Terbit: 26 Mei 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji

Heartburn adalah kondisi di mana Anda merasakan sensasi terbakar di dada. Kondisi ini dapat memburuk setelah makan, di malam hari, atau ketika berbaring. Pada sebagian besar kasus, ini adalah kondisi yang tidak perlu dikhawatirkan, ketidaknyamanan yang dirasakan dapat hilang dengan perubahan gaya hidup atau konsumsi obat-obatan yang dijual bebas. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Heartburn: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Heartburn?

Meski penyakit ini bukanlah kondisi serius, namun jika kondisi ini membuat Anda sulit untuk makan atau menelan, hal ini mungkin merupakan tanda dari kondisi medis yang lebih serius. Selain sensasi terbakar di dada, heartburn adalah kondisi yang membuat tenggorokan atau mulut terasa pahit.

Sensasi dari kondisi ini terasa saat asam lambung mengalir kembali ke esofagus, organ berbentuk pipa yang membawa makanan dari mulut ke perut. Sementara heartburn sendiri adalah gejala dari gastroesophageal reflux disease (GERD).

Gejala Heartburn

Gejala yang paling umum adalah sensasi terbakar di dada atau tenggorokan. Gejala lainnya yang bisa dikenali, antara lain:

  • Peningkatan rasa sakit, mungkin bisa mencapai rahang
  • Nyeri yang memburuk saat berbaring atau membungkuk
  • Rasa pahit atau asam di mulut

Sementara itu, jika Anda sering mengalami beberapa gejala seperti di atas, konsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi diperlukan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Heartburn saat Hamil

Heartburn dan gangguan pencernaan adalah kondisi yang sering terjadi pada kehamilan, hal ini disebabkan karena perubahan hormon pada tubuh ibu dan janin yang menekan perut. Perubahan pola makan dan gaya hidup tertentu dapat membantu meringankan gejala.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan ibu hamil untuk mencegah terjadi heartburn adalah dengan:

  • Makan lima sampai enam kali dalam porsi kecil dalam satu hari
  • Tidak berbaring paling tidak hingga satu jam setelah makan
  • Hindari makanan berlemak dan pedas
  • Jika memungkinkan, Anda bisa mengonsumsi yoghurt atau minum susu sebelum makan

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami nyeri atau tekanan pada dada yang parah, terutama jika dibarengi dengan tanda dan gejala lain seperti nyeri pada lengan, nyeri pada rahang, atau kesulitan bernapas. Nyeri dada mungkin merupakan gejala serangan jantung.

Selain beberapa gejala di atas, konsultasi dengan dokter juga diperlukan jika Anda mengalami:

  • Kondisi terjadi lebih dari dua kali seminggu
  • Gejalanya menetap meskipun menggunakan obat-obatan yang dijual bebas
  • Mengalami kesulitan menelan
  • Mengalami mual atau muntah yang persisten
  • Mengalami penurunan berat badan karena nafsu makan yang buruk atau sulit makan

Baja Juga: Maag: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Obat, Cara Mencegah, dll

Penyebab Heartburn

Heartburn sebenarnya adalah gejala dari penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease). Faktor risiko termasuk faktor-faktor yang meningkatkan produksi asam dalam lambung, serta masalah struktural yang memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan.

Jika sfingter esofagus bagian bawah rileks secara tidak normal atau melemah, asam lambung dapat mengalir kembali ke esofagus dan menyebabkan kondisi ini.

Faktor Risiko Heartburn

Beberapa makanan dan minuman tertentu dapat memicu kondisi ini pada beberapa orang, antara lain:

  • Makanan pedas
  • Bawang
  • Buah-buah citrus
  • Makanan berlemak atau digoreng
  • Permen
  • Cokelat
  • Alkohol, minuman berkarbonasi, atau minuman berkafein
  • Makan dalam jumlah besar
  • Kelebihan berat badan atau hamil juga dapat meningkatkan risiko mengalami kondisi ini

Diagnosis Heartburn

Guna menentukan apakah heartburn yang Anda alami adalah gejala GERD, dokter dapat merekomendasikan:

  • Sinar-X, untuk melihat bentuk dan kondisi kerongkongan dan perut.
  • Endoskopi, untuk memeriksa kelainan pada kerongkongan. Sampel jaringan (biopsi) dapat diambil untuk dianalisis.
  • Ambulatory acid probe tests, untuk mengidentifikasi kapan dan berapa lama asam lambung kembali ke kerongkongan.
  • Esophageal motility testing, untuk mengukur pergerakan dan tekanan di kerongkongan.

Pengobatan Heartburn

Pengobatan utama untuk kondisi berulang yang disebabkan oleh penyakit asam lambung adalah mengurangi produksi asam lambung. Penggunaan obat dan gaya hidup tertentu dapat membantu meredakan gejalanya. Berikut adalah beberapa cara mengatasi heartburn, antara lain:

Perawatan Rumahan

  • Menjalankan diet sehat dengan asupan lemak yang terbatas
  • Hindari berbaring usai makan
  • Hindari mengangkat beban berat
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol, kafein, makanan pedas, susu full cream, dan makanan asam
  • Menjaga berat badan ideal
  • Jangan merokok
  • Rutin berolahraga
  • Konsumsi makanan dalam porsi kecil lebih sering

Obat-obatan

Banyak obat yang dijual bebas dapat membantu meringankan heartburn. Beberapa obat yang bisa digunakan, antara lain:

  • Antasida adalah obat membantu menetralkan asam lambung dengan cepat. Akan tetapi obat ini tidak dapat menyembuhkan kerongkongan yang rusak karena asam lambung.
  • H-2-receptor antagonists (H2RAs) adalah obat yang dapat mengurangi asam lambung. H2RAs tidak bertindak secepat antasida, tetapi dapat memberikan bantuan lebih lama.
  • Proton pump inhibitors, seperti lansoprazole (Prevacid 24HR) dan omeprazole (Nexium 24HR, Prilosec OTC) juga dapat mengurangi asam lambung.

Jika perawatan tanpa resep tidak berhasil, konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mendapatkan obat resep, tes lanjutan, atau saran tentang penggunaannya yang aman.

Baca Juga: GERD: Penyebab, Gejala, Cara Mengobati, dll

Komplikasi Heartburn

Jika kondisi yang Anda alami ini tidak mendapatkan perawatan yang tepat, beberapa masalah kesehatan lainnya yang bisa terjadi seperti esofagitis, peradangan yang terjadi pada lapisan kerongkongan. Selain itu, Anda juga bisa mengalami Barrett esophagus, kondisi yang bisa menyebabkan perubahan lapisan esofagus dan bisa meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

Pencegahan Heartburn

Heartburn adalah kondisi yang dapat dicegah. Ikuti beberapa tips berikut untuk mencegah terjadinya kondisi tersebut, antara lain:

  • Hindari makanan atau aktivitas yang dapat menyebabkan munculnya gejala.
  • Anda bisa mengonsumsi obat yang dijual bebas seperti antasida sebelum makan. Hal ini dilakukan untuk mencegah heartburn.
  • Perawatan rumahan yang bisa digunakan mencegah kondisi ini adalah dengan mengonsumsi teh jahe.
  • Menciptakan gaya hidup sehat dengan menghindari alkohol dan tembakau.
  • Usahakan untuk tidak ngemil larut malam. Sebaliknya, berhentilah makan setidaknya empat jam sebelum tidur.
  • Daripada dua atau tiga kali makan besar, makanlah dengan porsi kecil lebih sering untuk mengurangi masalah pada sistem pencernaan.

 

  1. Anonim. Heartburn. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heartburn/symptoms-causes/syc-20373223. (Diakses pada 26 Mei 2020).
  2. Burke, Darla. 2016. What You Need to Know About Heartburn. https://www.healthline.com/health/heartburn. (Diakses pada 26 Mei 2020).
  3. MacGill, Markus. 2017. Heartburn: Why it happens and what to do.
    https://www.medicalnewstoday.com/articles/9151. (Diakses pada 26 Mei 2020).
  4. Wedro, Benjamin. Heartburn. https://www.rxlist.com/heartburn/drugs-condition.htm#heartburn_summary. (Diakses pada 26 Mei 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi