Terbit: 18 Maret 2021 | Diperbarui: 19 Maret 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Heartburn saat hamil adalah sesuatu yang umum terjadi. Heartburn sendiri diartikan sebagai sensasi panas atau terbakar yang terjadi di dada. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab dada terasa panas saat hamil hingga cara mengatasinya.

Heartburn saat Hamil: Penyebab, Cara Mengatasi, dll

Penyebab Heartburn saat Hamil

Pada umumnya, keadaan ini dimulai di trimester pertama sekitar bulan kedua. Lantas, apa yang menyebabkan heartburn pada ibu hamil?

Pada awal kehamilan, tubuh wanita memproduksi sejumlah besar hormon progesterone dan relaxin, di mana hormon tersebut yang cenderung mengendurkan jaringan otot polos di seluruh tubuh, termasuk yang ada di saluran pencernaan.

Akibatnya, makanan terkadang bergerak lebih lambat di seluruh sistem tubuh, sehingga menyebabkan segala jenis gangguan pencernaan, mulai dari perut kembung, kelebihan gas, hingga dada terasa panas seperti terbakar.

Meski heartburn saat hamil menimbulkan ketidaknyamanan, sebenarnya hal ini bermanfaat bagi bayi. Perlambatan pencernaan ini memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih baik ke dalam aliran darah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Heartburn terjadi ketika cincin otot yang memisahkan kerongkongan dari perut mengendur (seperti semua otot di saluran pencernaan), di mana hal ini memungkinkan makanan dan cairan pencernaan untuk kembali dari perut ke kerongkongan.

Asam lambung ini mengiritasi lapisan esofagus yang sensitif, menyebabkan sensasi terbakar tepat di sekitar lokasi jantung.

Gejala Heartburn saat Hamil

Gejala umum yang sering dilaporkan oleh wanita hamil meliputi:

  • Sensasi terbakar di dada, tepat di belakang tulang dada (sternum) setelah makan. Keadaan ini bisa berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam.
  • Nyeri dada, terutama setelah membungkuk, berbaring, atau makan.
  • Cairan panas, asam, atau asin terasa di bagian belakang tenggorokan.
  • Sering bersendawa.
  • Batuk kronis.
  • Suara serak.
  • Mengi atau gejala seperti asma lainnya.

Cara Mengatasi Heartburn saat Hamil

Pada dasarnya, terdapat berbagai langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi heartburn pada ibu hamil, di antaranya:

  • Kunyah permen karet tanpa gula. Melakukannya sekitar setengah jam setelah makan akan meningkatkan produksi air liur, di mana hal ini dapat menetralkan kelebihan asam di kerongkongan.
  • Menambahkan almond. Makan beberapa almond setelah makan membantu menetralkan cairan di perut. Hal ini pada akhirnya dapat meredakan atau bahkan mencegah heartburn. Selain mengonsumsi langsung dalam bentuk kacang, Anda juga bisa mengonsumsinya dalam bentuk susu almond.
  • Konsumsi pepaya. Buah ini mengandung banyak nutrisi di dalamnya seperti vitamin A, vitamin C, dan berbagai mineral pentingnya lainnya. Selain itu, buah ini juga mengandung enzim papain yang membuat protein menjadi lebih mudah untuk dicerna.
  • Makan sedikit tapi sering. Alih-alih makan tiga kali sehari, cobalah untuk mengubahnya menjadi enam porsi kecil yang tidak lebih dari 1½ cangkir. Makan dalam jumlah sedikit lebih mudah dicerna tubuh, sehingga membantu meredakan gejala heartburn pada ibu hamil.
  • Makanan cair. Makanan ini lebih kecil kemungkinannya menyebabkan masalah dibandingkan makanan padat, karena makanan tersebut bergerak melalui perut lebih cepat. Sup, smoothie, yoghurt, milkshake, dan puding adalah pilihan yang baik.

Beberapa cara lain yang bisa Anda lakukan untuk meredakan heartburn, antara lain:

  • Lewati makanan dan minuman yang bisa memperburuk keadaan, seperti jeruk, makanan pedas, berlemak (terutama yang digoreng atau berminyak), kafein, dan minuman berkarbonasi.
  • Hindari makan atau minum selama 3 jam sebelum tidur.
  • Tahan keinginan untuk berbaring setelah makan.
  • Meninggikan posisi kepala saat tidur
  • Antasida yang dijual bebas mungkin terbukti membantu meredakan heartburn, tetapi jangan minum antasida tanpa konsultasi dengan dokter. Beberapa antasida mengandung natrium tingkat tinggi yang dapat menyebabkan penumpukan cairan di jaringan tubuh. Beberapa juga mengandung aluminium, sehingga dianggap tidak aman untuk kehamilan.

Baca Juga: Hamil 22 Minggu: Perkembangan Janin, Gejala, dan Tips Kehamilan

Apakah Heartburn pada Ibu Hamil Bisa Dicegah?

Kemungkinan mengalami kehamilan yang terbebas dari heartburn sangatlah kecil. Meski begitu, hal ini adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah keadaan ini, di antaranya:

  • Jangan minum dan makan pada saat bersamaan. Terlalu banyak cairan bercampur dengan terlalu banyak makanan akan membuat perut buncit, sehingga memperparah heartburn.
  • Hindari konsumsi makanan dalam jumlah besar. Membagi makanan dalam beberapa porsi kecil adalah solusi untuk mengatasi masalah pencernaan terkait dengan kehamilan.
  • Makan dengan perlahan. Semakin banyak Anda mengunyah, semakin sedikit pekerjaan yang harus dilakukan sistem pencernaan. Makan terlalu cepat membuat Anda sering menelan udara sehingga membentuk kantung gas di perut. Jadi, meskipun Anda sangat lapar atau sedang terburu-buru, berusahalah untuk makan sedikit dan mengunyahnya dengan baik.
  • Mengenakan pakaian longgar. Pakaian ketat di sekitar pinggang dapat membuat perut Anda kaku, menambah tekanan, dan memicu sensasi panas.
  • Meninggikan posisi kepala saat tidur. Cobalah tidur dengan kepala terangkat sekitar 15 cm. Cara yang memanfaatkan gravitasi ini menjaga cairan lambung tetap di tempatnya.
  • Menjaga berat badan ideal. Pertahankan kenaikan berat badan kehamilan secara bertahap. Kenaikan berat yang direkomendasikan adalah 11 sampai 15 kg. Berat badan yang berlebih dapat memperburuk heartburn karena penambahan tekanan pada saluran pencernaan.
  • Bersantai untuk menghilangkan rasa sakit. Stres memperparah semua gangguan lambung, jadi belajar mendinginkan tubuh dapat meredakan sensasi panas. Cobalah melakukan prenatal yoga, meditasi, akupuntur, biofeedback, atau hipnosis.

Apakah Heartburn Terus Dialami selama Kehamilan?

Iya, heartburn adalah gejala yang mungkin Anda alami selama kehamilan. Faktanya, jika Anda tidak mengalami hal ini di awal kehamilan, ada kemungkinan besar Anda akan mengalaminya di trimester kedua atau ketiga, ketika rahim mengambil alih rongga perut dan memaksa perut naik. Untungnya, keadaan ini akan hilang segera setelah melahirkan.

 

  1. Anonim. Pregnancy and Heartburn. https://www.webmd.com/baby/guide/what-is-heartburn. (Diakses pada 18 Maret 2021).
  2. Anonim. How Can I Deal With Heartburn During Pregnancy?. https://kidshealth.org/en/parents/heartburn.html. (Diakses pada 18 Maret 2021).
  3. Anonim. Heartburn During Pregnancy. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/heartburn-during-pregnancy-982/. (Diakses pada 18 Maret 2021).
  4. Dowdle, Hillari, Michele Bender, dan Laura Riley. 2020. How to Relieve Heartburn During Pregnancy. https://www.parents.com/pregnancy/stages/2nd-trimester-health/heartburn-causes-and-cures/. (Diakses pada 18 Maret 2021).
  5. O’Connor, Amy. 2020. Heartburn During Pregnancy. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/heartburn-during-pregnancy.aspx. (Diakses pada 18 Maret 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi