Terbit: 8 Maret 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Hiperpituitarisme yaitu kondisi ketika kelenjar pituitari atau hipofisis memproduksi hormon secara berlebihan. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Hiperpituitarisme: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Hiperpituitarisme?

Hiperpituitarisme adalah kondisi di mana kelenjar pituitari terlalu aktif memproduksi satu atau lebih hormon. Kelenjar pituitari menghasilkan hormon yang mengatur beberapa fungsi utama tubuh meliputi pertumbuhan, tekanan darah, metabolisme, dan fungsi seksual.

Gejala Hiperpituitarisme

Gejala bervariasi berdasarkan kondisi yang ditimbulkannya. Berikut beberapa gangguan yang terkait dengan kelenjar pituitari yang terlalu aktif, dan masing-masing gejala tergantung pada hormon apa yang mengalami peningkatan produksi, di antaranya:

Gejala sindrom Cushing mungkin termasuk:

  • Lemak berlebih pada tubuh bagian atas.
  • Jumlah rambut wajah yang tidak biasa pada wanita.
  • Mudah memar.
  • Tulang mudah patah atau rapuh.
  • Tanda kerutan perut yang berwarna ungu atau merah muda.

Selain itu, gejala gigantisme atau akromegali yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Tangan dan kaki yang membesar.
  • Wajah membesar.
  • Daging tumbuh.
  • Bau badan dan keringat berlebih.
  • Kelemahan.
  • Suara yang terdengar parau.
  • Sakit kepala.
  • Lidah membesar.
  • Nyeri sendi dan gerakan terbatas.
  • Dada barel atau barrel chest.
  • Haid tidak teratur.
  • Disfungsi ereksi.

Gejala galaktorea atau prolaktinoma mungkin termasuk:

  • Payudara menghasilkan ASI pada wanita yang tidak hamil.
  • Disfungsi reproduksi.
  • Haid tidak teratur atau siklus haid berhenti.
  • Infertilitas.
  • Dorongan seksual rendah.
  • Disfungsi ereksi.
  • Tingkat energi yang rendah.

Pada kondisi hipertiroidisme, gejala yang bisa terjadi adalah:

  • Kecemasan atau kegugupan.
  • Detak jantung cepat.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Kelelahan.
  • Kelemahan otot.
  • Penurunan berat badan.

Baca Juga: 8 Ciri Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening Stadium 1

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera konsultasi dengan dokter jika Anda mengalami salah satu gejala berikut ini, antara lain:

  • Pertumbuhan rambut yang berlebihan pada wajah dan tubuh, khususnya jika terjadi pada wanita.
  • Kehilangan penglihatan atau penglihatan ganda.
  • Berkeringat berlebihan.
  • Dorongan seks menurun.
  • Kelesuan.
  • Sakit kepala.
  • Kelemahan otot.
  • Mudah memar.

Penyebab Hiperpituitarisme

Gangguan pada kelenjar pituitari kemungkinan besar disebabkan oleh tumor. Jenis tumor yang disebut adenoma dan bersifat nonkanker ini dapat menyebabkan kelenjar memproduksi hormon secara berlebihan.

Penyebab tumor jenis ini tidak diketahui. Namun, penyebab tumor umumnya disebabkan oleh kondisi turun-temurun. Dalam beberapa kasus, tumor hipofisis dapat disebabkan oleh kondisi bawaan yang dikenal sebagai multiple endocrine neoplasia type 1 (MEN1).

Kelainan ini juga menyebabkan tumor jinak pada pankreas dan kelenjar paratiroid. Dalam kasus yang jarang terjadi, tumor jinak atau kelainan hipotalamus mungkin menjadi penyebab yang mendasari.

Diagnosis Hiperpituitarisme

Pada dasarnya, diagnosis yang dilakukan tergantung pada gejala dan riwayat kesehatan. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan gejala apa pun yang Anda alami. Dokter mungkin menyarankan untuk melakukan tes laboratorium untuk mengukur kadar hormon dalam darah atau urine

Tes lain mungkin diperlukan tergantung pada gangguan mendasar yang mungkin ada, misalnya:

  • Jika diduga ada prolaktinoma, tes akan dilakukan untuk mengukur kadar prolaktin dalam darah. Hipotiroidisme (tiroid yang kurang aktif) juga dapat menyebabkan peningkatan kadar prolaktin, jadi tes harus dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan ini.
  • Dalam kasus akromegali, kadar hormon pertumbuhan atau growth hormone (GH) dalam darah biasanya meningkat. Tingkat GH dapat berubah seiring waktu karena kelenjar pituitari mengeluarkan hormon secara cepat. Sering kali tes toleransi glukosa oral dilakukan untuk mendiagnosis akromegali. Orang sehat mengalami penurunan kadar GH darah setelah minum glukosa, tidak seperti orang dengan akromegali.
  • Dalam kasus sindrom Cushing, tes dapat dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lain, seperti tumor pada kelenjar adrenal atau penggunaan obat glukokortikoid. Tes lain termasuk high-dose dexamethasone suppression test dan pengambilan sampel darah khusus, di mana sampel darah diambil dari pembuluh darah sinus yang mengalirkan darah dari kelenjar pituitari.
  • Jika tes laboratorium menunjukkan adanya tumor, tes pencitraan radiologis akan dilakukan untuk menentukan ukuran dan lokasi tumor. Biasanya magnetic resonance imaging (MRI) lebih sensitif dalam kasus ini daripada computerized tomography (CAT) scan. CAT scan dapat digunakan dengan pasien yang tidak dapat menjalani MRI, seperti pasien dengan alat pacu jantung atau implan.

Dokter mungkin menggunakan satu atau kombinasi dari tes ini untuk menghasilkan diagnosis yang tepat.

Pengobatan Hiperpituitarisme

Perawatan dapat bervariasi berdasarkan diagnosis spesifik dari kondisi yang ditimbulkannya. Beberapa perawatan yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

Obat-obatan

Jika tumor menyebabkan keadaan ini, pengobatan dapat digunakan untuk mengecilkannya. Hal itu dapat dilakukan sebelum operasi untuk pengangkatan tumor. Obat juga dapat digunakan pada tumor jika operasi bukan pilihan.

Kondisi yang mungkin memerlukan pengobatan untuk penanganan meliputi:

  • Prolaktinoma. Konsumsi obat yang dapat menurunkan kadar prolaktin.
  • Akromegali atau gigantisme. Konsumsi obat yang dapat menurunkan jumlah hormon pertumbuhan.

Pembedahan

Pembedahan dilakukan untuk mengangkat tumor dari kelenjar pituitari. Jenis operasi ini disebut transsphenoidal adenomectomy. Dokter akan membuat sayatan kecil di bibir atas atau hidung. Sayatan ini memungkinkan dokter bedah mencapai kelenjar pituitari dan mengangkat tumor.

Radiasi

Radiasi adalah pilihan lain jika Anda tidak dapat menjalani operasi untuk mengangkat tumor. Metode ini juga dapat membantu menghilangkan jaringan tumor yang mungkin tertinggal dari operasi sebelumnya. Selain itu, radiasi dapat digunakan untuk tumor yang tidak merespons obat-obatan. Ada dua jenis radiasi yang dapat digunakan:

  • Terapi radiasi konvensional. Dosis kecil diberikan selama periode empat hingga enam minggu. Jaringan di sekitarnya dapat rusak selama jenis terapi radiasi ini.
  • Terapi stereotaktik. Radiasi dosis tinggi akan langsung ditujukan ke tumor. Metode ini biasanya dilakukan dalam satu sesi. Jika dilakukan dalam satu sesi, kecil kemungkinan kerusakan jaringan di sekitarnya. Usai melakukan metode ini, Anda mungkin memerlukan terapi penggantian hormon yang berkelanjutan.

Komplikasi Hiperpituitarisme

Penyakit hiperpituitarisme dapat menyebabkan beberapa kondisi berbeda. Beberapa kondisi tersebut meliputi:

  • Sindrom Cushing.
  • Gigantisme atau akromegali.
  • Galaktorea atau prolaktinoma.
  • Hipertiroidisme.

Pada dasarnya, komplikasi bisa bervariasi tergantung kondisi yang ditimbulkannya. Salah satu komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi untuk mengangkat tumor adalah memiliki kebutuhan berkelanjutan untuk mengonsumsi obat terapi penggantian hormon.

 

  1. Anonim. Pituitary Gland : Hyperpituitarism (Overactive Pituitary Gland). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15173-pituitary-gland–hyperpituitarism-overactive-pituitary-gland. (Diakses pada 8 Maret 2021).
  2. Anonim. ?Hyperpituitarism. https://hospitals.aku.edu/pakistan/diseases-and-conditions/Pages/hyperpituitarism.aspx. (Diakses pada 8 Maret 2021).
  3. Wells, Diana. 2018. Hyperpituitarism. https://www.healthline.com/health/hyperpituitarism#diagnosis. (Diakses pada 8 Maret 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi