DokterSehat.Com– Banyak orang yang masih menyepelekan masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Meskipun kasusnya di Indonesia sangat banyak, kita cenderung masih menerapkan gaya hidup yang tidak sehat sehingga menjadi lebih rentan terkena masalah kesehatan ini. Padahal, jika sampai tekanan darah terus berada dalam kondisi yang tinggi dan tidak terkontrol, risiko terkena penyakit mematikan seperti penyakit jantung atau stroke bisa meningkat.

penyebab-patah-penis-doktersehat

Salah satu gejala dari hipertensi yang terkadang tidak kita sadari adalah menurunnya jumlah air seni. Biasanya kita mengaitkan kondisi air seni atau urine ini dengan kondisi dehidrasi atau kurang minum. Padahal, menurut National Health Services, jika sampai jumlah urine yang kita keluarkan saat buang air kecil semakin menurun, besar kemungkinan kita sedang mengalami masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Dilansir dari Expess, mereka yang mengalami kondisi tekanan darah tinggi atau hipertensi maligna cenderung hanya akan memproduksi air seni dalam jumlah yang sangat sedikit, yakni kurang dari 400 ml dalam sehari. Hal ini menandakan adanya masalah pada tekanan darah, ginjal, hingga kondisi dehidrasi yang harus segera diperiksakan ke dokter.

Beberapa gejala lain yang bisa menandakan tingginya tekanan darah di dalam tubuh adalah sakit kepala, gangguan penglihatan, mimisan, hingga adanya darah di dalam air seni saat buang air kecil. Sebagai informasi, gejala-gejala ini bisa muncul saat tekanan darah sudah melebihi 180/120 mmHg. Sementara itu, tekanan darah tinggi terjadi saat angkanya sekitar 140/90 mmHg atau lebih dan tekanan darah yang normal ada di angka 90/60 mm/Hg hingga 120/80 mmHg.

Jika sampai tekanan darah di dalam tubuh sudah melebihi angka 180/120 mmHg dan tak kunjung bisa diturunkan, maka kita pun akan lebih berisiko terkena stroke, perdarahan atau pembengkakan pada otak, hingga masuknya cairan ke dalam paru-paru. Berbagai kondisi ini bisa fatal dan mematikan.

Tak hanya harus mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat seperti menurunkan asupan garam, memperbanyak asupan serat dan air minum, rajin berolahraga, tidur cukup, dan mengelola stres, mereka dengan kondisi tekanan darah tinggi juga sebaiknya minum obat penurun tekanan darah yang diberikan oleh dokter.