Terbit: 9 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Telinga tersumbat bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, hal tersebut membuat penanganan yang dilakukan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Telinga Tersumbat: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengenali Penyebab dan Cara Mengatasi Telinga Tersumbat

Telinga tersumbat bisa menyebabkan seseorang kesulitan mendengar, pusing, hingga sakit telinga. Berikut beberapa penyebab dan cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi telinga yang tersumbat, di antaranya:

Penyumbatan Telinga Terkait Sinus

Kondisi yang menyebabkan peradangan atau hidung tersumbat juga dapat menyebabkan sumbatan pada telinga. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hal ini, antara lain:

  • Sinusitis.
  • Alergi.
  • Infeksi, seperti flu atau pilek.
  • Infeksi sinus bakteri atau virus.
  • Merokok atau terpapar asap rokok dari orang lain.
  • Kelainan struktural.

Perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini tergantung pada penyebabnya. Pada sebagian besar kasus, infeksi sinus dapat sembuh sendiri tanpa penanganan khusus. Namun, dokter mungkin meresepkan antibiotik jika Anda mengalami infeksi sinus akibat bakteri.

Telinga tersumbat yang terkait dengan sinusitis atau infeksi virus, seperti pilek atau flu, akan hilang setelah kondisi yang mendasari atau penyebab peradangan teratasi. Menghindari iritasi dan alergen yang memicu sinusitis juga dapat membantu meredakan kondisi.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejala sinus dan sumbatan pada telinga adalah:

  • Menghirup uap dari semangkuk air panas atau shower.
  • Menggunakan humidifier.
  • Letakkan handuk basah hangat di atas hidung dan dahi.
  • Gunakan dekongestan atau obat semprot hidung.
  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau asetaminofen untuk meredakan nyeri dan bengkak.
  • Lakukan irigasi hidung.

Baca Juga: Mengenal 4 Fungsi Gendang Telinga dan Cara Merawatnya dengan Benar

Alergi

Rhinitis alergi terjadi ketika sistem kekebalan bereaksi berlebihan terhadap alergen di lingkungan, seperti serbuk sari, debu, atau bulu hewan peliharaan. Sebuah penelitian mengungkapkan, keadaan ini juga dapat memengaruhi telinga. Seseorang yang mengalami kondisi ini mungkin memiliki gejala seperti:

  • Tekanan di dalam telinga.
  • Telinga meletup.
  • Kesulitan mendengar.

Rhinitis alergi juga dapat menyebabkan:

  • Bersin.
  • Pilek atau hidung tersumbat.
  • Gatal, mata berair.
  • Mulut, hidung, dan tenggorokan gatal.
  • Kesulitan bernapas melalui hidung.
  • Sakit kepala.

Penanganan telinga tersumbat yang terjadi akibat alergi adalah mengonsumsi obat alergi seperti dekongestan dan antihistamin.

National Center for Complementary and Integrative Health (NICCIH) telah menemukan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa perawatan pelengkap berikut dapat membantu mengobati rhinitis alergi, seperti:

  • Akupunktur.
  • Irigasi hidung.
  • Suplemen herbal butterbur.

NICCIH juga mencantumkan probiotik, madu, dan ekstrak kulit kayu pinus sebagai pilihan pengobatan potensial. Namun, beberapa hal tersebut belum memberikan bukti ilmiah yang mendukung kemanjurannya.

Perubahan Ketinggian

Telinga seperti tersumbat bisa Anda alami jika mengalami perubahan ketinggian. Hal ini bisa terjadi ketika tekanan udara di luar telinga berbeda dengan tekanan udara di dalam saluran eustachius.

Saluran eustachius adalah saluran sempit yang menghubungkan telinga tengah ke tenggorokan bagian atas dan rongga hidung.

Perubahan tekanan udara terjadi selama perjalanan udara, penyelaman laut dalam, atau setiap kali seseorang melakukan perjalanan ke tempat yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Cara mengatasi telinga tersumbat terkait dengan ketinggian adalah:

  • Menguap atau mengunyah permen karet saat lepas landas atau mendarat.
  • Menggunakan filtered earbud untuk menyamakan tekanan udara.
  • Menggunakan semprotan dekongestan yang dijual bebas.

Baca Juga: Manuver Valsava, Cara Mengatasi Telinga Berdenging yang Cepat dan Ampuh!

Penumpukan Kotoran

Kotoran telinga atau dikenal juga sebagai cerumen adalah zat lilin yang diproduksi saluran telinga. Memiliki sedikit kotoran telinga itu bagus karena membantu melindungi saluran telinga.

Namun, terlalu banyak kotoran telinga dapat menyebabkan kondisi yang disebut impaksi serumen. Beberapa gejala yang bisa terjadi, antara lain:

  • Kesulitan mendengar.
  • Rasa tidak nyaman pada telinga.
  • Gatal.
  • Telinga terasa penuh.
  • Telinga berdenging.
  • Pusing.
  • Infeksi telinga.
  • Drainase telinga.

Penting untuk diketahui, cara mengatasi telinga tersumbat karena kotoran tidak disarankan menggunakan teknik ear candle. Anda bisa menggunakan obat tetes kotoran telinga atau alat khusus untuk mengangkat kotoran.

Infeksi Telinga

Infeksi yang terjadi pada telinga bisa menyebabkan telinga tersumbat. Keadaan ini bisa terjadi ketika bakteri, virus, atau jamur berkembang di telinga tengah. Keadaan ini menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan di saluran eustachius.

Siapa pun bisa terkena infeksi telinga. Namun, anak-anak memiliki risiko yang lebih tinggi. Gejala yang bisa Anda kenali, antara lain:

  • Telinga terasa sakit saat berbaring.
  • Demam.
  • Pusing.
  • Kehilangan keseimbangan.
  • Gangguan pendengaran.
  • Sakit kepala.

Sumbatan pada telinga yang disebabkan oleh infeksi dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan medis. Namun, jika infeksi yang terjadi pada telinga tengah, Anda mungkin membutuhkan antibiotik.

Meningkatkan asupan cairan dapat membantu menyembuhkan infeksi lebih cepat. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi obat non resep untuk menghilangkan rasa sakit dan demam, seperti acetaminophen atau ibuprofen. Dokter juga dapat mengobati infeksi jamur telinga dengan obat antijamur topikal atau prosedur ear aspiration.

Penyakit Meniere

Penyakit Meniere adalah kelainan telinga bagian dalam yang menyebabkan pusing parah, vertigo, tinnitus, dan telinga tersumbat. Gejala penyakit ini terjadi ketika cairan menumpuk di labirin telinga bagian dalam. Labirin terdiri dari kanal setengah lingkaran yang membantu mengatur keseimbangan, dan koklea yang bertanggung jawab untuk pendengaran.

Penyebab pasti penyakit Meniere masih belum diketahui. Namun, National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) menyatakan bahwa orang mengembangkan gangguan ini sebagai akibat dari:

  • Infeksi.
  • Alergi.
  • Kondisi autoimun.
  • Genetik.

Sementara itu, perawatan alternatif untuk penyakit Meniere adalah:

  • Membatasi asupan garam.
  • Membatasi asupan kafein, cokelat, dan alkohol.
  • Perawatan tekanan udara.
  • Terapi perilaku kognitif.
  • Operasi untuk mendekompresi kantung endolimfatik di dalam telinga bagian dalam.

 

  1. Eske, Jamie. 2021. How to treat ear congestion. https://www.medicalnewstoday.com/articles/ear-congestion#allergies. (Diakses pada 9 April 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi