADULTS SHOULD STAY ACTIVE, AVOID LONG NAPS AND OVERSLEEPING TO AVOID STROKES, STUDY SAYS.newsweek.com/older-adults-should-stay-active-avoid-long-naps-oversleeping-avoid-strokes-study-says-1476837 (Diakses pada 22 Januari 2020).