Terbit: 14 Agustus 2020 | Diperbarui: 26 Agustus 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Terpapar sinar matahari dalam waktu lama bisa menyebabkan heat stroke. Apa itu heat stroke? Ketahui kondisi medis yang satu ini lebih jauh mulai dari gejala, penyebab, pengobatan, hingga komplikasi dan pencegahannya.

Heat Stroke: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Heat Stroke?

Heat stroke adalah kondisi suhu inti tubuh menjadi sangat panas yakni di atas 1040F atau 400C (orang dewasa), dan 1050F atau 40,50C (anak-anak). Kondisi ini juga disertai dengan perubahan status mental.

Gangguan kesehatan ini disebabkan oleh kegagalan mekanisme pendinginan tubuh (gagal berkeringat dan/atau gagal melakukan pendinginan evaporatif) saat terpapar panas, seperti panas yang dihasilkan oleh sinar matahari. Heat stroke adalah keadaan darurat medis. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengancam keselamatan jiwa.

Ciri dan Gejala Heat Stroke

Heat stroke biasanya merupakan perkembangan dari dua gangguan kesehatan lainnya yang terkait, yakni heat cramps dan heat exhaustion. Kedua kondisi tersebut ditandai dengan kram otot, kelelahan, dan produksi keringat yang berlebih.

Seiring timbulnya gejala kram dan kelelahan tubuh, denyut dan pernapasan menjadi cepat, pun diiringi rasa pusing dan sakit kepala. Gejala ini lantas berkembang menjadi heatstroke saat suhu tubuh mencapai 40oC atau lebih dan tubuh berhenti mengeluarkan keringat.

Selain suhu tubuh yang sangat tinggi dan keringat yang tidak keluar, gejala lainnya yang akan dialami adalah sebagai berikut:

  • Kulit terasa panas dan kering
  • Kulit memerah
  • Kebingungan
  • Halusinasi
  • Kejang
  • Koma
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Jantung berdetak kencang
  • Napas pendek

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Seperti yang telah disinggung di awal, heat stroke adalah keadaan darurat medis sehingga Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala di atas. Penanganan medis sedini mungkin bertujuan untuk mempermudah proses pengobatan selain tentu saja mencegah kondisi ini bertambah buruk dan menimbulkan komplikasi.

Sementara itu, lakukan tips-tips berikut ini selagi menunggu dokter melakukan penanganan medis terhadap Anda:

  • Berpindah ke tempat yang teduh.
  • Kenakan pakaian berbahan tipis dan tidak panas.
  • Dinginkan tubuh dengan medium apapun seperti air dingin, kain yang sudah direndam air es, ice pack, dan sebagainya. Utamakan untuk mendinginkan bagian-bagian tubuh seperti kepala, leher, ketiak, dan selangkangan.

Penyebab Heat Stroke

Penyebab heat stroke adalah paparan yang berkepanjangan terhadap suhu tinggi dan/atau melakukan aktivitas berat dalam cuaca atau suhu panas. Kemampuan tubuh untuk mengendalikan suhu inti (berkeringat, pendinginan evaporatif, misalnya) terhambat oleh panas yang ada di sekitar tersebut.

Penyebab lain yang dapat berkontribusi terhadap kondisi ini adalah sebagai berikut:

  • Dehidrasi
  • Minum alkohol
  • Efek samping obat tertentu (misalnya menjadi dehidrasi karena obat tersebut membuat peningkatan buang air kecil atau menjadi banyak berkeringat)
  • Mengenakan pakaian berlebih dan/atau ketat karena menyebabkan proses pendinginan dengan penguapan alami oleh tubuh mengalami hambatan
  • Terbakar sinar matahari

Faktor Risiko Heat Stroke

Sementara itu, ada sejumlah faktor yang mana jika seseorang memiliki atau mengalaminya, ia lebih berisiko untuk terserang masalah kesehatan ini. Faktor-faktor tersebut meliputi:

1. Usia

Kemampuan tubuh untuk merespons panas ekstrem bergantung pada kekuatan sistem saraf pusat. Pada usia yang sangat muda, sistem saraf pusat belum berkembang sepenuhnya, dan pada orang dewasa di atas 65 tahun, sistem saraf pusat mulai memburuk.

Inilah yang akhirnya membuat tubuh kurang mampu mengatasi perubahan suhu tubuh. Maka dari itu, anak-anak dan lansia lebih rentan untuk mengalami kondisi ini.

2. Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan juga bisa berisiko menyebabkan Anda mengalami masalah kesehatan ini. Obat-obatan yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

  • Obat penghambat beta
  • Obat diuretik
  • Obat antidepresan

Hal ini berlaku apabila Anda kebetulan juga tinggal atau sedang berada di tempat yang bersuhu panas. Oleh sebab itu, berhati-hati apabila hendak mengonsumsi obat-obata tersebut jika Anda berada di tempat yang panas.

3. Penyakit

Menderita suatu penyakit dan berada di tempat yang panas, Anda juga berpotensi terkena gangguan medis berbahaya ini. Penyakit yang dimaksud di antaranya:

  • Penyakit jantung
  • Gangguan paru-paru
  • Obesitas

Diagnosis Heat Stroke

Diagnosis heat stroke dibagi menjadi tiga tahapan pemeriksaan, yaitu:

  • Anamnesis
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan penunjang

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan menggali informasi dari pasien terkait gejala yang dialami, riwayat paparan panas, hingga riwayat penyakit dan gaya hidup.

2. Pemeriksaan Fisik

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap fisik pasien. Pada tahap ini, dokter akan memeriksa suhu inti tubuh pasien dan kondisi kulit karena seperti yang sudah kita ketahui, heat stroke dapat dikenali dari kulit yang tampak memerah, kering, dan panas ketika disentuh.

3. Pemeriksaan Penunjang

Tes lain yang biasanya juga dilakukan untuk memperkuat diagnosis sekaligus mencari tahu apakah kondisi ini sudah berdampak ke organ-organ di dalam tubuh adalah:

  • Tes kadar elektrolit
  • Tes urine (untuk kerusakan ginjal, kerusakan hati, dan rhabdomyolysis(gangguan otot)
  • Rontgen dada, CT Scan, atau MRI (untuk mengidentifikasi kerusakan organ tambahan)

Pengobatan Heat Stroke

Pengobatan heat stroke yang pertama dilakukan adalah dengan mendinginkan tubuh pasien. Saat ini, metode pendinginan yang umum dilakukan adalah menyemprotkan pasien dengan air dingin atau menutupi tubuh dengan lembaran kain yang direndam air dingin.

Cara lain yang bisa diterapkan adalah dengan menempelkan kain yang sudah dibasahi air dingin atau bungkusan es (ice pack) di kepala, leher, ketiak, dan selangkangan.

Pada beberapa kasus, dokter juga akan memberikan sejumlah obat-obatan kepada pasien. Obat-obatan yang dimaksud adalah:

  • Obat antikejang
  • Obat benzodiazepine
  • Aspirin
  • Acetaminophen

Komplikasi Heat Stroke

Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat berujung pada sejumlah komplikasi, yaitu:

  • Kejang
  • Koma
  • Kerusakan organ internal
  • Kerusakan atau kematian janin
  • Kematian

Pencegahan Heat Stroke

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi ini? Berikut adalah sejumlah tips atau cara mencegah heat stroke yang bisa Anda terapkan:

  • Pakailah pakaian yang ringan, tipis, dan longgar.
  • Banyak minum air putih.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol.
  • Hindari daerah dengan sinar matahari yang panas.
  • Hindari aktivitas berat di wilayah yang sangat panas.
  • Beberapa obat (diuretik, stimulan, obat penenang) dapat meningkatkan risiko. Tanyakan kepada apoteker atau dokter untuk mengetahui apakah Anda berisiko mengalami kondisi ini pasca mengonsumsi obat-obat tersebut.
  • Jika merasa kram otot atau merasa lemah, segera hentikan aktivitas dan biarkan tubuh melakukan mekanisme pendinginan.
  • Jika bepergian atau pindah ke iklim yang panas, batasi aktivitas di luar ruangan selama beberapa hari atau lebih jika memiliki faktor risiko.

 

  1. Anonim. Heatstroke. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-stroke/symptoms-causes/syc-20353581 (diakses pada 14 Agustus 2020)
  2. Anonim. Heat Stroke: Symptoms and Treatment. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/heat-stroke-symptoms-and-treatment#1 (diakses pada 14 Agustus 2020)
  3. Anonim. Heat Stroke (Hyperthermia). https://www.health.harvard.edu/a_to_z/heat-stroke-hyperthermia-a-to-z (diakses pada 14 Agustus 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi