10 Makanan Penyebab Heartburn yang Patut Dihindari!

penyebab-heartburn-doktersehat

DokterSehat.Com – Heartburn adalah kondisi terbakar di dada yang disebabkan oleh asam lambung yang naik ke tenggorokan (acid reflux). Jika kondisi ini terus berlangsung, ini disebut gastro-oesophageal reflux disease (GORD). Seringkali kita merasakan heartburn setelah mengonsumsi beberapa makanan tertentu. Makanan-makanan yang terasa pedas, panas, atau bahkan berlemak seringkali menjadi penyebab heartburn. Lebih lengkapnya, simak penyebab lainnya di bawah ini.

Makanan Penyebab Heartburn

Penyebab dari naiknya asam lambung ternyata tidak hanya terbatas pada konsumsi makanan tertentu saja. Namun, heartburn disebabkan oleh banyak makanan lainnya yang jarang Anda ketahui dapat menganggu pencernaan, berikut di antaranya:

1. Jus jeruk

Minum jus jeruk dapat memicu gejala heartburn. Misalnya, dalam sebuah studi pada 382 orang yang mengalami heartburn, 67% pesertanya mengalami heartburn setelah mengonsumsi jus jeruk.

Sementara dalam penelitian lain terhadap sekitar 400 orang yang mengalami heartburn, sebanyak 73% mengalami heartburn setelah minum jus jeruk atau jeruk. Temuan menunjukkan bahwa jumlah asam dalam jus jeruk mungkin menyebabkan gejala heartburn. Namun, tidak sepenuhnya heartburn disebabkan oleh jus jeruk.

2. Cokelat

Cokelat adalah penyebab heartburn lainnya. Seperti halnya makanan yang mengandung lemak tinggi, cokelat bisa membuat sfingter esofagus bagian bawah lebih rendah. Kndisi ini memungkinkan asam lambung keluar ke kerongkongan dan menyebabkan heartburn.

Selain itu, cokelat yang terbuat dari kakao ini mengandung serotonin atau hormon bahagia. Namun, serotonin juga dapat merelaksasi sphincter esofagus bagian bawah.

Cokelat juga mengandung senyawa theobromine dan kafeina. Keduanya dapat merangsang sfingter esofagus bagian bawah untuk rileks.

3. Makanan pedas

Seperti yang sudah Anda ketahui, makanan pedas sering menyebabkan naiknya asam lambung atau heartburn. Makanan penas biasanya mengandung capsaicin, yang dapat menghambat kerja pencernaan. Ini berarti makanan akan bertahan lebih lama di perut, yang merupakan penyebab heartburn.

Misalnya, satu penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi cabai dapat memperlambat laju pencernaan. Selain itu, makanan pedas dapat mengiritasi kerongkongan yang sudah meradang, dan dapat memperburuk gejala heartburn. Jadi, cara terbaik untuk mencegah heartburn adalah mengurangi asupan makanan pedas.

4. Bawang

Mengonsumsi bawang, terutama bawang mentah adalah makanan yang sering menjadi penyebab heartburn. Bawang bombai dapat merilekskan sfingter esofagus bagian bawah, yang menyebabkan refluks asam dan gejala heartburn.

Berdasarkan penelitian, mereka yang sakit maag biasanya setelah makan hamburger, ini karena hamburger selalu diberi bawang bombay. Jadi, makan burger dengan bawang secara signifikan dapat memperburuk gejala heartburn, dibandingkan mereka yang  dengan makan burger tanpa bawang bombay.

Selain itu, bawang bombai adalah makanan tinggi serat yang difermentasi, dapat menyebabkan sendawa. Bersendawa dapat memperburuk gejala asam lambung. Kandungan bawang yang difermentasi terdiri dari FODMAPs, senyawa yang dapat mengganggu pencernaan.

5. Garam

Heartburn disebabkan sering mengonsumsi garam atau makanan asin, dan dapat meningkatkan asam lambung.

Seperti dikutif dari healthline, satu penelitian menemukan bahwa orang yang menambahkan garam pada makanan berisiko menglami asam lambung 70% lebih tinggi daripada orang yang tidak menambahkan garam.

6. Kopi

Kopi adalah minuman yang sangat populer dikonsumsi masyarakat Indonesia. Namun, pada sebagian orang minuman ini menjadio penyebab heartburn.

Kopi telah terbukti merilekskan sfingter esofagus bagian bawah, yang dapat meningkatkan risiko asam lambung.

Beberapa penelitian menemukan bahwa heartburn disebabkan kandungan kopi, kafeina. Namun, penelitian lain telah melihat efek kafein saja dan menemukan bahwa kandungan tersebut mungkin tidak memicu gejala asam lambung. Jika itu masalahnya, kemungkinan senyawa lain dalam kopi yang menjadi penyebab asam lambung.

Meski penelitian kurang meyakinkan dan jika kopi tidak berdampak negatif, maka tidak perlu untuk menghindarinya. Namun jika kopi menyebabkan asam lambung dan heartburn, hindari minum kopi.

7. Susu

Heartburn disebabkan Minum susu murni. Penelitian menemukan bahwa susu murni dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang merupakan faktor risiko heartburn.

Satu penelitian terhadap hampir 400 orang yang mengalami heartburn, sekitar 38% mengalami gejala heartburn setelah minum susu murni. Para peneliti menyarankan bahwa hubungan antara susu murni dan heartburn terkait dengan kandungan lemak susu murni.

Nah, jika minum susu membuat Anda mengalami heartburn, sebaiknya hindari atau kurangi asupan susu.

8. Makanan berlemak tinggi

Heartburn disebabkan makanan tinggi lemak, ini termasuk makanan yang sangat sehat dan bergizi seperti buah alpukat, kacang-kacangan, dan keju.

Ada dua cara bagaimana makanan berlemak tinggi bisa menyebabkan heartburn.

  • Mengendurkan sfingter esofagus bawah

Makanan berlemak tinggi  dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah, otot yang berfungsi sebagai penghalang antara esofagus dan lambung. Ketika otot ini rileks, asam lambung keluar dari lambung ke kerongkongan dan menyebabkan heartburn.

  • Merangsang pelepasan hormon cholecystokinin

Makanan berlemak tinggi merangsang pelepasan hormon cholecystokinin (CCK). Hormon ini juga dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah dan menyebabkan asam lambung.

CCK juga dapat mendorong makanan bertahan di perut lebih lama sehingga bisa dicerna lebih baik. Namun, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko asam lambung, yang dapat menyebabkan heartburn.

Tidak hanya makanan sehat yang tinggi lemak saja, makanan sepat saji (junk food) dan makanan digoreng yang memgandung banyak lemak.

9. Mint

Permen yang berbahan peppermint dan spearmint biasa digunakan untuk menenangkan kondisi pencernaan. Namun, beberapa bukti bahwa permen ini menjadi penyebab heartburn. Satu studi menemukan bahwa dosis tinggi spearmint berhubungan dengan gejala asam lambung.

Namun, spearmint ini tidak mengendurkan sphincter esofagus bagian bawah. Sebaliknya, para peneliti percaya bahwa spearmint menyebabkan heartburn dengan mengiritasi lapisan kerongkongan.

Studi lain terhadap 500 orang menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi teh peppermint setiap hari berisiko dua kali lipat mengalami heartburn.

10. Minuman bersoda

Soda dan minuman bersoda juga merupakan penyebab heartburn. Penelitian menunjukkan bahwa minuman berkarbonasi ini dapat melemaskan sphincter esofagus dan meningkatkan asam lambung – dua faktor risiko mulas.

Para ilmuwan dalam satu penelitian mengamati pola tidur lebih dari 15.000 orang, menemukan bahwa sekitar 25% mengalami heartburn di malam hari. Para peneliti menemukan bahwa heartburn di malam hari sangat berhubungan dengan beberapa faktor, termasuk minum minuman berkarbonasi.

Sementara studi lain menemukan bahwa orang yang mengonsumsi minuman berkarbonasi berisiko 69% lebih tinggi terkena gejala asam lambung seperti heartburn.

Makanan yang Dapat Meringankan Heartburn

Meskipun banyak makanan dapat memperburuk heartburn, ada beberapa makanan yang dapat membantu meringankan gejala, berikut di antaranya:

1. Sayuran hijau

Sayuran hijau secara alami rendah lemak, asam dan gula. Sayuran hijau termasuk kacang hijau, brokoli, bayam, seledri dan sayuran hijau lainnya.

2. Jahe

Tanaman rimpang ini adalah obat alami untuk mengatasi mual dan muntah. Jahe mungkin bisa digunakan untuk membantu mengatasi asam lambung, meski ada bukti terbatas tentang efek jahe untuk heartburn.

3. Pisang

Buah berdaging lembut ini secara alami rendah kandungan asam dan biasanya direkomendasikan untuk mengurangi asam lambung.

4. Biji-bijian

Berdasarkan penelitian, mengonsumsi biji-bijian dan kentang terkait dengan risiko 42% lebih rendah terkena penyakit gastroesophageal reflux atau asam lambung.

5. Oatmeal

Oatmeal mengandung serat, yang kemungkinan dapat mengurangi asam lambung. Serat dalam oatmeal tidak mengandung FODMAP, jadi tidak menyebabkan sendawa atau refluks.