Terbit: 5 Mei 2021 | Diperbarui: 6 Mei 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Hippocampus atau hipokampus adalah bagian kecil di otak yang berperan penting dalam memori atau mengingat. Bahkan komputer paling canggih sekalipun tidak bisa menandingi kemampuan bagian otak ini! Selengkapnya ketahui fungsinya hingga cara melindunginya dari kerusakan.

Hippocampus, Bagian Otak yang Berperan Penting untuk Mengingat

Apa Itu Hippocampus?

Hippocampus adalah bagian kecil di otak yang berperan penting dalam pembentukan, jaringan, dan penyimpanan ingatan baru, serta menghubungkan sensasi dan emosi tertentu ke ingatan tersebut. Hipokampus merupakan bagian sistem limbik, yang mengendalikan banyak fungsi tubuh. Ini terletak di lobus temporal medial otak, dekat dengan pusat otak.

Hipokampus berfungsi menyimpan memori jangka panjang dan memori deklaratif – jenis memori yang dapat dengan sengaja diingat (seperti fakta atau peristiwa). Namun, hipokampus tidak terlibat dalam memori jangka pendek dan jenis memori prosedural, memori tentang bagaimana melakukan tindakan motorik (seperti memori tentang berjalan). Ini dikendalikan oleh korteks dan otak kecil.

Fungsi Hippocampus

Meskipun ukurannya yang cukup kecil di otak, hipokampus memiliki banyak fungsi penting, termasuk mengatur emosi, motivasi, aktivitas hormonal, aktivitas otonom, dan pembentukan memori. Ini sangat penting untuk proses pembelajaran, dan melihat hubungan antara apa yang telah dipelajari.

Selengkapnya berikut ini penjelasan fungsi hippocampus:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

1. Memproses Memori Spasial

Bagian belakang hipokampus terlibat dalam pemrosesan memori spasial, yang terkait dengan arah jalan dan lokasi. Misalnya, pengemudi kendaraan mengingat arah jalan dari rumah ke tempat kerja dengan menggunakan memori spasial. Memori spasial tampaknya tersimpan di hipokampus kanan.

2. Menguatkan Memori

Hippocampus juga berperan dalam menguatkan ingatan selama tidur. Menurut penelitian pada tahun 2004 menunjukkan bahwa hipokampus bekerja lebih baik selama tidur setelah belajar atau pelatihan. Ini pada akhirnya akan memberikan ingatan yang lebih kuat tentang pelajaran tersebut keesokan harinya.

3. Mengirimkan Memori

Ingatan tidak tersimpan di hipokampus untuk jangka panjang. Namun, hipokampus bertindak semacam pusat pengiriman ingatan yang menjadi tempat persinggahan sementara, kemudian dikirim untuk disimpan dalam memori jangka panjang. Selama tidur ini berperan penting dalam proses pengiriman ingatan.

4. Kognisi dan Perilaku Sosial

Hipokampus berperan penting dalam kemampuan kognitif dan perilaku sosial, yang membantu seseorang aktif dan berinteraksi dengan sesamanya. Ini terkait dengan kemampuan seperti memori, navigasi, eksplorasi, imajinasi, kreativitas, pengambilan keputusan, penilaian karakter, membangun dan memelihara ikatan sosial, empati, dan penggunaan bahasa.

Baca Juga: Otak: Anatomi, Bagian, Fungsi, Jenis Penyakit, dll

Penyakit yang Memengaruhi Fungsi Hipokampus

Hippocampus adalah bagian otak yang sensitif. Beberapa masalah kesehatan dapat memberikan  dampak buruk, termasuk paparan jangka panjang terhadap stres tingkat tinggi. Beberapa penyakit dan faktor bisa mengganggu kemampuan hipokampus untuk melakukan tugasnya.

Berikut beberapa penyakit yang dapat memengeruhi hipokampus:

1. Penyakit Alzheimer

Hipokampus merupakan salah satu area pertama yang terkena Alzheimer. Tanda dan gejala awal Alzheimer adalah ketika penderitanya mulai mengalami kehilangan ingatan jangka pendek. Penderitanya mungkin juga akan kesulitan untuk mengikuti petunjuk arah.

Seiring perkembangan penyakit ini, hipokampus akan semakin mengecil dan menjadi lebih sulit untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Epilepsi

Ini adalah gangguan sistem saraf pusat yang menyebabkan kejang. Berdasarkan hasil autopsi, menunjukkan bahwa antara 50-75% jenazah penderita epilepsi mengalami kerusakan pada hipokampus. Namun, tidak jelas apakah epilepsi menjadi penyebab atau akibat dari kerusakan pada hipokampus.

3. Depresi dan Stres

Ukuran hipokampus menyusut pada orang yang mengalami depresi berat. Namun, ilmuwan tidak yakin apakah ukurannya yang kecil adalah akibat dari depresi. Sementara itu, ada bukti bahwa stres berdampak negatif pada hipokampus.

Baca Juga: Otak Kanan dan Otak Kiri: Perbedaan, Fungsi, Cara Melatih, dll

Apa Dampak Kerusakan dari Hippocampus?

Hipokampus yang rusak akibat penyakit atau cedera, mungkin dapat memengaruhi ingatan seseorang serta kemampuannya untuk membentuk ingatan baru. Kerusakan ini terutama dapat memengaruhi memori spasial, atau kemampuan untuk mengingat arah, lokasi, dan tujuan.

Hipokampus berperan penting dalam pembentukan ingatan baru. Kerusakan yang terjadi pada bagian otak ini bisa berdampak serius dalam jangka panjang pada ingatan tertentu, seperti nama, tanggal, dan peristiwa.

Dampak pasti kerusakan bisa bervariasi tergantung pada hipokampus mana yang terkena. Berdasarkan penelitian pada tikus menunjukkan bahwa kerusakan pada hipokampus kiri berdampak pada memori informasi verbal, sedangkan kerusakan pada hipokampus kanan menyebabkan masalah dengan memori informasi visual.

Apa Dampak dari Hippocampus Menyusut?

Beberapa kondisi, seperti penyakit Alzheimer, depresi, dan stres terkait dengan menyusutnya ukuran hipokampus.

Untuk penyakit Alzheimer, ukuran hipokampus dapat membantu untuk mendiagnosis perkembangan penyakit. Sedangkan untuk orang dengan depresi, hipokampus bisa menyusut hingga 20 persen.

Menurut beberapa penelitian menunjukkan bahwa hipokampus pada orang dengan depresi berat mungkin rata-rata 10 persen lebih kecil daripada orang yang tidak depresi.

Penyakit Cushing dapat menimbulkan sejumlah gejala yang terkait dengan tingginya kadar kortisol, hormon yang muncul saat orang sedang stres. Salah satu gejala penyakit tersebut adalah berkurangnya ukuran hipokampus.

Sebuah penelitian pada pada kera menunjukkan bahwa ukuran hipokampus 54 persen dapat diturunkan pada anaknya. Namun, karena hipokampus terus menghasilkan neuron selama masa dewasa, kaitannya masih belum jelas. Juga tidak jelas apakah ukuran hipokampus kecil adalah penyebab yang mendasari kondisi tertentu.

Baca Juga: 15 Kebiasaan yang Dapat Merusak Otak (Jarang Disadari!)

Cara Melindungi Hipokampus

Guna mencegah timbulnya kerusakan, berikut ini beberapa cara melindungi hippocampus:

  • Penelitian menunjukkan bahwa olahraga bisa membantu melindungi hipokampus dari efek merusak akibat penuaan.
  • Mengelola stres dapat membantu melindungi bagian otak ini, karena stres jangka panjang bisa berdampak negatif pada hipokampus.
  • Stres yang terkait dengan post-traumatic stress disorder (PTSD) atau gangguan stres pascatrauma, juga dapat menyebabkan kerusakan pada hipokampus. Orang dengan PTSD memiliki ukuran hipokampus yang lebih kecil daripada orang tanpa PTSD.

 

  1. Cherry, Kendra. 2020. What Is the Hippocampus?. https://www.verywellmind.com/what-is-the-hippocampus-2795231 (Diakses pada 5 Mei 2021)
  2. Dresden, Danielle. 2017. What is the hippocampus?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/313295 (Diakses pada 5 Mei 2021)
  3. Healthline Editorial Team. 2018. Hippocampus. https://www.healthline.com/human-body-maps/hippocampus#1. (Diakses pada 5 Mei 2021)
  4. Rubin, Rachael D et al. 2014. The role of the hippocampus in flexible cognition and social behavior. https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fnhum.2014.00742/full (Diakses pada 5 Mei 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi