Terbit: 20 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Setiap ibu pasti ingin bisa menyusui anaknya dengan baik, sesuai rekomendasi WHO hingga anak berusia 2 tahun. Namun tidak semua wanita diberi kemampuan untuk bisa menyusui hingga waktu tersebut. Salah satu kondisi yang menyebabkan wanita tidak memiliki produksi ASI cukup banyak adalah karena masalah jaringan payudara atau yang dikenal dengan istilah hipoplasia.

Hipoplasia, Kelainan Jaringan yang Membuat Wanita Tidak Bisa Menyusui

Apa itu hipoplasia dan bagaimana ciri-cirinya?

Hipoplasia pada payudara adalah kondisi dimana jaringan payudara tidak dapat berkembang dengan normal. Payudara yang mengalami hipoplasia hanya memiliki jaringan lemak saja dan tidak memiliki kelenjar ASI yang cukup banyak.

Kondisi hipoplasia umumnya ditandai dengan:
1. Antara payudara yang satu dengan payudara yang lain memiliki jarak yang terpaut jauh, lebih dari 1,5 inci
2. Ukuran payudara tampak asimetri, yaitu salah satu payudara tampak jauh lebih besar dari payudara lainnya
3. Adanya guratan stretch mark pada payudara baik saat pubertas maupun saat hamil
4. Bentuk payudara tubular atau menyerupai kantung kosong
5. Areola berukuran besar tetapi bentuknya tidak proporsional
6. Tidak ada perubahan pada payudara saat hamil maupun ketika setelah melahirkan

Kondisi hipoplasia dapat terjadi pada perempuan dengan bentuk payudara apa pun baik besar maupun kecil. Sehingga bagi Anda yang memiliki payudara kecil, tak perlu merasa kecil hati atau khawatir akan mengalami risiko hipoplasia.

Cara mendiagnosis hipoplasia dan penyebabnya

Untuk mendiagnosis hipoplasia bisa dilakukan dengan pemeriksaan fisik seperti perabaan atau palpasi yang dilakukan oleh ahli laktasi. Hipoplasia sering hanya terjadi pada satu payudara saja namun ada juga yang terjadi pada dua payudara.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Secara umum penyebab hipoplasia disebabkan oleh kelainan genetik, gangguan hormon, kelainan kromosom atau bisa juag disebabkan oleh paparan zat kimia tertentu.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi