Terbit: 12 Juni 2020 | Diperbarui: 18 Juni 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Sudah hamil 6 minggu, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui mulai dari perkembangan bentuk janin 6 minggu, hingga apa saja perubahan serta gejala yang akan dialami. Simak seluk-beluk usia kehamilan 6 minggu berikut ini!

Hamil 6 Minggu, Detak Jantung Janin Mulai Terasa?

Perkembangan Janin saat Hamil 6 Minggu

Perkembangan janin 6 minggu adalah salah satu hal yang menjadi perhatian utama saat usia kehamilan Anda mencapai periode ini. Sebagai informasi, bentuk janin ketika hamil 6 minggu masih sama seperti di minggu kelima yakni seperti kecebong (tadpole) berukuran setara biji buah delima. Selain itu, tanda-tanda perkembangan lainnya meliputi:

  • Terdapat penonjolan yang menyerupai ekor. Tonjolan ini nantinya akan berkembang menjadi tulang belakang.
  • Sejumlah organ tubuh seperti paru-paru, otak, dan sistem saraf semakin mengalami pertumbuhan.
  • Muncul ventrikel optik yang akan membentuk organ mata.
  • Detak jantung dapat dirasakan (menggunakan transvaginal ultrasound).
  • Sel tunas yang nantinya berkembang menjadi bagian-bagian tubuh semisal tangan dan kaki juga sudah mulai muncul.
  • Pertumbuhan awal saluran kemih, sistem reproduksi, dan sistem pencernaan.

Perubahan pada Tubuh

Lantas, apa saja perubahan tubuh yang terjadi di minggu keenam dari kehamilan Anda? Apakah perut sudah mulai terlihat membesar? Simak perubahan dan ciri-ciri hamil 6 minggu berikut ini.

1. Perubahan Fisik Payudara

Jika dilihat dari luar, mungkin belum ada perubahan yang cukup signifikan. Perut ibu hamil di minggu keenam umumnya masih belum begitu membesar. Hal ini dikarenakan ukuran janin yang memang masih terbilang kecil.

Jika perut masih belum terlihat membesar, maka lain halnya dengan payudara. Payudara ibu hamil 6 minggu akan terlihat membesar, pun lebih sensitif terhadap rangsangan. Puting susu juga berubah warnanya menjadi lebih gelap dan sedikit membengkak.

2. Morning Sickness

Sama seperti di minggu kelima, kehamilan minggu keenam juga masih ditandai oleh gejala mual dan muntah atau disebut sebagai morning sickness. Kendati dinamai morning sickness, gejala mual dan muntah selama hamil 6 minggu juga bisa terjadi di siang, sore, maupun malam hari.

Morning sickness saat hamil adalah suatu kewajaran. Menurut The National  Collaborating Centre for Women’s and Children’s Health, 80-85 persen wanita mengalami gejala mual saat hamil trimester pertama, sedangkan 52 persen lainnya disertai denga gejala muntah. Ada sejumlah hal yang bisa Anda lakukan guna meredakan gejala ini, yaitu:

  • Perbanyak konsumsi camilan
  • Hindari konsumsi makanan pedas
  • Jangan langsung berbaring setelah makan
  • Hindari pemicu mual dan muntah seperti aroma ruangan atau makanan tertentu
  • Minum air putih yang cukup
  • Segera periksakan diri ke dokter apabila mual dan muntah yang dialami sudah cukup mengganggu

3. Sembelit

Gangguan pencernaan berupa sembelit alias susah buang air besar (BAB) juga masih menghampiri Anda di usia kehamilan 6 minggu. Terjadinya sembelit dikarenakan sistem pencernaan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyerap nutrisi hingga kemudian dialirkan melalui darah menuju janin.

Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk menambah asupan serat selama kehamilan. Tujuannya agar proses pencernaan tetap berjalan lancar dan sembelit dapat diminimalisir.

4. Tubuh Mudah Lelah

Estrogen adalah hormon yang mengalami peningkatkan produksi saat usia janin 6 minggu, selain volume darah. Meningkatnya kadar estrogen dan volume darah ini lantas berdampak pada tubuh yang mudah dan sering kali merasa lelah, bahkan saat Anda melakukan aktivitas yang tergolong ringan sekalipun.

5. Peningkatan Frekuensi Berkemih

Ciri-ciri hamil 6 minggu lainnya adalah peningkatan frekuensi berkemih. Peningkatan ini dipicu oleh produksi urine yang juga ikut mengalami peningkatan.

Selain itu, Anda jadi lebih sering buang air kecil dikarenakan rahim mengalami pembesaran sehingga menekan kandung kemih. Kendati merepotkan karena Anda jadi harus bolak-balik ke toilet, sebaiknya jangan menunda-nunda untuk buang air kecil apabila sudah mulai terasa. Ini guna mencegah terjadinya infeksi saluran kemih (ISK).

6. Perubahan Suasana Hati

Mengandung janin 6 minggu juga turut memengaruhi suasana hati (mood) Anda. Hal ini tak lain dipicu oleh sejumlah faktor yakni perubahan hormon, stres, dan rasa lelah yang mendera tubuh. Selain itu, perasaan campur aduk ketika Anda tahu akan segera menjadi orang tua tak luput dari pemicu terjadinya kondisi ini.

Pemeriksaan Kehamilan

Pada minggu keenam, ada sejumlah pemeriksaan yang harus dilakukan guna memastikan jika kehamilan berjalan dengan baik. Pemeriksaan yang dimaksud meliputi:

1. Pemeriksaan Kehamilan Umum

Pemeriksaan kehamilan umum bertujuan untuk memantau perkembangan janin. Dokter akan menggunakan medium ultrasonografi (USG) guna melihat kondisi janin. Dokter juga akan melakukan sejumlah pemeriksaan lainnya untuk mencari tahu apakah ada potensi komplikasi kehamilan atau tidak.

2. Pemeriksaan Fisik

Sementara itu, pemeriksaan fisik dilakukan guna memastikan jika kehamilan berjalan normal dan ibu dalam keadaan sehat. Pemeriksaan fisik tersebut di antaranya adalah:

  • Pengukuran tekanan darah
  • Pengukuran tinggi dan berat badan
  • Pengukuran panggul
  • Pemeriksaan vagina

Tips Kehamilan

Selama menjalani kehamilan 6 minggu (dan seterusnya), sudah selayaknya bagi Anda untuk menerapkan sejumlah tips berikut ini agar kehamilan berjalan dengan lancar sampai hari persalinan tiba. Apa saja tips-tipsnya?

1. Memeriksakan Kandungan secara Berkala

Lakukan pemeriksaan medis secara berkala dengan dokter kandungan Anda. Hal ini bertujuan untuk memantau perkembangan janin di dalam kandungan, sekaligus mengetahui apa saja yang sebaiknya dilakukan atau dihindari selama kehamilan berlangsung.

2. Makan Makanan Bergizi

Mencukupi kebutuhan vitamin dan nutrisi penting lainnya menjadi suatu kewajiban agar perkembangan janin 6 minggu dan seterusnya berjalan dengan baik. Vitamin dan nutrisi bisa Anda dapatkan dari makanan maupun suplemen. Konsultasikan pada dokter mengenai makanan bergizi apa saja yang sebaiknya dikonsumsi guna menunjang tumbuh kembang janin, pun menjaga kesehatan Anda.

3. Hindari Minuman Beralkohol

Menghindari konsumsi minuman beralkohol juga sebaiknya dihindari selama menjalani masa kehamilan. Pasalnya, alkohol dapat merusak perkembangan janin yang mana hal ini meningkatkan risiko cacat fisik dan sejumlah masalah kesehatan lainnya pada bayi ketika ia dilahirkan.

4. Hindari Rokok

Selain minuman beralkohol, rokok adalah faktor lainnya yang harus dihindari saat hamil 6 minggu dan seterusnya. Kandungan zat pada rokok disebut-sebut dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, termasuk risiko bayi lahir dengan sejumlah masalah kesehatan seperti berat badan yang di bawah standar.

5. Hindari Berendam di Air Panas

Mandi atau berendam air panas tidak disarankan untuk dilakukan selama hamil. Pasalnya, aktivitas ini dapat mengganggu perkembangan janin yang sedang Anda kandung.

6. Minum Air Putih yang Cukup

Jika minuman beralkohol dan rokok sebaiknya dihindari, maka hal sebaliknya berlaku untuk air putih. Ya, Anda sangat disarankan—malah diwajibkan—untuk minum air putih yang cukup saat hamil, yakni 8-12 gelas per hari.

Minum air putih yang cukup saat hamil bertujuan untuk menghindari Anda dari dehidrasi. Pasalnya, dehidrasi dapat memicu komplikasi kehamilan.

7. Istirahat dan Kelola Stres dengan Baik

Sama seperti tips kehamilan di minggu-minggu sebelumnya, di usia hamil 6 minggu ini Anda juga dianjurkan untuk memiliki waktu istirahat yang cukup. Selain itu, mengelola stres yang datang menghampiri dengan baik juga diperlukan agar Anda dan calon buah hati senantiasa sehat.

Baca Juga: Hamil 7 Minggu, Otak Bayi Mulai Terbentuk

 

  1. Anonim. 6 Weeks Pregnant. https://www.babycenter.com/6-weeks-pregnant (Diakses pada 12 Juni 2020)
  2. Anonim. 6 Weeks Pregnant. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-6.aspx (Diakses pada 12 Juni 2020)
  3. Brazier, Y. 2018. Your pregnancy at 6 weeks. https://www.medicalnewstoday.com/articles/297616 (Diakses pada 12 Juni 2020)
  4. Marple, K. How big is my baby? Week-by-week fruit and veggie comparisons. https://www.babycenter.com/slideshow-baby-size (Diakses pada 12 Juni 2020)
  5. Morris, SY. 2017. 6 Weeks Pregnant: Symptoms, Tips, and More. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnancy-symptoms-week-6#tips-for-healthy-pregnancy (Diakses pada 12 Juni 2020)
  6. Pevzner, H. 2020. Week 6 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/6-weeks-pregnant-4158911 (Diakses pada 12 Juni 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi