Risiko Hamil dengan Rahim Terbalik

Doktersehat-rahim-terbalik

DokterSehat.Com – Rahim merupakan tempat di mana janin tumbuh dan berkembang. Normalnya, rahim terletak cenderung condong ke arah perut atau tegak terhadap pelvis. Tapi, bila posisi rahim letaknya membelakangi pelvis maka disebut dengan rahim terbalik atau rebah. Pada umumnya, penyebab rahim terbalik karena tertekuk atau rebah ke belakang.

Rahim terbalik bisa terjadi bila rahim tidak pernah dikembalikan ke posisi yang benar selama masih anak-anak atau memasuki usia dewasa. Selain itu, penyebab lainnya adalah endometriosis atau uterine fibroid yang bisa mengakibatkan parut atau bintil-bintil yang bisa merubah posisi rahim.

Kebanyakan wanita tidak menyadari bahwa posisi rahim terbalik sebelum merasakan adanya keluhan, seperti sakit saat berhubungan seks atau haid, infeksi saluran kencing. mudah ngompol, dan keluhan ketidaksuburan. Sebagian besar kasus rahim terbalik ditemukan saat dilakukan pemeriksaan oleh ginekolog.

baca juga: Ketahui Penyebab dan Gejala Kanker Rahim

Pada rahim yang normal, posisinya akan sedikit menekuk ke depan sehingga searah dengan keluarnya sperma dan sperma dapat langsung berenang ke dalam rahim untuk mencapai sel telur.

Sementara pada wanita yang rahimnya terbalik, posisi rahimnya menekuk ke belakang sehingga mulut rahim posisinya tidak pas dengan arah datangnya sperma. Kondisi ini menyebabkan sperma lebih sulit masuk ke dalam rahim.

Kelainan pada rahim ini tidak selalu menyebabkan wanita sulit mendapat anak. Sperma masih bisa mencapai sel telur supaya terjadi pembuahan. Caranya, lakukan posisi doggy style saat bercinta sehingga ujung penis bisa menghadap ke mulut rahim. Posisi ini membuat sperma mengarah ke mulut rahim lalu menuju sel telur.

Jangan langsung berbalik setelah terjadi ejakulasi. Tahan selama 10 sampai 15 menit pada posisi yang sama supaya sperma bisa berenang mencari sel telur. Usahakan untuk melakukan hubungan seks saat Anda sedang dalam masa subur guna meningkatkan peluang kehamilan.

Meski begitu, sebaiknya segera periksakan kondisi rahim Anda ke dokter. Selain itu, lakukan pula olahraga dengan gerakan menarik lutut ke dada guna memperbaiki letak rahim.

Penyebab Rahim Terbalik

Posisi rahim terbalik umumnya dialami oleh sekitar 30 % wanita. Rahim terbalik adalah sebuah kondisi di mana rahim menekuk ke arah belakang. Kondisi ini merupakan variasi anatomis yang tidak memengaruhi kesuburan seseorang. Selama seorang wanita mampu menghasilkan sel telur disetiap siklus menstruasinya, maka peluang untuk hamil akan tetap ada.

Sementara itu, rahim terbalik bisa terjadi secara alami seiring pertambahan usia. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan rahim terbalik, di antaranya:

  • Endometriosis

Pertumbuhan jaringan parut di dinding rahim yang terjadi pada kasus endometriosis, bisa menyebabkan rahim terjebak pada posisi terbalik dan kesulitan kembali ke posisi yang seharusnya.

  • Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul yang tidak ditangani dengan baik bisa memicu kemunculan jaringan parut di lapisan dinding rahim dan menimbulkan efek seperti pada kasus endometriosis.

baca juga: Awas, Inilah Gejala Kista Rahim yang Harus Anda Waspadai!

  • Miom

Kemunculan miom di sekitar rahim bisa membuat posisi rahim terbalik, bentuknya tidak sempurna, dan bermasalah. Pada kasus tertentu, kemunculan miom juga bisa mengganggu proses pembuahan atau kehamilan.

  • Operasi panggul

Riwayat operasi panggul juga bisa menimbulkan jaringan parut sehingga menyebabkan posisi rahim terganggu.

  • Persalinan

Posisi rahim bisa berubah karena pengaruh proses persalinan. Kondisi ini bisa terjadi jika ligamen atau jaringan penyangga rahim mengalami peregangan. Pada kondisi normal, seharusnya rahim akan kembali ke posisi semula setelah persalinan. Namun pada sebagian persalinan, justru menyebabkan perubahan posisi rahim terbalik.