Harus Berapa Lama Kita Berjemur agar Tidak Kekurangan Vitamin D?

DokterSehat.Com– Negara yang terpapar sinar matahari sepanjang tahun, seperti Indonesia, disebut-sebut aman dari kekurangan vitamin D. Padahal kejadian kekurangan vitamin D dari berbagai penelitian dan survei di Indonesia ternyata masih saja ada. Jika sudah begitu, apakah kita masih boleh merasa aman dari kekurangan vitamin D?

Vitamin D dapat diperoleh tubuh dari paparan sinar matahari dan pemilihan bahan makanan yang kaya vitamin D. Menurut Almatsier dalam buku Prinsip Dasar Ilmu Gizi, jika kita cukup terpapar sinar matahari maka kekurangan vitamin D bukan lagi menjadi suatu masalah. Maka dari itu jika kita ingin memenuhi kebutuhan vitamin D, tubuh kita harus terpapar oleh sinar matahari secara tepat.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Tarumanegara, paparan sinar matahari yang bisa memberikan vitamin D pada tubuh kita bukan paparan sinar matahari pada semua jam. Sinar matahari yang dibutuhkan tubuh untuk memenuhi kebutuhan vitamin D adalah paparan matahari dengan sinar ultraviolet B (UV B).

Paparan sinar matahari UV B ini mampu mengubah vitamin D menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh. Sinar UVB akan menjadi pengubah molekul vitamin D3 menjadi bentuk preformed vitamin, dimana bentuk ini yang akan membantu penyerapan vitamin D untuk tubuh. Sehinga paparan sinar matahari untuk tubuh kita harus terkandung UVB didalamnya.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D tubuh kita dari sinar matahari, kita harus mengetahui waktu, durasi dan frekuensi yang tepat untuk terpapar sinar matahari. Waktu yang tepat untuk memperoleh sinar matahari dengan kadar UVB yang tinggi adalah pukul 09.00-15.00. Selama rentang waktu tersebut kita diajurkan terpapar sinar matahari dengan durasi 15 menit. Hal itu dapat kita lakukan dengan frekuensi 3 kali dalam seminggu.

Nah, sekarang anda sudah tahu harus berapa lama terpapar sinar matahari agar tidak kekurangan vitamin D. Jadi, tunggu apa lagi, yuk berjemur!