Terbit: 20 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Perasaan bahagia tak terkira muncul ketika mengetahui hasil test pack menunjukkan bahwa Anda hamil. Namun setelah diperiksa menggunakan USG, mengapa justru tidak ada tanda-tanda kehamilan seperti kantung kehamilan, perkembangan plasenta, atau detak jantung janin? Jika Anda pernah mengalami situasi tersebut, maka kondisi ini sering disebut dengan istilah kehamilan kimia atau chemical pregnancy.

Hasil Test Pack Positif, Tapi Kok Tidak Hamil?

Apa itu kehamilan kimia?

Kehamilan kimia umumnya terjadi sebelum USG bisa mendeteksi janin, namun tidak terlalu dini untuk tes kehamilan menggunakan hormon hCG. Hormon hCG baru bisa terdeteksi setelah terjadinya implantasi, yaitu embrio menempel ke dinding rahim.

Pada kehamilan kimia, tes kehamilan awalnya positif namun Anda akan mengalami menstruasi setelah beberapa hari. Ini sebenarnya bukanlah menstruasi biasa, namun keguguran dari sel telur yang berhasil dibuahi namun tidak bisa bertahan. Karena itu meskipun terjadi di awal kehamilan, namun tes kehamilan tetap menunjukkan hasil positif karena terjadi peningkatan hormon kehamilan.

Penyebab kehamilan kimia

Penyebab kehamilan kimia bisa bermacam-macam, di antaranya karena adanya masalah embrio, endometrisis, hingga kemungkinan kualitas sperma atau sel telur yang rendah. Penyebab lainnya adalah adanya masalah apda hormon kehamilan atau adanya masalah penggumpalan darah.

Mengenali gejala kehamilan kimia

Sayangnya, kehamilan kimia tidak disertai dengan gejala khusus. Rata-rata para wanita mengalami keguguran tanpa menyadari bahwa dirinya sudah hamil. Ketika mengalami menstruasi, nyeri kram yang dirasakan tidak jauh berbeda dengan nyeri menstruasi pada umumnya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Namun demikian, wanita tetap perlu waspada tehadap bercak-bercak yang merupakan tanda kehamilan seperti implantasi. Pendarahan implantasi umumnya terjadi selama beberapa hari dan jumlahnya tidak terlalu banyak. Bercak yang sering muncul dalam bentuk cairan merah muda atau kecoklatan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi