Mudah, Ini 4 Tips agar Bisa Makan Gorengan Tanpa Sakit Tenggorokan!

doktersehat gorengan
photo credit: tastemade

DokterSehat.Com– Seberapa sering Anda mengonsumsi gorengan? Ya, sajian yang satu ini seakan tidak bisa dilepaskan dari berbagai waktu makan, ya.

Gorengan cocok sebagai teman minum di pagi hari, dimakan saat siang hari yang panas, atau dikonsumsi saat sore hari, bukan? Selain nikmat, cara pembuatan ataupun cara memperolehnya yang cukup mudah membuat kita jadi sering mengonsumsi gorengan.

Karena kemudahan, rasa yang nikmat dan cocok dikonsumsi untuk pada banyak waktu dan sajian makanan, konsumsi gorengan kerap berlebihan sehingga menyebabkan beberapa gangguan pada tubuh.

doktersehat-faringitis-tenggorokan-sakit-1024Salah satu yang paling sering terjadi dan bisa disebut tergolong ringan adalah terjadinya gangguan tenggorokan.

Hal ini bisa terjadi karena umumnya gorengan dikonsumsi tidak sesuai porsi kebutuhan, dengan jenis bahan yang kurang tepat dan bahan makanan pendamping yang meningkatkan risiko gangguan tenggorokan.

Hal ini tentu sebaiknya kita waspadai agar tidak lagi mengalami gangguan tenggorokan saat mengonsumsi gorengan.

Lantas, apa saja sih yang harus kita perhatikan saat mengonsumsi gorengan agar terhindar dari gangguan sakit tenggorokan? Yuk, sama-sama kita simak penjelasannya di bawah ini:

1. Gunakan minyak baru, bukan minyak yang sudah digunakan berulang

Salah satu faktor utama yang paling mudah menyebabkan terjadinya gangguan tenggorokan, utamaya peradangan pada tenggorokan, akibat konsumsi gorengan adalah penggunaan minyak yang kurang sehat.

Hal ini disebabkan penggunaan minyak yang berulang cenderung memiliki kandungan lemak jenuh yang meningkat. Jika dikonsumsi, maka minyak jenuh yang kadarnya tinggi dalam tubuh, bisa membuat tenggorokan meradang.

Untuk itu, usahakan Anda selalu menggunakan minyak baru saat akan menggoreng gorengan. Hal ini akan efektif mencegah terjadinya penumpkan kadar lemak pada minyak.

Agar bisa mendapatkan manfaat ini, Anda tentu sebaiknya membuat gorengan sendiri karena penggunaan minyaknya bisa dikontrol, bukan?

2. Isi bahan baku gorengan dengan bahan yang rendah lemak

Apa isi dalam gorengan yang biasanya Anda konsumsi? Jika Anda biasanya memilih gorengan dengan isian daging atau telur, apalagi yang diolah dengan metode yang menggunakan banyak minyak, maka sebaiknya Anda mulai mengganti isi bahan baku gorengan pilihan Anda.

Isi bahan baku gorengan dari protein hewani mengandung kadar lemak yang tinggi. Hal ini juga akan berkontribusi pada asupan lemak dalam tubuh sehingga meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada tenggorokan.

Usahakan agar Anda memilih gorengan dengan isi, misalnya lumpia, yang berisi sayuran rebung, wortel, atau tauge yang direbus, bukannya lauk protein hewani, ya.

3. Pilih saus atau cocolan yang sehat

Gorengan tanpa saus sambal atau saus petis, tentu tidak sedap rasanya. Sayangnya, jika pemilihan jenis sausnya tidak tepat, Anda justru berisiko mengalami gangguan tenggorokan, lho.

Hal ini disebabkan penggunaan bahan pengawet berlebihan atau bahan baku saus yang kurang higienis.

doktersehat-gorengan-sehat-buka-puasa
Photo Credit: Flickr.com/Christine Rondeau

Untuk itu, usahakan jika Anda akan menggunakan saus saat akan mengonsumsi gorengan, pilih atau buatlah saus dari bahan alami yang terjamin kebersihanya, ya.

4. Jangan konsumsi dengan minuman bersuhu ekstrem

Mengonsumsi gorengan dengan minuman kopi dan atau teh bersuhu panas, atau minuman dingin dengan penambahan banyak es batu, meningkatkan risiko gangguan tenggorokan.

dokter-sehat-teh-panas-asap-minuman-kopiHal ini disebabkan minuman bersuhu ekstrem yang dikonsumsi bersamaan dengan makanan berlemak akan mudah mengiritasi tenggorokan.

Perbedaan suhu yang cukup ekstrem pada minuman dan asupan lemak sebaiknya dihindari. Agar lebih sehat, pilih air putih atau jus buah dengan suhu yang mirip dengan suhu tubuh, ya.

Nah, itu dia 4 cara agar tidak mengalami gangguan tenggorokan saat mengonsumsi gorengan. Meskipun telah melakukan 4 cara di atas, Anda harus tetap membatasi porsi gorengan tidak lebih dari 5 porsi dalam sehari, ya.