Hati-Hati, Jangan Minum Jus Ini Saat Mengonsumsi Obat

DokterSehat.Com– Rasa obat yang pahit kerap kita samarkan dengan mengonsumsinya bersamaan dengan minuman manis. Namun ternyata, minuman untuk mengonusmsi obat tidak boleh sembarangan kita pilih lo. Salah satu yang tidak tepat kita pilih adalah jus jeruk.

Saat sakit, nafsu makan dan daya tahan tubuh kita tentu menurun. Hal ini yang menyebabkan kita kerap memilih jus jeruk untuk meningkatkan nafsu makan , dengan rasanya yang manis-asam, serta mendukung kekebalan tubuh dengan kandungan vitamin C-nya.

Padahal konsumsi jeruk, apalagi jika diolah sebagai jus, bisa memengaruhi penyerapan obat.

Menurut Food Drug Adminsitation, kandungan yang ada pada jeruk, jenis grapefruit (jeruk biasa, jeruk bali atau buah yang sangat asam, misalnya kiwi) bisa memengaruhi terbentuknya enzim CYP3A4 yang berfungsi mengatur penyerapan obat.

Hal yang terjadi jika kita mengonsumsi jus jeruk saat mengkonsumsi obat adalah:

  1. Kadar obat menjadi lebih banyak pada tubuh

  2. Hal ini tentu berbahaya karena obat yang harusnya bisa diserap untuk menyembuhkan organ atau sistem tubuh ter-blok fungsinya karena enzim CYP3A4 tidak bisa terbentuk. Jika kadar obat dalam tubuh tinggi, fungsi organ, misalnya ginjal, bisa terbebani dan akan meningkatkan risiko keracunan obat.

  3. Obat tidak terserap tubuh

  4. Kondisi ini disebabkan, pada beberapa jenis obat, adanya jus jeruk akan menganggu distribusi obat ke tubuh. Sehingga tubuh tidak bisa memperoleh kadar obat yang sesuai karena “kendaraan untuk mengantarkan obat” ke organ tidak terbentuk. Tubuh tidak mendapatkan efek maksimal dari obat dan akan menghambat kesembuhan tubuh.

Meskipun tidak semua obat mengalami interaksi dengan jus jeruk, namun tentu akan lebih baik jika kita mengihindari konsumsi jus jeruk saat sedang atau disekitar waktu minum obat.

Jus jeruk tetap boleh dikonsumi, namun sebaiknya beri selang 4-6 jam setelah minum obat agar manfaat dari obat dan kandungan gizi dari jus jeruk bisa sama-sama kita rasakan ya.