Henoch-Schonlein Purpura (HSP) – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

doktersehat-cacarair-cacar-air-varicella-campak-Henoch-Schonlein-Purpura-HSP-1024

DokterSehat.ComHenoch-Schonlein purpura atau HSP adalah penyakit yang melibatkan peradangan pembuluh darah kecil, yang paling sering terjadi pada anak-anak. Peradangan menyebabkan pembuluh darah di kulit, usus, ginjal, dan sendi mulai bocor. Gejala utama adalah ruam kemerahan atau bintik-bintik kemerahan pada kulit.

Meskipun penyakit HSP dapat memengaruhi orang-orang pada usia berapa pun, kebanyakan kasus terjadi pada anak-anak antara usia 2–11 tahun. Hal ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Orang dewasa dengan HSP lebih mungkin untuk memiliki penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan anak-anak.

Penyakit HSP biasanya berakhir setelah 4–6 minggu, kadang-kadang dengan kekambuhan gejala selama periode ini, tetapi tidak ada konsekuensi jangka panjang. Jika organ seperti ginjal dan usus yang terkena, pengobatan sering diperlukan dan penting untuk perawatan rutin untuk mencegah komplikasi serius.

Baca juga: Waspadai Granulomatosis Wegener, Peradangan Pembuluh Darah

Penyebab Henoch-Schonlein purpura

Penyebab pasti dari penyakit HSP tidak diketahui. Sistem kekebalan tubuh (autoimun) diyakini berperan dalam menargetkan pembuluh darah yang terlibat. Respons imun abnormal terhadap infeksi dapat menjadi faktor dalam banyak kasus. Sekitar dua pertiga dari kasus penyakit HSP terjadi setelah seseorang terkena infeksi saluran pernapasan.

Beberapa kasus penyakit HSP telah dikaitkan dengan vaksinasi untuk tipus, kolera, demam kuning, campak, atau hepatitis B; makanan, obat-obatan, bahan kimia, dan gigitan serangga. Beberapa ahli juga mengatakan bahwa penyakit HSP dikaitkan dengan cuaca dingin musim gugur dan musim dingin.

Faktor Risiko Penyakit HSP

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko pengembangan Henoch Schonlein purpura adalah:

1. Usia 

Penyakit HSP ini terutama menyerang anak-anak dan dewasa muda, dengan sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak antara 2 dan 6 tahun.

2. Seks 

Henoch-Schonlein purpura sedikit lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan.

3. Ras 

Anak-anak kulit putih dan Asia lebih mungkin mengembangkan Henoch-Schonlein purpura daripada anak-anak kulit hitam.

4. Musim 

Henoch-Schonlein purpura menyerang terutama di musim gugur, musim dingin dan musim semi, tetapi jarang di musim panas.

Baca juga: Purpura Alergika

Gejala Henoch-Schonlein purpura

Gejala klasik dari purpura adalah ruam, nyeri sendi & pembengkakan, nyeri perut, dan penyakit ginjal, termasuk adanya darah dalam urine. Sebelum gejala ini mulai, pasien mungkin mengalami demam 2–3 minggu, sakit kepala, nyeri otot dan nyeri sendi. Gejala yang jarang adalah keterlibatan organ-organ lain, seperti otak, jantung, atau paru-paru.

Berikut adalah beberapa rincian penting tentang gejala penyakit HSP:

1. Ruam 

Ruam biasanya muncul pada semua pasien dengan penyakit HSP. Tampilan awal bintik-bintik merah kecil atau benjolan di bawah kaki, bokong, lutut, dan siku, lebih seperti memar. Ruam biasanya memengaruhi kedua sisi tubuh yang sama dan tidak pucat pada saat penekanan.

2. Peradangan sendi

Peradangan yang melibatkan rasa sakit dan bengkak pada sendi, terjadi pada sekitar tiga-perempat dari kasus, khususnya yang memengaruhi lutut dan pergelangan kaki. Ini biasanya berlangsung hanya beberapa hari dan tidak menyebabkan masalah sendi kronis jangka panjang.

3. Sakit perut 

Lebih dari setengah dari orang dengan penyakit HSP, radang saluran pencernaan dapat menyebabkan rasa sakit atau kram; itu juga dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, muntah, diare, dan kadang-kadang ada darah dalam tinja.

Dalam beberapa kasus, pasien mungkin memiliki sakit perut sebelum ruam muncul. Dalam kasus yang jarang terjadi, lipatan abnormal usus (intususepsi) dapat menyebabkan penyumbatan usus, yang mungkin memerlukan pembedahan untuk memperbaiki kondisi tersebut.

4. Kerusakan ginjal 

Penyakit HSP dapat menyebabkan masalah ginjal, ditandai dengan tanda-tanda seperti protein atau darah dalam urine. Hal ini biasanya hanya ditemukan pada tes urine, karena umumnya tidak menimbulkan rasa tidak nyaman.

Pada sebagian besar pasien, terjadi kerusakan ginjal yang ringan tanpa diikuti kerusakan jangka panjang. Sangat penting untuk memantau masalah ginjal secara cermat dan pastikan bahwa masalah sembuh, karena sekitar 5 persen pasien dapat terkena penyakit ginjal yang progresif. Sekitar 1 persen dapat terus terkena gagal ginjal komplit.

Diagnosa Henoch-Schonlein purpura

Diagnosis penyakit HSP mungkin jelas ketika ruam yang khas, arthritis (nyeri dan radang sendi), dan sakit perut dirasakan oleh pasien. Seorang dokter mungkin menyarankan beberapa tes untuk menyingkirkan diagnosis lain, mengonfirmasikan diagnosis, dan menilai tingkat keparahannya.

Kadang-kadang, ketika diagnosis pasti, terutama jika satu-satunya gejala adalah ruam klasik, dokter mungkin melakukan biopsi kulit atau ginjal. Urine dan tes darah mungkin akan dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda keterlibatan ginjal dan mungkin perlu diulang selama masa tindak lanjut untuk memantau setiap perubahan fungsi ginjal.

Baca juga: Purpura Trombositopenik Idiopatik (ITP)

Pengobatan Henoch-Schonlein purpura

Meskipun tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit HSP, Anda dapat menggunakan obat nyeri, seperti acetaminophen atau obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID), seperti ibuprofen dan naproxen untuk nyeri sendi. Dalam beberapa kasus, obat-obatan kortikosteroid dapat digunakan.

Ruam dan sendi nyeri biasanya akan hilang setelah empat sampai enam minggu tanpa menimbulkan kerusakan permanen. Serangan ruam mungkin kambuh pada sekitar sepertiga kasus, tetapi mereka biasanya lebih ringan, tidak melibatkan gejala sendi dan perut, dan akan sembuh sendiri.

Demikian penjelasan penyebab penyakit HSP hingga pengobatannya pada anak-anak. Mulai sekarang jaga kesehatan buah hati dengan makanan sehat, ya, Bunda!