Hapus Tato dengan Parutan Keju, Pria Ini Kena Tetanus

menghapus-tato-doktersehat
Photo Source: Flickr/jamesabbott1963

DokterSehat.Com– Memiliki tato adalah sebuah keputusan yang besar. Meski sering dianggap sebagai ekspresi jiwa atau karya seni, dalam realitanya tato akan bertahan seumur hidup pada tubuh. Masalahnya adalah tidak semua orang puas dengan tato yang sudah terlanjur menempel. Ada yang berusaha untuk menghapusnya, apapun caranya.

Menghapus Tato dengan Parutan Keju Hingga Terkena Tetanus

Jika di zaman dahulu kita pernah mendengar selentingan tentang orang-orang yang ingin menghapus tatonya dengan setrika, belakangan ini seorang pemuda berusia 21 tahun dari Argentina melakukan hal yang jauh lebih ekstrem. Bagaimana tidak, sang pria yang tidak disebutkan namanya ini memilih untuk menghapus tato di kulitnya dengan parutan keju!

Sang pria sudah memiliki tato di lengannya sejak usianya baru 19 tahun. Hanya saja, ia kemudian ingin mendapatkan pekerjaan sebagai polisi bandara. Sebenarnya, tidak ada persyaratan tertulis yang menunjukkan bahwa pelamar profesi ini harus bebas dari tato, namun sang pria menduga bahwa persyaratan ini memang ada.

Alhasil, ia pun mencari cara untuk menghapus tato lewat Youtube. Salah satu video yang dilihatnya adalah menghapus tato dengan menggunakan parutan keju. Sebelumnya, ia juga sempat berusaha menghapusnya dengan batu apung namun tidak berhasil.

“Sebenarnya saya suka dengan tato ini, namun saya harus menghapusnya,” ucap sang pria.

Nekat, sang pria menggunakan parutan keju hingga lengannya mengalami luka yang cukup parah, namun tato ini berhasil dihapus. Setelahnya, ia pergi ke rumah sakit untuk mengobati luka tersebut. Sayangnya, dokter justru mendiagnosisnya terkena tetanus akibat aksinya yang tidak lazim ini.

“Setelah diparut lengan saya terasa sangat sakit dan mengeluarkan darah. Saya bahkan harus memakai disinfektan setiap hari dan mendapatkan vaksin tetanus,” cerita sang pria.

Sebenarnya, pihak keluarga sudah melarangnya melakukan tindakan nekat ini, namun ia memang sudah bertekad untuk menghapus tatonya.

“Jujur saja saya menyesal melakukan hal ini. Sebaiknya jangan ditiru oleh siapapun,” ucapnya.

Luka yang dialaminya bisa ditangani oleh dokter. Kini, ia masih menjalani pemulihan akibat hal ini.

Berbagai Cara Menghapus Tato

Tato permanen biasanya memang sangat sulit untuk dihilangkan. Hanya saja, dalam beberapa kasus, warnanya bisa memudar seiring dengan waktu. Menghilangkannya sebenarnya bisa dilakukan, namun hal ini harus melalui tindakan medis yang cermat, bukannya dilakukan dengan sembarangan sebagaimana dengan memakai parutan keju.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghapus tato

  1. Memakai Teknik Laser

Teknik laser akan membuat tinta tato terpecah dengan sinar berintensitas tinggi. Beberapa jenis sinar laser yang bisa memberikan manfat ini adalah laser q-switched ruby atau laser YAG. Hanya saja, jenis laser ini hanya bisa menghapus beberapa jenis warna tato saja. Beberapa warna tato seperti hijau cenderung sulit untuk hilang dengan teknik ini.

Teknik ini juga bisa memberikan efek samping tersendiri seperti kulit membengkak, melepuh, atau mengalami perdarahan. Kondisi ini bisa diatasi dengan salep. Hanya saja, penggunaan teknik laser harus dilakukan beberapa kali hingga tato benar-benar hilang.

  1. Operasi Pengangkatan Kulit

Teknik ini dilakukan dengan menyayat jaringan kulit yang bertato. Setelahnya, kulit yang terbuka akan dijahit sehingga diharapkan akan membentuk jaringan baru yang lebih bersih. Hanya saja, biasanya hal ini akan membuat munculnya bekas luka.

  1. Memakai Teknik Dermabasi

Teknik ini menggunakan semacam sikat atau roda yang berfungsi mirip dengan amplas sehingga bisa mengoyak kulit hingga ke bagian dalam. Tinta tato pun lambat laun akan menghilang namun bisa menyebabkan sensasi nyeri luar biasa meskipun saat menjalaninya kulit diberi pemati rasa.

 

Sumber:

  1. Tan, Sheralyn. 2019. OUCH! Man Uses Cheese Grater to Scrape Off His Tattoo As It Didn’t Look Aesthetic. com/ouch-man-uses-cheese-grater-to-scrape-off-his-tattoo-as-it-didnt-look-aesthetic-enough/. (Diakses pada 4 Oktober 2019).