Herniasi Otak: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, dll

herniasi otak-doktersehat

DokterSehat.Com – Herniasi otak adalah pergeseran jaringan otak dari posisi satu ke posisi lainnya melalui celah yang akan menyebabkan bahaya bagi kesehatan. Ketahui lebih jelas tentang apa itu herniasi otak, penyebab, gejala, cara mengobati herniasi otak di artikel ini.

Apa itu Herniasi Otak?

Herniasi otak adalah kondisi dimana jaringan otak, darah dan cairan serebrospinal (CSF) bergeser dari posisi yang seharusnya di tengkorak. Herniasi otak umumnya disebabkan oleh pembengkakan kepala karena tumor otak, stroke, dan pendarahan.

Herniasi otak adalah kondisi medis yang sangat mengancam jiwa karena otak adalah organ inti tubuh yang sangat penting dan kompleks. Penderita herniasi otak harus segera ditangani untuk mengurangi resiko fatal.

Tipe Herniasi Otak

Herniasi otak adalah kondisi medis yang dapat mengancam jiwa. Terdapat tiga tipe herniasi otak, yaitu:

1. Subfalcine

Subfalcine adalah tipe herniasi otak paling umum terjadi. Subfalcine adalah jaringan otak bergeser ke bawah membran yang disebut falx cerebri yang berada di tengah otak lalu dibawa ke seberang.

2. Transtentorial

Transtentorial adalah tonjolan jaringan otak keluar dari tempurung kepala melalui lekukan tentorial, yang disebabkan oleh peningkatan tekanan intrakranial. Herniasi transtentorial dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Descending Transtentorial: Kondisi medis dimana uncal atau otak bagian samping bergeser ke bagian belakang otak atau posterior fossa.
  • Ascending Transtentorial: Kondisi medis dimana otak kecil dan batang otak bergeser ke atas.

3. Cerebellar tonsillar

Kondisi ketika cerebellar tonsils atau otak kecil bagian bawah bergeser ke bawah menuju foramen magnum yaitu lubang di dasar otak yang menghubungkan sumsum tulang belakang ke otak.

Herniasi otak yang paling umum terjadi adalah herniasi Subfalcine dan Descending Transtentorial. Itulah tipe herniasi otak.

Penyebab Herniasi Otak

Berikut ini adalah penyebab herniasi otak, yaitu:

  • Pembengkakan di otak
  • Peningkatan tekanan intrakranial atau pembengkakan pada jaringan otak yang memaksa jaringan menjauhi posisi normal.
  • Cedera di kepala yang mengarah pada kondisi Subdural Hematoma atau pendarahan otak di bawah tengkorak, umumnya akibat pukulan keras.
  • Tumor otak
  • Stroke
  • Pendarahan otak
  • Pembengkakan setelah terapi radiasi
  • Kerusakan pada struktur otak

Penyebab herniasi otak yang paling umum terjadi, termasuk:

  • Infeksi bakteri atau jamur
  • Operasi otak
  • Hidrosefalus atau kondisi penumpukan cairan di otak
  • Masalah pembuluh darah seperti aneurisma
  • Gaya hidup tidak sehat

Itulah penyebab herniasi otak yang paling umum terjadi. Efek dari cedera kepala parah juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit herniasi otak.

Ciri-Ciri Herniasi Otak

Herniasi otak adalah kasus medis darurat yang harus ditangani. Inilah tanda-tanda dan gejala herniasi otak yang harus Anda waspadai, yaitu:

  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Dilatasi pupil
  • Sulit Konsentrasi
  • Tubuh kaku
  • Postur tubuh tidak normal
  • Kejang
  • Tekanan darah tinggi
  • Gagal jantung
  • Hilang kesadaran
  • Koma

Itulah ciri-ciri herniasi otak. Konsultasi lebih serius dengan dokter sangat dianjurkan apabila Anda merasakan tanda dan gejala herniasi otak yang telah disebutkan diatas. Perlu diingat bahwa herniasi otak adalah kondisi medis yang sangat darurat dan serius, tindakannya harus cepat dan tepat.

Cara Mengobati Herniasi Otak

Perawatan herniasi otak hampir sama dengan penanganan koma. Perawatan herniasi otak ditujukan untuk mengurangi gejala pembengkakan otak yang menyebabkan herniasi otak bertambah parah.

Berikut ini adalah cara mengobati herniasi otak dan perawatannya, yaitu:

  • Melakukan operasi tumor hematoma atau darah yang menggumpal.
  • Melakukan pembedahan Ventrikulostomi untuk mengatasi cairan di otak.
  • Melakukan terapi osmotik atau diuretik yaitu untuk pengeluaran cairan keluar dari tubuh.
  • Kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan di otak.
  • Melakukan operasi di bagian tengkorak tertentu.

Penderita herniasi otak dianjurkan untuk melakukan beberapa tes untuk pengobatan, termasuk:

  • Pemeriksaan X-ray di bagian tengkorak dan leher
  • Pemeriksaan CT scan
  • Pemeriksaan MRI scan
  • Tes darah

Penderita herniasi otak juga akan dirawat dengan:

  • Oksigen tambahan
  • Bantuan  pernapasan dengan menggunakan ventilator
  • Sedasi
  • Obat-obatan anti kejang
  • Antibiotik untuk mencegah infeksi

Itulah beberapa cara mengobati herniasi otak. Perawatan herniasi otak harus dilakukan dengan serius karena jika tidak dapat mengancam jiwa penderita. Segera hubungi dokter untuk tindakan medis selanjutnya.

Komplikasi Herniasi Otak

Herniasi otak jika tidak ditangani dengan cepat dan benar akan mengalami komplikasi yang sangat membahayakan. Komplikasi herniasi otak, meliputi:

  • Lumpuh otak
  • Masalah pernapasan
  • Kerusakan otak secara permanen
  • Koma
  • Kematian

Herniasi otak harus ditangani dengan perawatan khusus dari dokter spesialis neurologi.

Pencegahan Herniasi Otak

Anda harus konsultasi dengan dokter secepat mungkin jika memiliki tanda dan gejala peningkatan tekanan di rongga otak agar dapat mencegah timbulnya  herniasi otak. Mengenali lebih awal tanda-tanda atau gejala herniasi otak akan lebih baik bagi pengobatan selanjutnya.

Anda juga harus menjaga kepala Anda dari benturan-benturan keras yang mungkin terjadi. Gunakan helm saat berkendara roda dua, tidak mabuk saat menyetir, dan mohon hindari berbagai cedera keras di kepala.

Pencegahan herniasi otak dapat Anda lakukan dengan memerhatikan kesehatan otak secara khusus. Terapkan pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit serius.

Itulah pembahasan tentang apa itu herniasi otak, gejala, penyebab, perawatan, pencegahan, dan lainnya. Semoga informasi kesehatan ini dapat membantu Anda.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

 

Sumber:

  • Munakomi, Sunil dan Joe M Das. 2019. Brain Herniation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542246/. (Diakses pada 11 September 2019).
  • Cafasso, Jacquelyn. 2017.  Brain Herniation. https://www.healthline.com/health/brain-herniation. (Diakses pada 11 September 2019).
  • Medline Plus. 2019. Brain Herniation. https://medlineplus.gov/ency/article/001421.htm. (Diakses pada 11 September 2019).
  • Maiese, Kenneth MD. 2019. Brain Herniation. https://www.msdmanuals.com/professional/neurologic-disorders/coma-and-impaired-consciousness/brain-herniation. (Diakses pada 11 September 2019).