Sering Salah! Begini Cara Kompres Anak Saat Demam

doktersehat-cara-kompres-anak-demam

DokterSehat.Com – Demam merupakan bagian dari respons tubuh dalam mengatasi penyakit. Pada saat demam, badan sedang berusaha mengatasi penyakit. Beberapa penyakit yang diawali dengan gejala demam, yaitu demam berdarah, campak, rubela, dan batuk pilek dalam berbagai tingkat keganasan.

Ketika anak panas, segera kompres anak agar demamnya cepat mereda. Kini sudah banyak kompres penurun panas yang praktis dan dapat dibeli di apotek. Sayangnya, masih banyak yang tidak tahu cara mengompres demam yang benar.

Perlu Anda tahu:

Kalau cara mengompres anak salah, suhu tubuh malah akan semakin tinggi dan demam akan semakin parah.

Dr. Herbowo Soetomenggolo Sp.A menjelaskan bahwa turun atau tidaknya demam dipengaruhi banyak hal terutama penyebab demam itu sendiri. “Kompres hangat minimal dapat membuat anak lebih nyaman dan hampir 90 persen berhasil menurunkan demam,” Herbowo menerangkan.

Cara Kompres Anak Bukan di Jidat!

Perlu Anda perhatikan:

Cara kompres anak panas yang benar adalah menggunakan air hangat dan bukan pakai air dingin. “Es malah meningkatkan suhu tubuh,” ujar Karyanti saat ditemui di Balai Kota Jakarta beberapa waktu lalu.

Apa alasannya?

Kompres demam dengan air hangat malah akan membuka pori-pori, sehingga panas pada tubuh bisa keluar melalui pori-pori tersebut. Kompres puin sebaiknya dilakukan sekitar 15 menit.

Cara megompres demam yang selama ini dilakukan adalah meletakkan di kening. Perlu dipahami juga bahwa kompres penurun panas yang efektif adalah dengan meletakannya di daeah lipatan, seperti ketiak dan paha.

“Kepala kurang efektif karena terhalang tulang tengkorak. Jadi, paling efektif di lipatan-lipatan pembuluh darah besar. Di situ pembuluh darah lewat terjadi penguapan. Tujuannya, agar panas keluar lewat pori-pori tubuh,” terang Ketua Divisi Infeksi dan Pediatri Tropik Departemen Ilmu Kesehatan FKUI ini.

Sebagian besar ibu salah kaprah dalam menggunakan kompres penurun panas. Cara kompres anak panas yang benar adalah menggunakan hangat atau air suam kuku. “Kompres dengan air dingin tidak digunakan lagi karena hanya menurunkan demam sesaat dan justru akan menimbulkan demam lebih tinggi setelahnya,” Herbowo mengingatkan.

Kesalahan car mengompres demam yang ibu lakukan adalah mengompres di jidat. Herbowo juga mengingatkan prinsip kompres hangat, membuat seluruh reseptor demam di tubuh menyadari anak sedang mengalami lonjakan suhu.

Tubuh merespons demam dengan mengeluarkan zat-zat yang bisa menurunkan demam. Perlu diketahui bahwa reseptor demam kita ada di seluruh permukaan kulit.

“Bukan di kening saja. Saat menghangatkan seluruh permukaan kulit, terjadi pelebaran pembuluh darah di seluruh kulit, sehingga aliran darah bertambah dan panas tubuh makin cepat dibuang ke udara,” urainya.

Cara Kompres Anak Panas yang Benar

Kompres anak akan sangat mujarab jika dilakukan dengan benar. Caranya?

Cara kompres demam anak yang benar adalah dengan menyeka seluruh tubuhnya atau dengan cara menyuruh anak berendam di air hangat atau air suam kuku.

Anda pernah mendengar pertolongan pertama dengan kompres alkohol? Sebaiknya metode ini Anda abaikan karena dapat menimbulkan efek toksik (keracunan-red) pada anak.

Demam bukan sesuatu yang berbahaya, namun yang patut diantisipasi justru kondisi sesudah demam berlangsung. Segala tindakan dalam menangani demam berpusat bukan pada seberapa banyak demam dapat ditekan, tetapi bagaimana pasien nyaman meskipun sempat kejang pada 24 jam pertama.

“Penelitian menunjukkan, kejang demam tetap ada meski demam diturunkan. Kejang demam terjadi pada awal perubahan suhu yang mendadak. Hanya terjadi pada 2 sampai 4 persen populasi anak demam alias kasus langka. Kejang tidak menimbulkan kematian, cacat, serta tidak menurunkan tingkat inteligensi,” paparnya.

Cara mengompres demam memang sederhana dan tergolong sepele. Anda hanya membutuhkan air, wadah, dan sehelai kain. Sesederhana itu, namun manfaat kompres tidak main-main.

Jurnal dari Sullivan JE dan Farrar HC bertajuk Fever and Antipyretic Use in Children menyebut, pada saat demam kebutuhan cairan meningkat sampai 1,5 kali dari kebutuhan normal. Apabila kekurangan cairan, maka demam akan meninggi. Oleh karena itu, setelah dikompres, perbanyak minum air mineral.

Fungsinya untuk menjaga kecukupan cairan dan mencegah timbulnya panas lebih tinggi. Jangan minum minuman yang mengandung kafein (teh, kopi-red) karena akan menyebabkan cairan tertarik keluar melalui kencing sehingga makin kekurangan cairan.

Sebaiknya, sediakan termometer untuk mengantisipasi datangnya demam. Jika tubuh anak Anda sudah terlihat lemas segeralah bawa ke rumah sakit. Jangan tunggu sampai suhu badan bertambah tinggi.

“Tidak ada suhu maksimal yang ditentukan. Jika anak Anda tidak mau minum banyak, sehingga terlihat lemah atau terdapat tanda-tanda dehidrasi, segeralah bawa ke rumah sakit. Selain itu, jika terdapat tanda gawat lainnya seperti sesak, kejang yang tidak berhubungan langsung dengan demam, jangan ditunda-tunda,” Herbowo mengimbau.

Jika sudah dikompres, biarkan anak beristirahat. Jangan bangunkan anak hanya untuk memberinya obat penurun panas. Makin banyak beristirahat, makin cepat sembuh. Hal lain yang patut dicamkan, tidak ada korelasi antara demam dan makanan pantangan.

“Selama demam dan sakit, metabolisme akan terganggu. Sebaiknya mengonsumsi makanan yang lunak sehingga mudah dicerna. Satu lagi, hindari pemakaian baju berlapis dan selimut tebal karena itu malah menyulitkan kulit untuk melakukan pertukaran panas dengan udara,” pungkas Herbowo.