Terbit: 12 September 2019 | Diperbarui: 13 Mei 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Herniasi otak adalah pergeseran jaringan otak dari posisi satu ke posisi lainnya melalui celah yang akan menyebabkan bahaya bagi kesehatan. Ketahui lebih jelas tentang apa itu herniasi otak, penyebab, gejala, cara mengobati, pecegahan, dll di artikel ini.

Herniasi Otak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Pencegahan, dll

Apa itu Herniasi Otak?

Herniasi otak adalah kondisi dimana jaringan otak, darah dan cairan serebrospinal (CSF) bergeser dari posisi yang seharusnya di tengkorak. Pergeseran jaringan otak umumnya disebabkan oleh pembengkakan kepala karena tumor otak, stroke, dan pendarahan.

Pergeseran jaringan otak ini adalah kondisi medis yang sangat mengancam jiwa karena otak adalah organ inti tubuh yang sangat penting dan kompleks. Penderita penyakit ini harus segera ditangani untuk mengurangi risiko fatal.

Tipe Herniasi Otak

Penyakit pada jaringan otak yang bergeser ini adalah kondisi medis yang dapat mengancam jiwa. Terdapat tiga tipe herniasi otak, yaitu:

1. Subfalcine

Subfalcine adalah tipe pergeseran jaringan otak paling umum terjadi. Subfalcine adalah jaringan otak bergeser ke bawah membran yang disebut falx cerebri yang berada di tengah otak lalu dibawa ke seberang.

2. Transtentorial

Transtentorial adalah tonjolan jaringan otak keluar dari tempurung kepala melalui lekukan tentorial, yang disebabkan oleh peningkatan tekanan intrakranial. Herniasi transtentorial dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Descending Transtentorial: Kondisi medis dimana uncal atau otak bagian samping bergeser ke bagian belakang otak atau posterior fossa.
  • Ascending Transtentorial: Kondisi medis dimana otak kecil dan batang otak bergeser ke atas.

3. Cerebellar Tonsillar

Kondisi ketika cerebellar tonsils atau otak kecil bagian bawah bergeser ke bawah menuju foramen magnum yaitu lubang di dasar otak yang menghubungkan sumsum tulang belakang ke otak. Pergeseran jaringan otak yang paling umum terjadi adalah herniasi Subfalcine dan Descending Transtentorial.

Baca Juga: 7 Gejala Tumor Otak yang Harus Anda Waspadai (Mudah Dikenali)

Penyebab Herniasi Otak

Berikut ini adalah penyebab pergeseran jaringan otak, yaitu:

  • Pembengkakan di otak.
  • Peningkatan tekanan intrakranial atau pembengkakan pada jaringan otak yang memaksa jaringan menjauhi posisi normal.
  • Cedera di kepala yang mengarah pada kondisi Subdural Hematoma atau pendarahan otak di bawah tengkorak, umumnya akibat pukulan keras.
  • Tumor otak.
  • Stroke.
  • Pendarahan otak.
  • Pembengkakan setelah terapi radiasi.
  • Kerusakan pada struktur otak.

Penyebab lainnya yang paling umum terjadi, termasuk:

  • Infeksi bakteri atau jamur.
  • Operasi otak.
  • Hidrosefalus atau kondisi penumpukan cairan di otak.
  • Masalah pembuluh darah seperti aneurisma.
  • Gaya hidup tidak sehat.

Itulah penyebab herniasi otak yang paling umum terjadi. Efek dari cedera kepala parah juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit pada jaringan otak ini.

Ciri-Ciri Herniasi Otak

Kondisi ini merupakan kasus medis darurat yang harus ditangani. Inilah tanda-tanda dan gejala herniasi otak yang harus Anda waspadai, yaitu:

  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Dilatasi pupil
  • Sulit Konsentrasi
  • Tubuh kaku
  • Postur tubuh tidak normal
  • Kejang
  • Tekanan darah tinggi
  • Gagal jantung
  • Hilang kesadaran
  • Koma

Itulah ciri-ciri adanya pergeseran jaringan otak. Konsultasi lebih serius dengan dokter sangat dianjurkan apabila Anda merasakan tanda dan gejala herniasi otak yang telah disebutkan diatas. Perlu diingat bahwa kondisi pergeseran jaringan otak adalah kondisi medis yang sangat darurat dan serius, tindakannya harus cepat dan tepat.

Baca Juga: Tumor Otak: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan

Cara Mengobati Herniasi Otak

Perawatan penyakti ini hampir sama dengan penanganan koma. Perawatan penyakit ini ditujukan untuk mengurangi gejala pembengkakan otak yang menyebabkan gejala gangguan jaringan otak bertambah parah.

Berikut ini adalah cara mengobati herniasi otak dan perawatannya, yaitu:

  • Melakukan operasi tumor hematoma atau darah yang menggumpal.
  • Melakukan pembedahan Ventrikulostomi untuk mengatasi cairan di otak.
  • Melakukan terapi osmotik atau diuretik yaitu untuk pengeluaran cairan keluar dari tubuh.
  • Kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan di otak.
  • Melakukan operasi di bagian tengkorak tertentu.

Penderita penyakit ini dianjurkan untuk melakukan beberapa tes untuk pengobatan, termasuk:

  • Pemeriksaan X-ray di bagian tengkorak fvdan leher.
  • Pemeriksaan CT scan.
  • Pemeriksaan MRI scan.
  • Tes darah.

Penderita penyakit ini juga akan dirawat dengan:

  • Oksigen tambahan.
  • Bantuan  pernapasan dengan menggunakan ventilator.
  • Sedasi.
  • Obat-obatan anti kejang.
  • Antibiotik untuk mencegah infeksi.

Itulah beberapa cara mengobati pergeseran jaringan otak. Perawatan penyakit ini harus dilakukan dengan serius karena jika tidak dapat mengancam jiwa penderita. Segera hubungi dokter untuk tindakan medis selanjutnya.

Baca Juga: Otak: Antomi, Bagian, Fungsi, Jenis Penyakit, dll

Komplikasi Herniasi Otak

Penyakit pada otak ini jika tidak ditangani dengan cepat dan benar akan mengalami komplikasi yang sangat membahayakan. Komplikasi yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Lumpuh otak
  • Masalah pernapasan
  • Kerusakan otak secara permanen
  • Koma
  • Kematian

Pergeseran jaringan otak harus ditangani dengan perawatan khusus dari dokter spesialis neurologi.

Pencegahan Herniasi Otak

Anda harus konsultasi dengan dokter secepat mungkin jika memiliki tanda dan gejala peningkatan tekanan di rongga otak agar dapat mencegah timbulnya pergeseran jaringan otak. Mengenali lebih awal tanda-tanda atau gejala kelainan pada otak akan lebih baik bagi pengobatan selanjutnya.

Anda juga harus menjaga kepala Anda dari benturan-benturan keras yang mungkin terjadi. Gunakan helm saat berkendara roda dua, tidak mabuk saat menyetir, dan mohon hindari berbagai cedera keras di kepala. Pencegahan herniasi otak dapat Anda lakukan dengan memerhatikan kesehatan otak secara khusus. Terapkan pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit serius.

Itulah pembahasan tentang apa itu herniasi otak, gejala, penyebab, perawatan, pencegahan, dan lainnya. Semoga informasi kesehatan ini dapat membantu Anda.

 

  1. Cafasso, Jacquelyn. 2017.  Brain Herniation. https://www.healthline.com/health/brain-herniation. (Diakses pada 11 September 2019).
  2. Maiese, Kenneth MD. 2019. Brain Herniation. https://www.msdmanuals.com/professional/neurologic-disorders/coma-and-impaired-consciousness/brain-herniation. (Diakses pada 11 September 2019).
  3. Medline Plus. 2019. Brain Herniation. https://medlineplus.gov/ency/article/001421.htm. (Diakses pada 11 September 2019).
  4. Munakomi, Sunil dan Joe M Das. 2019. Brain Herniation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542246/. (Diakses pada 11 September 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi