Terbit: 30 Juli 2020 | Diperbarui: 4 Agustus 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Hipersomnia adalah istilah medis untuk menjelaskan rasa kantuk berlebihan di siang hari walaupun sebelumnya sudah tidur cukup lama. Ketahui pengertian, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Hipersomnia: Gejala, Penyebeb, Pengobatan, dan Pencegahan

Apa Itu Hipersomnia?

Hipersomnia adalah kondisi di mana seseorang mengalami rasa kantuk dan kelelahan di siang hari sehingga sangat sulit membuat dirinya tetap terjaga. Kondisi ini terjadi walaupun orang tersebut sudah tidur dengan cukup sebelumnya.

Penderita hipersomnia atau excessive daytime sleepiness (EDS) dapat merasakan kantuk di manapun dan mungkin tertidur kapan saja, seperti di tempat kerja, saat sedang duduk, menonton TV, atau bahkan mengemudi. Mereka juga cenderung sering lelah, tidak berenergi, sulit konsentrasi, atau berpikir jernih.

National Sleep Foundation melaporkan bahwa terdapat hingga 40% orang yang mengalami gejalanya dari waktu ke waktu. Kondisi ini lebih umum dialami pada laki-laki daripada wanita.

Gejala Hipersomnia

Gejala utamanya adalah kelelahan konstan. Penderitanya dapat tidur siang sepanjang siang, tapi tetap mengantuk nantinya. Beberapa gejala lainnya yaitu:

  • Selalu mengantuk
  • Bisa tidur sangat lama dan sulit dibangunkan
  • Tidak berenergi
  • Lekas marah
  • Tidak bergairah
  • Gelisah
  • Tidak napsu makan
  • Berbicara lambat
  • Gangguan konsentrasi
  • Sulit mengingat

Penderita hipersomnia sebenarnya dapat bangun atau membuat dirinya tetap terjaga dan beraktivitas di siang hari, namun mereka akan cenderung merasa kelelahan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila Anda selalu merasa mengantuk, tidak bergairah, lelah, dan gelisah di siang hari. Terlebih lagi, apabila rasa kantuk tersebut mengganggu aktivitas dan produktivitas Anda setiap hari.

Anda juga harus berkonsultasi bila gangguan rasa kantuk di siang hari ini didasari oleh kondisi medis tertentu seperti gangguan tidur narkolepsi, sleep apnea, depresi, atau cedera kepala, dan lainnya.

Penyebab Hipersomnia

Penyebabnya tergantung pada jenis hipersomnia, yaitu jenis primer dan sekunder. Berikut ini beberapa penyebab yang paling umum:

  • Genetika
  • Depresi
  • Kelebihan berat badan
  • Gangguan tidur narkolepsi, mengantuk di siang hari
  • Kurang tidur di malam hari
  • Cedera kepala
  • Penyakit neurologis tertentu seperti multiple sclerosis atau penyakit Parkinson
  • Efek samping obat penenang atau antihistamin
  • Gangguan pernapasan saat tidur (sleep apnea)

Kondisi ini berbeda dengan narkolepsi, yaitu serangan tidur mendadak yang tidak dapat dicegah akibat gangguan neurologis. Sementara itu, penderita hipersomnia masih dapat mencegah serangan tidur dan kantuk namun akan terlihat kelelahan. Kondisi ini juga cenderung sering terjadi pada pengguna narkoba atau alkohol.

Faktor Risiko Hipersomnia

Beberapa penderita penyakit tertentu rentan mengalami kondisi berupa rasa kantuk di siang hari, seperti:

  • Penyakit jantung
  • Gangguan otak tertentu
  • Fungsi tiroid yang rendah
  • Kondisi ginjal
  • Depresi atipikal

American Sleep Association juga menyatakan laki-laki lebih banyak memiliki kondisi ini daripada wanita. Setiap orang mungkin mengalami gejala ini dari waktu ke waktu karena jadwal dan pola tidur yang tidak teratur.

Diagnosis Hipersomnia

Dokter akan bertanya seputar kebiasaan tidur Anda sehari-hari seperti berapa jam Anda tidur dan kapan saja Anda tidur.

Umumnya, dokter akan melakukan diagnosis dengan beberapa metode, termasuk:

  • Sleep Diary: Catatan atau rekaman pola tidur Anda setiap hari.
  • Skala Kantuk Epworth: Menggunakan alat medis untuk menilai keparahan tingkat kantuk Anda.
  • Tes Latensi Tidur Berganda: Memantau pola dan jenis tidur Anda di siang hari.
  • Polysomnogram: Anda akan tidur di sebuah tempat khusus yang memiliki mesin untuk memonitor aktivitas otak, detak jantung, kadar oksigen, sistem pernapasan, serta gerakan mata selama Anda tidur.

Dokter mungkin juga akan melakukan wawancara seputar masalah emosional dan kesehatan mental Anda, atau bila Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Baca Juga: 10 Akibat Tidur dengan Lampu Menyala dan Tips Tidur Sehat

Jenis Hipersomnia

Ada dua jenis gangguan rasa kantuk di siang hari, yaitu:

  • Hipersomnia Primer: Disebabkan oleh gangguan otak yang bertugas untuk mengontrol fungsi bangun dan tidur.
  • Hipersomnia Sekunder: Disebabkan oleh kelelahan akibat kurang tidur. Misalnya pada penderita sleep apnea yang harus bangun beberapa kali saat tidur malam, sehingga mereka akan mengantuk di siang hari.

Kedua jenis gangguan rasa kantuk tersebut memiliki perawatan yang berbeda-beda. Selain itu, dokter juga akan menanganinya sesuai dengan tingkat keparahan gejala yang Anda alami.

Cara Mengatasi Hipersomnia

Berikut ini beberapa opsi cara mengatasi hipersomnia:

1. Perubahan Gaya Hidup

Dokter akan memberi saran seputar jadwal tidur Anda agar teratur. Dokter juga akan menyarankan untuk konsumsi makanan bergizi tinggi, membuat jadwal harian, olahraga, dan menghindari alkohol agar energi Anda tetap terjaga dan bisa lebih produktif.

2. Obat-obatan

Dokter mungkin akan memberi resep obat-obatan, seperti:

  • Amfetamin
  • Methylphenidate (Concerta, Metadate CD, Metadate ER, Methylin, Methylin ER, Ritalin, Ritalin LA, Ritalin-SR)
  • Modafinil (Provigil)

Obat lain yang digunakan untuk mengobati hipersomnia meliputi:

  • Clonidine (Catapres)
  • Levodopa (Larodopa)
  • Bromokriptin (Parlodel)
  • Antidepresan
  • Penghambat monoamine oxidase
  • Provigil
  • Xyrem

Obat-obatan tersebut berperan sebagai stimulan agar Anda tidak mengantuk dan lebih berenergi. Dokter mungkin akan meresepkan obat lain atau obat kombinasi. Cara menghilangkan hipersomnia tergantung pada penyebabnya.

Cara Mencegah Hipersomnia

Tidak ada cara mencegah rasa kantuk, namun Anda dapat mengelolanya dengan menjaga pola hidup dengan baik. Ciptakan jadwal dan lingkungan tidur yang teratur dan mungkin buat daftar aktivitas harian Anda agar hidup Anda lebih terkontrol. Selain itu, hindari konsumsi obat-obatan yang menyebabkan kantuk di siang hari.

Itulah pembahasan lengkap tentang cara menghilangkan hipersomnia, penyebab, gejala, dan pencegahannya. Hipersomnia adalah kondisi di mana seseorang mengalami rasa kantuk di siang hari dan cenderung kelelahan serta ingin tidur siang. Kondisi ini mungkin didasari atas kebiasaan tidur atau kondisi medis tertentu.

 

  1. Stubblefield, Heaven. 2019. Hypersomnia. https://www.healthline.com/health/hypersomnia. (Diakses pada 30 Juli 2020).
  2. WebMD. 2019. Sleep and Hypersomnia. https://www.webmd.com/sleep-disorders/hypersomnia. (Diakses pada 30 Juli 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi