Terbit: 26 Agustus 2019 | Diperbarui: 8 Agustus 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Terdapat bukaan pada otot diafragma yang disebut dengan hiatus. Kondisi hiatus yang terbuka terlalu lebar dapat menyebabkan kondisi medis tertentu seperti hernia hiatus atau hiatal hernia. Hiatal hernia adalah kondisi di mana lambung terdorong ke atas hingga melewati hiatus ini. Ketahui selengkapnya tentang hiatus hernia mulai dari penyebab, gejala, dan cara mengatasinya berikut ini!

Hiatal Hernia: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Apa Itu Hiatal Hernia?

Hiatal hernia atau dikenal juga dengan hernia hiatus adalah kondisi di mana oragan bagian atas perut yang biasanya adalah lambung terdorong ke atas melalui diafragma dan masuk ke daerah dada.

Diafragma merupakan otot besar yang berada di antara perut dan dada. Otot diafragma berfungsi untuk membantu kita bernapas. Diafragma juga membantu organ perut tetap pada tempatnya dan memisahkannya dengan jantung dan paru-paru yang ada di rongga dada.

Lambung seharusnya terletak di bawah diafragma, namun pada penyakit hernia hiatus, sebagian lambung terdorong ke atas melalui otot. Bukaan yang dilewati oleh otot lambung ini disebut dengan hiatus.

Penyebab Hiatal Hernia

Penyebab hiatus hernia tidak diketahui secara pasti. Kondisi ini sering terjadi pada orang tua  akibat melemahan otot diafragma sehingga bagian lambung yang besar tidak kembali pada posisi normalnya di bawah diafragma saat proses menelan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Selain itu, tekanan pada diafragma juga dapat menjadi salah satu penyebab yang potensial, terutama jika tekanan terjadi berulang-ulang. Berikut adalah beberapa penyebab hiatus hernia yang mungkin terjadi:

  • Cedera yang menyebabkan melemahnya jaringan otot.
  • Batuk
  • Muntah
  • Mengejan saat buang air besar
  • Mengangkat benda berat
  • Kelainan genetik yang membuat seseorang terlahir dengan hiatus berukuran besar dan tidak normal.

Faktor Risiko Hiatal Hernia

Selain penyebab hiatal hernia di atas, terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini. Faktor risiko hernia hiatal adalah termasuk:

  • Obesitas
  • Usia di atas 65 tahun
  • Perokok
  • Asites (terdapatnya cairan di dalam perut)
  • Kehamilan
  • Truma tumpul pada perut

Jenis Hiatal Hernia

Umumnya hiatal hernia atau hernia hiatus dibagi menjadi empat tipe. Berikut adalah penjelasan dari keempat tipe jenis hernia tersebut:

1. Hiatal Hernia Tipe 1 (Sliding Hiatal Hernia)

Jenis hiatus hernia ini adalah yang paling umum. Kondisi ini terjadi ketika perut dan kerongkongan masuk dan keluar dari dada melalui hiatus. Hernia ini biasanya cenderung kecil dan tidak menimbulkan gejala apapun, sehingga mungkin tidak juga membutuhkan perawatan medis.

2. Hernia Hiatus Tipe 2 (Hernia Paraesofagus)

Jenis hiatus hernia satu ini tidak biasa dan menyebabkan bagian perut terdorong ke diafragma dan menetap di sana.

Sebagian besar kasus hernia paraesofagus tidak serius, tapi berpotensi menyebabkan aliran darah ke perut menjadi tersumbat. Apabila kondisi ini terjadi, maka dianggap sebagai kondisi kedaruratan medis yang harus segera ditangani, karena jika tidak diatasi maka dapat menyebabkan kerusakan jaringan serius.

3. Hiatal Hernia Tipe 3

Hiatal hernia tipe 3 merupakan gabungan dari hiatal hernia tipe 1 dan 2.

4. Hiatal Hernia Tipe 4

Hiatal hernia tipe 4 merupakan hernia hiatus dengan masuknya organ melalui celah esofagus ke dalam perut bagian belakang dari organ dalam perut selain usus, seperti usus besar, limpa, atau pankreas.

Gejala Hiatal Hernia

Hiatal hernia kecil umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Hiatal hernia yang lebih besar biasanya baru akan menunjukkan gejala. Gejala hiatal hernia adalah termasuk:

  • Nyeri terbakar di dada
  • Naiknya makanan atau cairan dari lambung atau kerongkongan ke mulut
  • Naiknya asam lambung
  • Kesulitan menelan
  • Sesak napas
  • Pendarahan saluran cerna yang ditandai dengan muntah darah atau buang air besar berdarah.

Diagnosis Hiatal Hernia

Pertama-tama dokter akan melakukan wawancara untuk mengetahui gejala dan riwayat kesehatan Anda. Setelah itu dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang mungkin akan dilanjutkan dengan beberapa tes lainnya.

Hiatus hernia sering ditemukan pada tes atau prosedur yang dilakukan untuk menemukan penyebab nyeri terbakar di dada atau nyeri perut bagian atas. Beberapa tes yang dapat membantu diagnosis hiatus hernia adalah seperti:

1. Pemeriksaan Sinar-X

Pemeriksaan sinar-X dari sistem pencernaan bagian atas dapat membantu diagnosis hiatus hernia.

Sinar-X diambil setelah Anda meminum cairan berkapur yang akan melapisi dan mengisi saluran pencernaan Anda. Lapisan ini akan memungkinkan dokter untuk melihat siluet dari kerongkongan, lambung, dan usus bagian atas Anda.

2. Endoskopi Saluran Cerna Bagian Atas

Pemeriksaan selanjutnya yang mungkin dilakukan untuk diagnosis hiatal hernia adalah endoskopi saluran cerna bagian atas.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasukkan tabung tipis dan fleksibel yang dilengkapi dengan kamera yang disebut endoskopi ke dalam kerongkongan dan perut Anda untuk memeriksa adanya peradangan.

3. Manometri Esofagus

Pemeriksaan manometri esofagus dilakukan untuk mengukur kontraksi otot ritmis di kerongkongan saat seseorang menelan. Tes ini juga dapat mengukur koordinasi dan kekuatan dari otot-otot kerongkongan Anda.

Pengobatan Hiatal Hernia dengan Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup dapat dilakukan untuk mengatasi gejala hiatus hernia. Berikut adalah beberapa perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan:

  • Makan lebih sering namun dengan porsi yang lebih kecil.
  • Hindari makanan yang memicu terjadinya rasa panas pada perut atau heartburn, seperti makanan berlemak, saus tomat, alkohol, cokelat, mint, bawang putih, bawang merah, dan kafein.
  • Hindari berbaring setelah makan.
  • Makan paling tidak dua hingga tiga jam sebelum tidur.
  • Pertahankan berat tubuh ideal.
  • Berhenti merokok.
  • Jika berbaring atau tidur, usahakan kepala lebih tinggi dari dada atau perut dengan cara menggunakan bantal agak banyak.

Pengobatan Hiatal Hernia Secara Medis

Pengobatan hiatal hernia bergantung pada gejala yang dialami. Pengobatan dapat meliputi pemberian obat-obatan hingga operasi.

1. Obat-Obatan

Gejala seperti nyeri di dada dan refluks asam dapat diatasi dengan obat-obatan seperti;

  • Antasida yang menetralkan asam lambung.
  • Obat-obatan H-2-receptor blocker, untuk mengurangi produksi asam lambung.
  • Obat-obatan proton pump inhibitors, berguna untuk menghambat produksi asam dan menyembuhkan kerongkongan.

2. Operasi

Hiatal hernia terkadang membutuhkan tindakan operasi, terutama pada kondisi di mana gejala tidak dapat diatasi dengan obat-obatan atau apabila terdapat komplikasi seperti peradangan parah atau penyempitan kerongkongan.

Pembedahan untuk memperbaiki hiatal hernia mungkin melibatkan penarikan lambung ke perut dan membuat lubang di diafragma menjadi lebih kecil, merekonstruksi sfingter esofagus atau mengeluarkan kantung hernia.

Prosedur dapat dilakukan dengan membuat sayatan tunggal di dinding dada, prosedur ini disebut thoracotomy.

Pilihan prosedur lain adalah operasi laparoskopi. Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan kamera kecil dan alat bedah khusus melalui beberapa sayatan kecil di perut. Operasi dilakukan setelah ahli bedah dapat melihat gambar dari dalam tubuh melalui monitor.

 

  1. Delgado, Amanda. 2017. Hiatal Hernia .https://www.healthline.com/health/hiatal-hernia. (Diakses 26 Agustus 2019).
  2. MacGill, Markus. 2019. What to know about hiatal hernia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/311963.php. (Diakses 26 Agustus 2019).
  3. Anonim. 2018. Hiatus hernia. https://www.nhs.uk/conditions/hiatus-hernia/. (Diakses 26 Agustus 2019).
  4. Mayo Clinic Staff. 2019. Hiatal hernia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiatal-hernia/symptoms-causes/syc-20373379. (Diakses 26 Agustus 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi