Terbit: 3 September 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Hidrosefalus tekanan normal adalah penumpukan cairan serebrospinal di bagian otak. Kondisi ini dapat membahayakan otak! Ketahui informasi selengkapnya mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya di bawah ini.

Hidrosefalus Tekanan Normal: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Hidrosefalus Tekanan Normal?

Normal pressure hydrocephalus (NPH) atau hidrosefalus tekanan normal adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh memiliki terlalu banyak cairan serebrospinal di bagian otak. Serebrospinal adalah cairan bening yang bersirkulasi di otak dan sumsum tulang belakang yang berfungsi melindunginya dari kerusakan.

Kelebihan cairan serebrospinal terjadi karena tubuh tidak dapat mengalirkan dan menyerap cairan dengan baik. Penumpukan cairan ini dapat membahayakan kesehatan otak. Penyakit ini paling sering terjadi pada lansia di atas usia 60 tahun.

Perbedaan antara NPH dan bentuk hidrosefalus lainnya adalah meskipun jumlah serebrospinal lebih banyak dari biasanya, tekanan di dalam ventrikel di otak tetap sama. Penumpukan cairan menyebabkan sejumlah gejala seiring waktu.

Tanda dan Gejala Hidrosefalus Tekanan Normal

Gejala penyakit ini awalnya bisa sangat ringan, tetapi akan semakin memburuk secara bertahap. Gejalanya utamanya terbagi menjadi tiga di antaranya:

  • Demensia. Gejala yang ditimbulkan biasanya mengalami kebingungan, kehilangan memori jangka pendek, kesulitan konsentrasi, perubahan suasana hati (mood), dan kurangnya minat dalam aktivitas sehari-hari.
  • Penurunan keterampilan berpikir. Ini meliputi berkurangnya proses berpikir secara keseluruhan, sikap apatis, gangguan perencanaan dan pengambilan keputusan, penurunan konsentrasi, dan perubahan kepribadian dan perilaku.
  • Kesulitan berjalan. Gangguan ini bisa ringan atau berat. Dalam banyak kasus, penderita NPH mengalami kesulitan untuk berdiri sendiri. Beberapa orang mungkin mengalami perasaan seperti kaki menempel di lantai. Kondisi ini menyebabkan berjalan terseok-seok dan masalah saat menaiki tangga dan trotoar. Kondisi ini meningkatkan risiko terjatuh.
  • Gangguan berkemih. Gangguan ini termasuk inkontinensia urine (ketidakmampuan menahan kencing), sering buang air kecil, dan perasaan ingin buang air kecil yang kuat.

Baca Juga: Demensia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Beberapa orang berpikir bahwa kehilangan ingatan, kesulitan mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan, masalah berjalan, atau masalah buang air kecil adalah bagian normal dari penuaan.

Dalam banyak kasus, kondisi ini adalah gejala kondisi yang dapat diobati. Salah satu masalah ini atau perubahan suasana hati atau perilaku harus segera ke dokter.

Penyebab Hidrosefalus Tekanan Normal

NPH dapat terjadi karena kelebihan cairan di ventrikel otak. Kondisi ini dapat disebabkan oleh:

  • Cedera di kepala.
  • Pendarahan di sekitar otak akibat pukulan di kepala.
  • Tumor otak.
  • Meningitis (infeksi pada lapisan pelindung jaringan di sekitar otak).
  • Stroke.
  • Operasi otak.

Namun, penyebabnya sering kali tidak diketahui. Kelebihan cairan yang menumpuk di ventrikel dapat menekan jaringan otak di dekatnya. Cairan dan tekanan berlebih ini dapat menyebabkan kerusakan otak.

Faktor Risiko Hidrosefalus Tekanan Normal

Sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami NPH, di antaranya:

  • Lansia berusia di atas 60 tahun.
  • Mengalami infeksi otak.
  • Memiliki riwayat cedera kepala.
  • Memiliki tumor otak.
  • memiliki riwayat operasi otak.

Diagnosis Hidrosefalus Tekanan Normal

Gejala NPH mirip dengan penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson, sehingga NPH sering kali salah didiagnosis. Tiga ciri khas gejala NPH dianggap sebagai kondisi yang ringan, tetapi tidak semua orang yang mengalami NPH mengalami ketiga gejala tersebut.

Dokter akan menanyakan kondisi medis yang sedang atau pernah dialami. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara rinci untuk mendokumentasikan kondisi dan mengenyampingkan gangguan kesehatan lain yang mungkin menyebabkan gejala serupa.

Selain itu, dokter mungkin akan melakukan tes tambahan guna memastikan diagnosis hidrosefalus tekanan normal, di antaranya:

  • CT (computed tomography) scan kepala. Pemindaian ini mirip dengan sinar-X tetapi memberikan gambaran otak 3 dimensi yang lebih rinci. Tes ini tidak dapat memastikan diagnosis NPH, tetapi menunjukkan pembesaran ventrikel atau perubahan lain yang menunjukkan NPH.
  • MRI kepala. Pemindaian menggunakan sinyal radio dan magnet yang kuat untuk membuat gambaran secara rinci pada otak.
  • Lumbar puncture (spinal tap). Prosedur ini melibatkan pengukuran tekanan cairan serebrospinal dan mengeluarkan beberapa cairan dari area sekitar sumsum tulang belakang di punggung bawah sehingga bisa dianalisis kelainan yang mungkin dapat memberikan petunjuk tentang masalah tersebut.

Pengobatan Hidrosefalus Tekanan Normal

Hidrosefalus tekanan normal umumnya tidak dapat disembuhkan. Ini adalah kondisi jangka panjang. Namun, banyak orang dengan kondisi mendapatkan bantuan yang signifikan melalui operasi.

Bagi mereka yang tidak disarankan untuk operasi, pengobatan terdiri dari langkah-langkah untuk meringankan suasana hati dan masalah perilaku, mengatasi masalah fisik seperti masalah buang air kecil, kesulitan berjalan, dan memaksimalkan fungsi fisik, mental, dan sosial.

Operasi

NPH tidak disebabkan oleh kelainan struktural apa pun seperti tumor otak. Dalam kebanyakan kasus, masalah yang mendasarinya tidak diketahui atau tidak dapat diobati. Perawatan kondisi ini adalah operasi shunt. 

Shunt adalah selang tipis yang ditanamkan di otak oleh oleh dokter bedah saraf. Selang dimasukkan ke dalam ventrikel untuk mengalirkan kelebihan cairan serebrospinal dari otak. Selang tersebut dipasang di bawah kulit dari kepala ke perut bagian bawah.

Shunt dilengkapi dengan katup yang terbuka untuk mengeluarkan cairan saat tekanan meningkat. Cairan mengalir dan kemudian diserap oleh aliran darah.

Operasi shunt tidak dapat mengobati penyebab yang mendasari NPH, tetapi hanya meredakan gejalanya. Shunt dapat dipasang tanpa batas waktu.

Komplikasi

Jika dibiarkan tanpa meredakan gejalanya, NPH dapat menyebabkan komplikasi berikut:

  • Kesulitan berjalan.
  • Kesulitan berpikir.
  • Kehilangan kontrol kandung kemih.

Pencegahan Hidrosefalus Tekanan Normal

Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah NPH. Namun, gaya hidup sehat seperti tidak merokok, menjaga berat badan sehat, dan olahraga teratur, dapat membantu menghindari kondisi seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, diabetes, dan stroke yang mungkin meningkatkan risiko NPH.

Mengenakan helm, sabuk pengaman ketika berkemudi juga dapat membantu menghindari cedera kepala, penyebab lain dari NPH.

 

  1. Anonim. 2018. Normal Pressure Hydrocephalus (NPH): Diagnosis and Tests. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15849-normal-pressure-hydrocephalus-nph/diagnosis-and-tests. (Diakses pada 3 September 2020)
  2. Anonim. 2020. Normal Pressure Hydrocephalus. https://www.webmd.com/brain/normal-pressure-hydrocephalus#1. (Diakses pada 3 September 2020)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. Normal Pressure Hydrocephalus. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/hydrocephalus/normal-pressure-hydrocephalus. (Diakses pada 3 September 2020)
  4. Aninim. 2020. Normal Pressure Hydrocephalus. https://www.alz.org/alzheimers-dementia/what-is-dementia/types-of-dementia/normal-pressure-hydrocephalus. (Diakses pada 3 September 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi