Terbit: 6 Juli 2020 | Diperbarui: 7 Juli 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Hipokondria adalah ketakutan terus-menerus bahwa seseorang memiliki penyakit medis serius yang tidak terdiagnosis. Ketakutan ini dapat terjadi sementara, tetapi kondisi ini juga bisa bertahan lebih lama hingga memengaruhi kualitas hidup. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala hipokondria, penyebab, hingga cara mengatasinya di bawah ini.

hipokondria-doktersehat

Apa Itu Hipokondria?

Seperti penjelasan sebelumnya, hipokondria yaitu suatu kondisi yang membuat seseorang menjadi khawatir terhadap kondisi kesehatannya secara berlebihan. Seseorang yang mengalami kondisi ini tidak memiliki gejala fisik tertentu yang mengarah pada penyakit parah.

Bahkan, gangguan ini juga bisa membuat seseorang percaya sensasi tubuh normal atau gejala kecil adalah tanda-tanda penyakit parah, meskipun pemeriksaan medis menyeluruh tidak mengungkapkan kondisi medis yang serius. Pada akhirnya, seberapa parahnya kondisi ini tergantung pada usia, kecenderungan seseorang untuk khawatir, dan seberapa banyak stres yang dihadapi.

Gejala Hipokondria

Gejala utama hipokondria adalah seseorang yang memiliki gagasan bahwa dirinya memiliki sakit parah berdasarkan sensasi tubuh normal yang dirasakan atau tanda-tanda kecil (seperti ruam ringan). Tanda dan gejala lainnya, antara lain:

  • Menjadi mudah khawatir tentang status kesehatan.
  • Mengkhawatirkan secara berlebihan tentang kondisi medis atau risiko mengalami masalah kesehatan tertentu karena itu terjadi di keluarga.
  • Berkali-kali memeriksa kondisi tubuh apakah ada tanda-tanda penyakit.
  • Menghindari perawatan medis karena takut didiagnosis dengan penyakit serius.
  • Menghindari keramaian karena takut terkena penyakit.
  • Sering berbicara mengenai kondisi kesehatan dan kemungkinan terpapar penyakit.
  • Sering membaca informasi mengenai gejala-gejala dari penyakit tertentu.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Karena gejala dapat berhubungan dengan masalah kesehatan, penting untuk dievaluasi oleh tenaga medis profesional untuk menentukan penyebabnya dengan pasti. Jika hasil diagnosis mengatakan bahwa Anda memiliki hipokondria, Anda mungkin akan dirujuk ke profesional kesehatan jiwa (psikolog atau psikiater).

Penyebab Hipokondria

Seseorang yang mengalami depresi berat, gangguan panik, gangguan obsesif-kompulsif, atau gangguan kecemasan memiliki persentase yang lebih tinggi dengan hipokondria. Karena penyebab pastinya belum diketahui dengan jelas, berikut adalah faktor-faktor yang mungkin berperan terhadap munculnya gangguan tersebut, di antaranya:

  • Keyakinan. Anda mungkin mengalami kesulitan mentolerir ketidakpastian atas sensasi tubuh yang tidak nyaman atau tidak biasa. Kondisi ini bisa membuat Anda salah menafsirkan bahwa semua sensasi tubuh adalah penyakit serius, sehingga Anda mencari bukti untuk mengonfirmasi bahwa Anda memiliki penyakit serius
  • Keluarga. Anda mungkin lebih cenderung memiliki hipokondria jika Anda memiliki orang tua yang terlalu khawatir tentang kesehatan mereka sendiri atau kesehatan Anda.
  • Pengalaman masa lalu. Anda mungkin pernah mengalami penyakit serius di masa kecil, jadi sensasi fisik tertentu mungkin menakutkan bagi Anda.

Faktor Risiko

Hipokondria adalah kondisi yang biasanya dimulai pada awal atau pertengahan usia dewasa. Seiring bertambahnya usia, kecemasan yang dirasakan biasanya mengalami peningkatan. Berikut ini adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan kecemasan mengalami suatu penyakit, antara lain:

  • Seberapa lama Anda mengalami stres.
  • Ancaman penyakit serius yang ternyata tidak serius.
  • Riwayat pelecehan pada masa anak-anak.
  • Penyakit masa kecil yang serius atau orang tua dengan penyakit yang serius.
  • Membaca informasi kesehatan secara berlebihan.

Diagnosis Hipokondria

Diagnosis yang bisa dilakukan adalah menjalani pemeriksaan fisik dan berbagai tes yang direkomendasikan oleh tenaga medis profesional. Hal ini diperlukan untuk menentukan apakah Anda memiliki kondisi medis yang memerlukan perawatan dan menetapkan batasan pada pengujian laboratorium, pencitraan, dan rujukan ke dokter spesialis.

Selain itu, profesional kesehatan jiwa diperlukan untuk mengevaluasi kondisi psikologis mengenai situasi stres, riwayat keluarga, kekhawatiran, dan bagaimana kecemasan ini memengaruhi hidup Anda. Diagnosis kesehatan jiwa juga dapat menentukan apakah kondisi ini disebabkan oleh gangguan mental lainnya seperti gangguan gejala somatik atau gangguan kecemasan.

Pengobatan Hipokondria

Pada dasarnya, perawatan yang dilakukan adalah untuk membantu Anda mengelola kecemasan tentang kondisi kesehatan dan meningkatkan kemampuan untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah pengobatan yang bisa dilakukan, di antaranya:

Psikoterapi

Karena sensasi fisik dapat dikaitkan dengan tekanan emosional, psikoterapi—khususnya cognitive behavioral therapy (CBT)—dapat menjadi pengobatan yang efektif. CBT membantu Anda mempelajari keterampilan untuk mengelola hipokondria dan menemukan berbagai cara untuk mengelola kekhawatiran.

CBT dapat membantu Anda untuk:

  • Mengidentifikasi ketakutan dan keyakinan tentang penyakit medis yang serius.
  • Mempelajari cara alternatif untuk melihat sensasi tubuh dengan mengubah pikiran yang tidak membantu.
  • Membuat Anda lebih sadar tentang bagaimana kekhawatiran memengaruhi perilaku.
  • Mengubah cara Anda merespons sensasi dan gejala tubuh.
  • Membantu mempelajari keterampilan untuk mengatasi kecemasan dan stres.
  • Membantu meningkatkan fungsi sehari-hari di rumah, di tempat kerja, dalam hubungan, dan dalam situasi sosial.
  • Membantu mengatasi gangguan kesehatan mental lainnya seperti depresi.

Obat-Obatan

Antidepresan seperti selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dapat membantu mengobati hipokondria. Selain itu, obat-obatan untuk mengobati gangguan suasana hati atau kecemasan juga dapat membantu. Jangan lupa bicarakan dengan dokter tentang pilihan pengobatan dan kemungkinan efek samping.

Komplikasi Hipokondria

Hipokondria adalah kondisi yang bisa dikaitkan dengan gangguan psikologis lainnya atau gangguan somatoform, serangkaian kondisi psikologis yang menyebabkan satu atau lebih gejala pada tubuh, seperti rasa sakit atau kelelahan.

Berikut adalah komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:

  • Hubungan atau masalah keluarga karena khawatir berlebihan bisa membuat orang lain frustrasi.
  • Masalah kinerja terkait pekerjaan.
  • Masalah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, mungkin mengakibatkan kecacatan.
  • Masalah keuangan karena kunjungan perawatan yang berlebihan.
  • Memiliki gangguan kesehatan mental lain seperti gangguan kecemasan, depresi, atau gangguan kepribadian.

Pencegahan Hipokondria

Meski tidak diketahui cara efektif untuk mencegah kondisi ini, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu kondisi agar tidak semakin parah, antara lain:

  • Jika Anda memiliki masalah dengan kecemasan, dapatkan nasihat profesional kesehatan mental sesegera mungkin untuk membantu menghentikan gejala menjadi lebih buruk dan mengganggu kualitas hidup.
  • Belajarlah untuk mengenali kapan stres dan bagaimana kondisi ini memengaruhi tubuh. Secara teratur praktikkan manajemen stres dan teknik relaksasi.
  • Tetap jalankan semua rencana perawatan untuk membantu mencegah kambuh atau memburuknya gejala.

 

  1. Anonim. Hypochondria. https://www.schoen-clinic.com/hypochondria. (Diakses pada 6 Juli 2020).
  2. Anonim. Illness anxiety disorder. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/illness-anxiety-disorder/symptoms-causes/syc-20373782. (Diakses pada 6 Juli 2020).
  3. Newman, Tim. 2017. What is hypochondria?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/9983. (Diakses pada 6 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi