Terbit: 3 Agustus 2020 | Diperbarui: 9 September 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Heloma adalah penebalan dan pengerasan pada kulit yang disebabkan oleh tekanan dan gesekan. Simak informasi selengkapnya mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya di bawah ini!

Heloma: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa Itu Heloma?

Heloma adalah lapisan kulit yang menebal dan mengeras akibat mengalami gesekan dan tekanan. Penebalan kulit ini biasanya muncul di kaki dan jari kaki atau tangan dan jari. Kondisi ini tidak berbahaya, tetapi terasa sakit dan tidak sedap dipandang.

Heloma biasanya muncul pada jaringan kulit yang paling dekat dengan tulang. Ketika bagian ini mengalami gesekan dan tekanan, kulit akan memproduksi lebih banyak sel untuk melindungi area tersebut. Hal inilah yang menyebabkan penumpukan sel untuk melindunginya sehingga tumbuh penebalan kulit yang berlebih dan padat, yang kemudian menekan saraf dan menyebabkan rasa sakit.

Gejala Heloma

Heloma dapat membuat seseorang merasa ada yang terganjal di kaki dan membuat tidak percaya diri pada penampilan kulit kaki dan tangan yang menebal.

Berikut ini adalah beberapa tanda gejala heloma:

  • Benjolan di kulit yang mengeras.
  • Kulit terasa tebal dan kasar.
  • Kulit kering dan bersisik.
  • Rasa sakit atau kelembutan di bawah kulit.
  • Terasa nyeri kaki ketika berjalan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika heloma menjadi terasa sangat sakit, meradang, kulit rapuh, masalah saraf, dan mati rasa, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Begitupun jika memiliki penyakit diabetes atau aliran darah yang buruk karena cedera kecil pada kaki dapat menyebabkan luka terbuka dan terasa sakit.

Penyebab Heloma

Tekanan dan gesekan dari gerakan yang berulang menyebabkan munculnya heloma. Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan tekanan dan gesekan pada kulit, terutama pada kaki dan tangan:

  • Memakai sepatu yang sempit. Sepatu sempit dan sepatu hak tinggi dapat menekan kaki. Alas kaki yang terlalu longgar juga dapat menyebabkan gesekan berulang pada jahitan dalam sepatu.
  • Tidak memakai kaus kaki. Memakai sepatu dan sandal tanpa memakai kaus kaki dapat menyebabkan gesekan pada kaki. Kaus kaki yang ketat atau longgar juga bisa menjadi penyebab heloma.
  • Menggunakan alat tertentu. Penebalan di tangan mungkin karena tekanan berulang oleh alat untuk beraktivitas, misalnya menggunakan cangkul, angkat beban, atau bermain gitar.

Faktor Risiko Heloma

Ada sejumlah faktor atau kondisi yang dapat meningkatkan risiko mengalami heloma, di antaranya:

  • Bunion. Ini adalah tonjolan tulang abnormal yang terbentuk pada sendi di dasar jempol kaki.
  • Hammer toe (jari kaki palu). Adalah kelainan bentuk pada jari-jari kaki yang tampak bengkok ke bawah seperti cakar.
  • Kelainan bentuk kaki lainnya. Kondisi tertentu seperti taji tulang juga dapat menyebabkan gesekan kaki yang berulang di dalam sepatu.
  • Tidak mengenakan sarung tangan. Menggunakan alat-alat tangan tertentu tanpa memakai sarung tangan membuat kulit mengalami gesekan yang berlebihan.

Baca Juga: Mata Ikan: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Diagnosis Heloma

Dokter mungkin akan memeriksa kondisi kaki dan mengesampingkan penyebab kulit yang menebal lainnya seperti kutil dan kista. Dokter juga dapat menyarankan rontgen jika kelainan fisik menyebabkan penebalan kulit di kaki, tangan, atau bagian tubuh lainnya yang mengalami tekanan dan gesekan.

Jenis Heloma

Heloma terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan penampilan, posisi, dan tekstur kulit.

  • Heloma Durum. Penebalan dan benjolan keras di kulit biasanya muncul di bawah kaki, sisi kaki, dan ujung jari kaki.
  • Heloma Molle. Penebalan biasanya ditemukan di antara jari-jari kaki. Indikasi pertama adalah sensasi terbakar disertai pembentukan lepuh. Bagian ini tetap lembap oleh keringat dan menyebabkan benjolan lunak.
  • Heloma Vasculare. Jenis ini merupakan pertumbuhan benjolan berlebih dari jaringan kulit di mana pembuluh darah yang membesar dan memanjang. Pertumbuhan benjolan ini biasanya ditemukan di bawah kaki.
  • Heloma Miliare. Benjolan berbentuk seperti kepala jarum pentul dan membentuk sekumpulan benjolan kecil atau tunggal. Ini juga dapat berkembang di bawah kuku dan menyebabkan rasa sakit.
  • Neuro-vascular corns. Mirip dengan vaskular, tetapi dengan ujung satu saraf serta pembuluh darah terkait dengan benjolan. Benjolan yang berkembang menjadi transparan dengan garis zigzag yang tampak jelas.

Pengobatan Heloma

Perawatan biasanya disarankan untuk menghindari gerakan berulang yang menyebabkan penebalan kulit. Melakukan tips tertentu dapat membantu mengatasi, termasuk memakai sepatu yang pas, menggunakan bantalan pelindung, dan melakukan tindakan perawatan diri lainnya.

Jika heloma tak kunjung hilang atau menjadi terasa sakit meskipun telah melakukan perawatan secara mandiri, mungkin beberapa cara mengatasi heloma berikut bisa membantu:

  • Memotong kulit berlebih. Dokter mungkin akan memangkas kulit yang menebal atau memotong benjolan keras dan besar dengan pisau bedah. Jangan mencoba untuk melakukannya sendiri karena bisa mengakibatkan infeksi.
  • Menggunakan sisipan sepatu. Jika memiliki kelainan bentuk kaki yang mendasarinya, dokter mungkin menyarankan menggunakan sisipan sepatu empuk yang dibuat khusus (orthotics) untuk mencegah penebalan dan benjolan muncul kembali.
  • Obat untuk menghilangkan kalus. Dokter mungkin juga mengoleskan obat topikal yang mengandung asam salisilat 40 persen. Obat topikal ini tersedia tanpa resep, tetapi sebaiknya berkonsultasi dengan apoteker atau dokter tentang dosis dan efek sampingnya. Dokter mungkin menyarankan agar menggunakan batu apung, kikir kuku, atau papan ampelas untuk menghaluskan kulit mati sebelum menerapkan obat topikal. Obat lainnya seperti asam salisilat dalam bentuk gel dapat diterapkan pada area kulit yang lebih luas.
  • Operasi. Dalam kasus yang tergolong jarang terjadi, dokter mungkin akan menyarankan tindakan operasi untuk memperbaiki atau penyelarasan tulang yang menyebabkan gesekan pada kulit.

Baca Juga: 10 Cara Mengobati Kapalan (Tangan & Kaki)

Komplikasi

Heloma bisa hilang dengan sendirinya jika mengatasi penyebabnya. Penebalan kulit ini juga dapat berkurang seiring waktu jika muncul akibat kegiatan yang berulang, termasuk berlari jarak jauh atau berjalan lama dengan sepatu yang tidak lentur.

Namun, jika heloma yang sedang berkembang dibiarkan dan tidak segera diobati, kemungkinan akan bertahan lama atau tumbuh lebih besar.

Dalam beberapa kasus, penebalan dan benjolan pada kulit dapat terinfeksi dan membuat kaki terasa sakit. Jika kondisi ini terjadi, segera ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Jika menjalani operasi untuk mengangkat atau menghilangkan heloma, mungkin terbentuk beberapa jaringan parut di kulit bekas operasi.

Pencegahan Heloma

Penebalan dan benjolan keras akibat gesekan dan tekanan dapat dikurangi dengan beberapa langkah pencegahan berikut:

  • Memakai sepatu yang nyaman. Pakailah kaus kaki dan sepatu yang pas, empuk, dan nyaman. Saat membeli sepatu, sebaiknya di sore hari ketika kaki cenderung paling lebar. Cara ini dapat membantu memilih sepatu yang pas dan tetap nyaman sepanjang hari.
  • Perawatan kaki. Mengeringkan kaki dengan hati-hati setelah mencucinya atau basah. Kemudian oleskanlah krim kaki sebagai pelembab untuk membantu menenangkan dan melembutkan kulit kaki. Bisa juga menggunakan foot file (alat penggosok tumit) atau batu apung untuk menghilangkan kulit keras di kaki.
  • Berkonsultasi dengan dokter. Beri tahu dokter jika mengalami nyeri kaki atau ketidaknyamanan saat berjalan. Kondisi ini biasanya cukup mudah untuk diketahui penyebabnya. Beberapa perawatan yang dapat disarankan dokter tersedia untuk membantu mengatasi masalah kaki dan mencegah muncul di kemudian hari.

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Helomas. https://www.diabetesjamaica.com/helomas#.XyfgbCgzbIU. (Diakses pada 3 Agustus 2020)
  2. Blake, Kati. 2019. Corns and Calluses. https://www.healthline.com/health/corns-and-calluses#treatment. (Diakses pada 3 Agustus 2020)
  3. Mayo Clinic Staff. 2020. Corns and calluses. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/corns-and-calluses/symptoms-causes/syc-20355946. (Diakses pada 3 Agustus 2020)
  4. Stöppler, Melissa C. 2019. Corns. https://www.medicinenet.com/corns/article.htm#how_do_health_care_professionals_diagnose_corns_and_calluses. (Diakses pada 3 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi