DokterSehat.Com– Sebuah studi mengindikasikan bahwa makan dua sampai tiga buah persik setiap hari dapat memperlambat penyebaran kanker payudara pada wanita.

buah-persik-doktersehat

Dalam penelitian yang diujicoba pada tikus, bahwa sel kanker payudara pada binatang pengerat ini secara dramatis berdampak setelah memakan buah persik.

Sel kanker ditanamkan di bawah kulit tikus dengan jenis sel kanker payudara yang agresif, MDA-MB-435, dan para peneliti melihat adanya penghambatan gen penanda di paru-paru setelah beberapa minggu menunjukkan penghambatan metastasis saat tikus itu mengonsumsi ekstrak persik.

Setelah menentukan dosis yang diperlukan untuk melihat efek pada tikus, dihitung bahwa untuk manusia setara dengan mengonsumsi dua sampai tiga persik per hari.

doktersehat-wanita-kanker-payudara-konsultasi-implan-bakteri-mastitis

Para periset, seperti melansir Natural Society, mengatakan senyawa fenolik hadir dalam ekstrak persik yang berkhasiat untuk memperlambat perkembangan kanker. Ini sangat penting karena kebanyakan kematian akibat kanker payudara disebabkan oleh penyebaran kanker ke seluruh tubuh.

Penelitian mereka menawarkan kepada orang-orang sebagai solusi, yang dapat mereka lakukan dengan segera untuk membantu melawan penyakit mematikan ini.

“Pentingnya temuan kami sangat relevan, karena menunjukkan secara in vivo (dalam tubuh) efek bahwa senyawa alami, dalam hal ini senyawa fenolik dalam persik bisa melawan kanker payudara dan metastasis (penyebaran kanker). Ini memberi kesempatan untuk memasukkan dalam makanan sebagai makanan tambahan untuk mencegah dan melawan penyakit mengerikan ini,” kata periset.

Temasuk keluarga mawar, persik dapat ditemukan di lebih dari 700 varietas. Mereka tumbuh secara komersial di 28 negara bagian dan musimnya dari bulan Mei sampai September.

Mungkin fakta yang lebih menarik tentang buah yang memiliki rasa manis dan asam ini, adalah bahwa mengonsumsinya bisa membantu dalam melawan kanker payudara.

dokteseaht-wanita-kankerpayudara

Kanker payudara adalah bentuk kanker yang paling umum di belahan barat. Ada lebih dari 232.000 kasus baru di Amerika Serikat pada 2013. Paling sering penyakit ini ditangani dengan terapi agresif dan kemoterapi, yang beberapa orang anggap berhasil sama merusaknya seperti kanker itu sendiri.

Meski penelitian tersebut menggunakan varietas persik Rich Lady, para peneliti mengatakan varietas lain mirip senyawa polifenol. Peneliti mengatakan dosis setara untuk manusia yang berpotensi berkhasiat yang sama seperti yang mereka uji pada tikus, yakni sebanyak dua sampai tiga persik setiap hari.

Selain menghambat perkembangan kanker payudara, buah persik juga dapat membantu mencegah penyakit terkait obesitas seperti penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan diabetes. Hal ini disebabkan senyawa fenolik di dalamnya berkhasiat mengurangi kolesterol low density lipoprotein (LDL ) atau kolesterol jahat yang terkait dengan penyakit jantung.

Mau mulai rutin makan buah persik?