Terbit: 8 April 2021 | Diperbarui: 9 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Hamil di luar kandungan merupakan istilah medis untuk kejadian saat sel telur yang telah dibuahi tumbuh di luar rahim. Simak penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri hamil di luar kandungan, penyebab, hingga penanganan yang bisa Anda lakukan.

Hamil di Luar Kandungan: Gejala, Penyebab, Penanganan, dll

Apa Itu Hamil di Luar Kandungan?

Hamil di luar kandungan adalah ketika sel telur yang telah dibuahi tumbuh di luar rahim. Keadaan yang juga disebut kehamilan ektopik ini dapat menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan medis dengan segera. Pada lebih dari 90% kasus, sel telur yang telah dibuahi tumbuh di tuba falopi.

Gejala Hamil di Luar Kandungan

Pada awalnya, Anda mungkin tidak akan merasakan gejala apa pun. Namun, saat telur yang telah dibuahi tumbuh di tempat yang tidak semestinya, tanda dan gejala menjadi lebih terlihat. Beberapa wanita yang mengalami hal ini biasanya memiliki tanda seperti:

  • Pendarahan vagina ringan dan nyeri panggul.
  • Sakit perut dan muntah.
  • Kram perut yang tajam.
  • Nyeri di satu sisi tubuh.
  • Pusing atau lemas.
  • Nyeri di bahu, leher, atau rektum.

Pada sebagian besar kasus, kehamilan jenis ini terjadi di minggu-minggu pertama kehamilan.

Gejala Darurat

Jika sel telur yang telah dibuahi tumbuh di tuba falopi, hal tersebut bisa menyebabkan tuba falopi pecah. Hal tersebut membuat pendarahan hebat di dalam perut. Gejala yang bisa dikenali adalah pusing yang ekstrem, pingsan, dan syok.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Baca Juga: 11 Komplikasi Persalinan yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera dapatkan bantuan medis jika Anda memiliki tanda atau gejala seperti:

  • Nyeri perut atau panggul yang parah disertai dengan perdarahan vagina.
  • Sakit kepala ringan atau pingsan yang ekstrem.
  • Bahu terasa sakit.

Penyebab Hamil di Luar Kandungan

Salah satu penyebab keadaan ini bisa disebabkan oleh tuba falopi yang rusak. Kerusakan pada tuba falopi bisa mencegah sel telur yang telah dibuahi masuk ke rahim. Rusaknya tuba falopi sering kali disebabkan akibat peradangan atau kecacatan. Ketidakseimbangan hormon atau perkembangan abnormal dari sel telur yang telah dibuahi juga mungkin berperan menyebabkan hal ini.

Faktor Risiko Hamil di Luar Kandungan

Beberapa hal yang membuat Anda lebih mungkin mengalami kehamilan ektopik adalah:

  • Kehamilan ektopik sebelumnya. Jika Anda pernah mengalami hal ini sebelumnya, kemungkinan besar Anda akan mengalaminya lagi.
  • Peradangan atau infeksi. Infeksi menular seksual, seperti gonore atau klamidia, dapat menyebabkan peradangan pada saluran dan organ terdekat lainnya sehingga meningkatkan risiko.
  • Perawatan kesuburan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menjalani in vitro fertilization (IVF) atau perawatan serupa, lebih mungkin mengalami kehamilan ektopik. Infertilitas itu sendiri juga dapat meningkatkan risiko.
  • Operasi tuba. Pembedahan untuk memperbaiki tuba falopi yang tertutup atau rusak dapat meningkatkan risiko hamil di luar kandungan.
  • Pilihan alat kontrasepsi. Kemungkinan hamil saat menggunakan alat kontrasepsi intrauterine device (IUD) atau spiral jarang terjadi. Namun, jika Anda hamil meski sudah menggunakan IUD, kemungkinan besar akan menyebabkan kehamilan ektopik. Metode kontrasepsi lain seperti ligasi tuba juga bisa meningkatkan hal ini, terutama jika Anda tetap hamil setelah melakukan prosedur ini.
  • Merokok. Memiliki kebiasaan merokok sebelum hamil dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik. Semakin banyak Anda merokok, semakin besar risikonya.

Baca Juga: 11 Ciri-Ciri Kehamilan Sehat yang Harus Bunda Ketahui

Diagnosis Hamil di Luar Kandungan

Pemeriksaan panggul dapat membantu dokter mengidentifikasi area nyeri, nyeri tekan, atau massa di tuba falopi dan ovarium. Beberapa tes lain yang mungkin disarankan, di antaranya:

  • Tes Kehamilan

Dokter mungkin menyarankan tes darah human chorionic gonadotropin (HCG) untuk memastikan bahwa Anda hamil. Jika Anda hamil, kadar hormon ini akan mengalami peningkatan.

  • USG Transvaginal

Metode ini memungkinkan dokter melihat lokasi pasti kehamilan. Saat melakukan tes ini, alat seperti tongkat dimasukkan ke dalam vagina. Alat ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar rahim, ovarium, dan saluran tuba, kemudian mengirimkan gambar ke monitor. USG perut juga dapat digerakan di atas perut untuk memastikan kehamilan dan mengevaluasi pendarahan internal.

  • Tes Darah Lainnya

Hitung darah lengkap akan dilakukan untuk memeriksa anemia. Tes darah juga dilakukan untuk mengidentifikasi tanda-tanda kehilangan darah lainnya.

Penanganan Hamil di Luar Kandungan

Pada dasarnya penanganan dilakukan tergantung gejala ketika kehamilan ektopik ditemukan. Penanganan bisa dilakukan menggunakan obat-obatan, operasi laparoskopi, atau operasi perut.

  • Obat-Obatan

Kehamilan ektopik dini tanpa pendarahan yang tidak stabil paling sering diobati dengan obat yang disebut methotrexate. Obat ini digunakan untuk menghentikan pertumbuhan sel dan melarutkan sel yang ada. Obat ini diberikan melalui suntikan.

Setelah injeksi, dokter mungkin akan menyarankan tes HCG lagi untuk menentukan seberapa baik pengobatan dan apakah Anda memerlukan lebih banyak obat.

  • Prosedur Laparoskopi

Salpingostomi dan salpingektomi adalah dua operasi laparoskopi yang digunakan untuk menangani beberapa kehamilan ektopik. Dalam prosedur ini, sayatan kecil dibuat di perut atau di dekat pusar. Selanjutnya, dokter menggunakan selang tipis yang dilengkapi kamera dan lampu (laparoskop) untuk melihat area tuba fallopi.

Prosedur mana yang Anda lakukan bergantung pada jumlah perdarahan dan kerusakan. Faktor lainnya adalah apakah tuba fallopi yang lain normal atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan sebelumnya.

  • Operasi Darurat

Jika kehamilan ektopik menyebabkan pendarahan hebat, Anda mungkin memerlukan operasi darurat. Hal ini dapat dilakukan secara laparoskopi atau melalui sayatan perut (laparotomi). Dalam beberapa kasus, tuba falopi dapat diselamatkan. Namun tuba falopi yang pecah harus dikeluarkan.

Pencegahan Hamil di Luar Kandungan

Meski tidak ada cara untuk mencegah keadaan ini, terdapat beberapa cara untuk mengurangi risiko, antara lain:

  • Membatasi jumlah pasangan seksual.
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seks untuk mencegah infeksi menular seksual dan mengurangi risiko penyakit radang panggul.
  • Berhenti merokok sebelum mencoba untuk hamil.

 

  1. Anonim. Ectopic pregnancy. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ectopic-pregnancy/symptoms-causes/syc-20372088. (Diakses pada 8 April 2021).
  2. Anonim. Ectopic (Extrauterine) Pregnancy. https://www.webmd.com/baby/pregnancy-ectopic-pregnancy#1. (Diakses pada 8 April 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi