Terbit: 13 Agustus 2020 | Diperbarui: 26 Agustus 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Hipokalemia adalah masalah kesehatan yang mungkin jarang disadari oleh banyak orang. Ketahui lebih lanjut mengenai hipokalemia mulai dari gejala, penyebab, pengobatan, dan pencegahannya berikut ini.

Hipokalemia: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan

Apa Itu Hipokalemia?

Hipokalemia adalah keadaan di mana kadar kalium dalam tubuh sangat rendah, yakni di bawah 3,5 mEq/L. Kalium atau potasium adalah mineral dalam tubuh. Hampir 98 persen potasium ditemukan di dalam sel. Perubahan kecil pada tingkat potasium yang ada di luar sel bisa memiliki efek yang parah pada jantung, saraf, dan otot.

Kalium sendiri memiliki peran penting bagi tubuh, yaitu:

  • Membantu otot tubuh untuk berkontraksi
  • Membantu organ jantung dalam menjalankan fungsinya yakni memompa darah sekaligus mengatur tekanan darah.

Oleh sebab itu, hipokalemia adalah kondisi yang tidak boleh disepelekan mengingat fungsinya yang sangat penting tersebut. Akan tetapi, mineral ini juga jangan sampai berlebihan kadarnya—disebut sebagai hiperkalemia—karena akan berdampak negatif terhadap tubuh. Kalium yang berlebihan idealnya diproses oleh ginjal untuk dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

Ciri dan Gejala Hipokalemia

Terkadang, gejala hipokalemia tidak bisa dikenali karena hampir tidak tampak atau serupa dengan gejala penyakit umum. Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Kelemahan, kelelahan, atau kram pada otot lengan atau kaki, terkadang cukup parah sehingga menyebabkan ketidakmampuan menggerakkan lengan atau kaki karena kelemahan (mirip kelumpuhan)
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Mual atau muntah
  • Kram perut dan kembung
  • Sembelit
  • Palpitasi (jantung berdetak tidak teratur)
  • Sering buang air kecil atau merasa haus hampir sepanjang waktu
  • Pingsan karena tekanan darah rendah
  • Perilaku psikologis abnormal: depresi, psikosis, delirium, kebingungan, atau halusinasi.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas. Pemeriksaan medis sedini mungkin perlu dilakukan guna mencegah kondisi bertambah buruk dan menyebabkan komplikasi yang bisa saja membahayakan nyawa.

Penyebab Hipokalemia

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab hipokalemia. Penyebab paling umum adalah kehilangan kalium yang berlebihan karena penggunaan obat resep yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil (diuretik). Jenis obat ini sering diresepkan untuk orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

Muntah, diare, atau keduanya juga bisa mengakibatkan kehilangan kalium yang berlebihan dari saluran pencernaan. Terkadang, kalium rendah disebabkan oleh kurangnya asupan kalium dari makanan yang Anda konsumsi.

Berikut adalah faktor-faktor penyebab rendahnya kadar kalium di dalam tubuh:

  • Diare
  • Diabetik ketoasidosis
  • Obat diuretik
  • Obat pencahar
  • Obat antibiotik
  • Minuman beralkohol
  • Keringat berlebih
  • Defisiensi asam folat
  • Muntah

Selain itu, ada sejumlah kondisi medis yang juga turut membuat penderitanya kekurangan kalium. Kondisi medis yang dimaksud meliputi:

  • Sindrom Bartter
  • Sindrom Gitelman
  • Sindrom Liddle
  • Sindrom Cushing
  • Malnutrisi

Faktor Risiko Hipokalemia

Ada sejumlah faktor lainnya yang mana jika seseorang memiliki atau mengalaminya, maka ia lebih berisiko untuk terkena hipokalemia. Faktor risiko yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Anoreksia
  • Bulimia
  • Penyakit AIDS
  • Riwayat operasi bariatric
  • Wanita
  • Ras Afro-Amerika

Diagnosis Hipokalemia

Hipokalemia bisa disebabkan oleh berbagai macam masalah kesehatan. Oleh sebab itu, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan terkait dengan penyakit atau gangguan medis lainnya yang diduga menjadi penyebab rendahnya kadar kalium di dalam tubuh.

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien, seperti:

  • Gejala apa saja yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?
  • Apakah sedang mengonsumsi obat-obatan?
  • Apakah sedang menderita suatu penyakit?
  • Apakah mengonsumsi alkohol

Setelah itu, dokter akan melakukan sejumlah tes. Gambarannya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Jika ketidakseimbangan elektrolit dicurigai, tes darah akan dilakukan untuk memeriksa kadar kalium, fungsi ginjal (BUN dan kreatinin), glukosa, magnesium, kalsium, dan fosfor jika ada ketidakseimbangan elektrolit yang dicurigai.
  • Kalium rendah diketahui memengaruhi ritme jantung (aritmia), dokter dapat menyarankan memeriksa tingkat digoxin (Lanoxin) jika pasien menggunakan obat golongan digitalis.
  • Ektrokardiogram (EKG) atau penelusuran jantung dilakukan untuk mendeteksi perubahan listrik di organ tersebut.

Pengobatan Hipokalemia

Pengobatan hipokalemia disesuaikan dengan kondisi medis yang mendasarinya. Sebagai contoh, apabila kondisi ini disebabkan oleh diare, maka dokter akan memberikan obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit akibat infeksi bakteri tersebut.

Setelah itu, dokter akan memberikan suplemen untuk mengembalikan kadar potasium menjadi normal. Akan tetapi, memperbaiki kadar kalium terlalu cepat dapat menyebabkan efek samping seperti irama jantung yang tidak normal. Dalam kasus tingkat potasium yang sangat rendah, Anda mungkin memerlukan infus agar asupan kalium terkontrol.

Selama pengobatan, dokter juga akan terus memantau kadar kalium di dalam tubuh Anda agar jangan sampai berlebihan. Pasalnya, sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, kadar kalium atau potasium yang berlebihan juga tidak baik bagi tubuh.

Komplikasi Hipokalemia

Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang dimaksud di antaranya sebagai berikut:

  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Ileus paralitik
  • Masalah otot pernapasan
  • Masalah otak (khusus penderita sirosis)

Pencegahan Hipokalemia

Cara mencegah kekurangan kalium yang paling utama adalah dengan menghindari faktor-faktor penyebabnya. Seperti menghindari konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak, atau menjaga kebersihan makanan dan minuman untuk menghindari diare.

Perubahan dalam diet juga umumnya direkomendasikan jika pasien cenderung memiliki kadar potasium rendah. Diet yang dimaksud di sini adalah mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan kalium.

Contoh makanan tinggi kalium atau potasium meliputi:

  • Pisang
  • Tomat
  • Jeruk.

 

  1. Anonim. Low Potassium (Hypokalemia). https://www.mayoclinic.org/symptoms/low-potassium/basics/causes/sym-20050632 (Diakses pada 13 Agustus 2020)
  2. Gabbey, A. 2013. Hypokalemia. https://www.healthline.com/health/hypokalemia#treatment (Diakses pada 13 Agustus 2020)
  3. Wedro, B. Low Potassium (Hypokalemia) Symptoms, Causes, and Treatment. https://www.medicinenet.com/low_potassium_hypokalemia/article.htm (Diakses pada 13 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi