Heboh Isu Permen Narkoba di Pekanbaru, Begini Kata BPOM

doktersehat-permen-manis
pic credit: bartha iv

DokterSehat.Com– Belakangan ini kita dihebohkan dengan kabar tentang balita berusia 3 tahun dari Pekanbaru, Riau yang diduga mengonsumsi permen narkoba. Masyarakat pun resah dengan isu permen narkoba ini. Lantas, seperti apa keterangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan kasus ini?

Dikutip dari Tirto, BPOM ternyata sudah melakukan uji sampel pada permen yang diduga dikonsumsi oleh balita tersebut. Permen ini negatif narkoba dan ternyata sudah terdaftar di BPOM RI.

Izin edar yang diterbitkan BPOM pada permen ini diberikan karena permen tersebut telah lolos dalam berbagai aspek seperti mutu, gizi, aspek keamanan, proses produksi, dan kesesuaian label. Ditambah dengan hasil uji sampel terbaru, masyarakat sepertinya tidak lagi khawatir dengan keberadaan permen ini di pasaran.

Sebagai informasi, isu permen narkoba ini viral di media massa dan media sosial setelah sepasang anak dan ibu dari daerah Meranti, Riau, mengunjungi rumah sakit untuk melakukan tes narkoba. Orang tua dari balita berusia 3 tahun ini menyebut sang anak berperilaku aneh usai mengonsumsi permen yang diberikan kakeknya di warung dekat dengan rumahnya.

Sang anak dibelikan 5 bungkus permen. Namun, begitu mengonsumsi beberapa bungkus, Ia terus meracau semalaman dan tak mau tidur. Pemeriksaan rumah sakit bahkan menunjukkan bahwa balita ini positif mengandung methamphetamine, sejenis narkoba.

BPOM yang mendengar kabar ini langsung mengambil sampel permen untuk diteliti kandungannya. Hasilnya adalah, permen ini ternyata negatif narkoba. Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Eko Daniyantiosa pun kemudian menyebutkan bahwa ada kemungkinan sang anak terpapar narkoba dari makanan lainnya, bukan permen tersebut. Sayangnya, belum jelas apa makanan yang bisa menyebabkan paparan zat narkoba ini.

Meski sudah memastikan bahwa permen ini negatif narkoba, BPOM, Kepolisian, dan Dinas Kesehatan setempat masih mewaspadai kemungkinan adanya laporan dari pihak lain. Selain itu, kasus ini juga masih ditelusuri lebih dalam.

Semoga segera terungkap apa penyebab sang balita sampai terpapar narkoba ya?