Aturan Menggunakan Inhaler yang Baik untuk Kesehatan

Doktersehat-inhaler-flu
Photo Credit: Flickr.com/m_soto

DokterSehat.Com – Saat Anda terkena flu, hidung akan mudah mampet atau memproduksi lendir dengan jumlah yang banyak. Dampak lanjutannya, hidung mampet akan membuat Anda kesulitan untuk bernapas—yang mana membuat Anda terpaksa harus bernapas dengan mulut.

Sejumlah langkah dilakukan untuk membuat hidung lega, salah satu langkah yang umum dilakukan adalah menggunakan vicks inhaler untuk melegakan hidung dengan cepat. Sayangnya, penggunaan inhaler flu ini bisa memberikan efek pedas atau panas bagi hidung, di mana hal ini berdampak kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Sebuah fakta yang dirilis oleh British Medical Journal menunjukkan bahwa, inhaler yang banyak mengandung tiotropium bromid berisiko membuat kematian yang cukup tinggi, khususnya bagi mereka yang memiliki penyakit bronkitis.

baca juga: Pria Lebih Cepat Sembuh dari Flu Daripada Wanita

Tingkat risiko kematian ini bisa terbilang cukup tinggi karena mencapai angka 52%. Bahkan, sebuah penelitian yang melibatkan 6.500 partisipan ini menunjukkan fakta mengejutkan di mana penggunaan inhaler dengan bahan tiotropium akan membuat setidaknya satu kematian pada setiap tahunnya.

Kandungan tiotropium bromida dengan konsentrasi yang tinggi ternyata sangat buruk bagi saluran pernapasan, meskipun pada awalnya penggunaan bahan ini bisa melegakan pernapasan yang mampet.

Sementara bagi para penderita penyakit kardiovaskular, inhaler flu yang memiliki kandungan tiotropium akan memberikan dampak buruk dalam meningkatkan gangguan irama jantung atau aritmia.

Meskipun banyak digunakan untuk mengobati beberapa penyakit kronis pada paru-paru atau semacam gejala sesak napas, bahan ini ternyata bisa sangat berbahaya bagi saluran pernapasan.

Sejumlah pakar kesehatan pun menyarankan agar Anda tidak terlalu bergantung pada inhaler tatkala hidung mampet dan sebaiknya menggunakan bahan lain yang lebih alami sehingga bahaya inhaler pun bisa diminimalisir.

Perlu diketahui, vicks inhaler mengandung menthol, camphor, dan minyak pinus yang sudah banyak digunakan untuk melegakan hidung tersumbat. Banyak orang tidak mengalami efek samping apa pun setelah menggunakan produk ini. Anda mungkin dapat merasa tidak nyaman pada hidung jika Anda sering menggunakannya dalam satu waktu tertentu.

Sementara jika Anda ragu menggunakan produk ini, cara aman yang bisa dilakukan adalah dengan menghirup uap air yang panas untuk melegakan saluran pernapasan. Cara ini tidak memiliki risiko bagi saluran pernapasan dan kesehatan secara keseluruhan.

Beberapa cara lain yang bisa Anda lakukan tanpa menggunakan inhaler flu, di antaranya:

  • Mandi dengan air hangat.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman hangat.
  • Jaga kondisi ruangan tetap bersih dan bebas dari debu sehingga tidak memicu pilek lebih berat.
  • Gunakan semprot hidung yang mengandung garam saline yang dijual di apotek.
  • Jaga posisi kepala lebih tinggi saat tidur sehingga lebih nyaman saat bernapas.

Risiko Penggunaan Inhaler Flu

Penggunaan inhaler flu yang mengandung mentol dan camper terlalu sering sebaiknya dihindari pada anak karena dapat menimbulkan iritasi atau reaksi alergi jika berlebihan.

Inhaler flu tidak boleh digunakan jika Anda alergi terhadap salah satu atau ramuannya. Mohon informasikan kepada dokter atau apoteker jika sebelumnya pernah mengalami alergi.

Jika Anda merasa telah mengalami reaksi alergi, berhentilah menggunakan inhaler flu dan segera beritahu dokter atau apoteker. Hingga saat ini belum ada laporan mengenai efek samping penggunaan inhaler flu.

baca juga: Tips Mudah Agar Tak Mudah Terserang Flu

Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas di pasaran apabila dibutuhkan, misalnya paracetamol atau ibuprofen. Kedua obat ini dapat menurunkan demam dan mengurangi pegal-pegal. Anda tidak diperbolehkan mengonsumsi antibiotik karena obat ini hanya berfungsi untuk membunuh bakteri, bukan membunuh virus sebagai penyebab flu.

Terdapat beberapa kelompok orang yang rentan mengalami komplikasi akibat flu, di antaranya adalah wanita hamil, lansia, orang yang kekebalan tubuhnya rendah, serta penderita penyakit serius (gagal jantung). Oleh karena itu, dokter biasanya akan memberikan obat antivirus terhadap mereka yang berisiko.