Hernia Umbilikalis – Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

hernia-umbilikalis-doktersehat

DokterSehat.Com – Hernia umbilikalis adalah suatu keadaan ketika lapisan dinding perut, usus atau jaringan lainnya dari dalam rongga perut menonjol keluar dari pusar. Hernia umbilikalis pada bayi lebih sering terjadi ketimbang pada orang dewasa.

Apa Itu Hernia Umbilikalis?

Hernia umbilikalis atau banyak masyarakat menyebutnya sebagai ‘bodong’ biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah bayi berumur satu atau dua tahun. Namun, kondisi ini juga bisa bertahan lebih lama.

Perlu Anda ketahui, hernia umbilikalis umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan menimbulkan gejala apapun. Sebuah penelitian mengungkapkan, sebagian besar penderita hernia umbilikalis akhirnya akan menutup kembali.

Jika hernia umbilikalis tidak menghilang hingga anak memasuki empat tahun, disarankan untuk menjalani pembedahan. Selain anak-anak, langkah ini juga bisa dilakukan pada orang dewasa.

Penyebab Hernia Umbilikalis

Meski hernia umbilikalis pada bayi lebih sering terjadi daripada hernia umbilikalis pada dewasa, perlu Anda ketahui bahwa hernia umbilikalis dapat masuk kembali dan menutup. Kondisi ini umumnya sering terjadi pada anak yang berusia di bawah 1 tahun, meski begitu, hal ini tetap bisa terjadi pada orang dewasa.

Hernia umbilikalis sendiri umum terjadi pada bayi yang terlahir prematur atau bayi dengan berat badan lahir rendah. Sementara pada orang dewasa, hernia umbilikalis dapat muncul akibat kegemukan dan tekanan perut tinggi di area kelemahan otot, batuk kronis, kehamilan, dan pembedahan pada perut.

Pada dasarnya, penyebab hernia umbilikalis adalah otot perut yang tidak menutup lubang bekas tali pusat dengan baik sesaat setelah bayi lahir. Kondisi inilah yang menyebabkan hernia umbilikalis pada bayi atau orang dewasa.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang menjadi penyebab hernia pada anak, di antaranya:

1. Faktor genetik

Hernia umbilikalis dapat lebih besar terjadi apabila di dalam keluarga ada yang pernah memiliki kondisi tersebut.

2. Cacat bawaan

Dalam beberapa kasus, kanalis inguinalis (saluran berbentuk tabung yang merupakan jalan tempat turunnya testis) tidak dapat ditutup dengan benar setelah melahirkan anak karena faktor tertentu. Ini merupakan faktor risiko untuk pengembangan hernia.

3. Kelemahan jaringan atau otot

Melemahnya jaringan atau otot adalah faktor utama yang menyebabkan hernia. Kelemahan pada jaringan membuat organ-organ internal dan terutama usus untuk menonjol keluar. Jaringan adiposa di perut menonjol keluar dan mengembangkan hernia.

Pada dasarnya, hernia pada bayi dan anak-anak berbeda cara terjadinya dengan hernia pada orang dewasa dan orang tua. Pada bayi dan anak, hernia terjadi karena tidak tertutupnya beberapa lubang yang pernah ada saat janin dalam kandungan.

Gejala Hernia Umbilikalis

Gejala hernia umbilikalis yaitu adanya tonjolan pada pusar atau di dekat daerah pusar, dapat pula dirasakan nyeri atau tekanan pada perut. Tonjolan bisa bertambah keluar terutama bila penderita batuk atau mengejan.

Beberapa gejala yang umum ditemukan pada penderita hernia umbilikalis antara lain:

1. Benjolan pada area pusar

Umumnya tampak saat anak menangis, tertawa, atau mengejan. Benjolan ini bisa hilang jika anak tenang.

2. Rasa tidak nyaman pada perut

Hernia umbilikalis menimbulkan pembengkakan atau tonjolan di dekat area tali pusat yang bisa menimbulkan rasa sakit. Hernia umbilikalis yang muncul saat dewasa dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut.

Sementara itu, Anda harus segera menghubungi dokter jika anak mengalami gejala-gejala seperti:

  • Muntah.
  • Terlihat kesakitan.
  • Benjolan menjadi bengkak dan terasa nyeri.

Karena kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda, Anda harus mengonsultasikan hal ini  dengan dokter mengenai gejala-gejala yang dialami.

Diagnosis Hernia Umbilikalis

Guna menganalisis benjolan di sekitar pusar, pada umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Biasanya dokter akan mencoba untuk mendorong benjolan tersebut ke dalam perut.

Meski begitu, kemungkinan hernia tidak dapat didorong kembali ke dalam perut bisa terjadi, karena hernia yang terjepit bisa kekurangan darah, dan menyebabkan kerusakan jaringan permanen. Hal ini adalah komplikasi serius karena bagian usus yang terjebak dapat kekurangan asupan darah.

Selain itu, tes darah juga akan dilakukan guna mencari tahu apakah terjadi infeksi atau iskemia. Diagnosis lanjutan yang bisa dilakukan dokter untuk mengetahui kemungkinan komplikasi adalah dengan melakukan CT scan atau USG perut.

Pengobatan Hernia Umbilikalis

Pada beberapa kasus, hernia umbilikalis pada bayi dapat menutup dengan sendirinya di usia 1 atau 2 tahun, sehingga tidak memerlukan penanganan dengan operasi hernia umbilikalis.

Namun demikian, terdapat sejumlah kondisi yang memerlukan tindakan oleh dokter bedah, di antaranya:

  • Asupan darah pada usus terpengaruh.
  • Benjolan tidak mengecil setelah 1-2 tahun.
  • Benjolan yang muncul menimbulkan rasa sakit.
  • Diameter benjolan lebih besar dari 1,5 sentimeter.
  • Benjolan belum menghilang setelah bayi berusia 3 atau 4 tahun.
  • Hernia terjepit atau mengakibatkan gerakan usus terhambat (obstruksi usus).

Pada dasarnya operasi hernia umbilikalis adalah upaya memasukan kembali hernia ke rongga perut, kemudian menutup lubang pada otot. Sedangkan pada orang dewasa, pembedahan dilakukan untuk mencegah komplikasi, terutama jika hernia umbilikalis menimbulkan rasa sakit dan semakin membesar. Jika diperlukan, dokter juga bisa menggunakan jaring sintetis untuk memperkuat dinding perut.

Komplikasi Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis jarang menimbulkan komplikasi pada bayi dan anak-anak. Sering kali komplikasi hanya terjadi saat jaringan perut yang keluar terjepit dan tidak bisa dimasukkan kembali ke rongga perut.

Kondisi ini bisa menyebabkan jaringan tersebut rusak dan menimbulkan rasa nyeri. Apabila asupan darah ke jaringan tersebut berhenti, kematian jaringan dapat terjadi, di mana hal ini menyebabkan infeks di rongga perut.

Pencegahan Hernia Umbilikalis

Beberapa langkah pencegahan hernia umbilikalis yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Menghindari untuk mengangkat benda berat dan melakukan aktivitas berat.
  • Jika mengalami kelebihan berat badan, Anda harus segera menguranginya.