Terbit: 29 Juni 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Hamil 41 minggu, kemungkinan besar Anda akan segera melahirkan buah hati tercinta. Akan tetapi, bagaimana jika di usia kehamilan 41 minggu belum melahirkan? Apa dampaknya bagi Anda dan juga janin atau bayi di dalam kandungan? Simak informasinya berikut ini!

Hamil 41 Minggu, Bayi Akan Segera Lahir

Perkembangan Janin saat Hamil 41 Minggu

Memasuki usia hamil 41 minggu, secara keseluruhan janin atau bayi sudah dalam kondisi yang sempurna dan siap untuk dilahirkan. Janin atau bayi 41 minggu memiliki panjang tubuh kurang lebih 50 cm atau bahkan bisa lebih dan berat mencapai kurang lebih 3 kg.

Sementara itu, pada minggu ke-41 ini, detak jantung bayi akan akan mengalami percepatan setiap kali ia bergerak. Hal ini dapat diketahui melalui nonstress test.

Usia kehamilan 41 minggu adalah saat-saat di mana kemungkinan besar bayi akan lahir. Akan tetapi, ada juga ibu yang waktu melahirkannya sesuai dengan hari perkiraan lahir (HPL) yakni di minggu ke-40.

Ya, HPL sejatinya berada di minggu ke-40 kehamilan. Akan tetapi, persentase ibu hamil yang melahirkan sesuai dengan HPL hanya sebesar 5 persen. Sementara sisanya melahirkan di antara minggu ke-41 dan 42.

Kelahiran baru bisa dianggap telat apabila sudah melewati minggu ke-42. Jika sudah begini, maka bayi mau tidak mau harus dilahirkan melalui prosedur caesar. Hal ini guna mencegah komplikasi yang bisa membahayakan ibu maupun janin.

Perubahan Tubuh saat Hamil 41 Minggu

Sembari menanti kelahiran buah hati tercinta di kehamilan 41 minggu, apa saja perubahan dan gejala yang dialami oleh tubuh Anda? Berikut informasinya.

1. Mulai Merasakan Kontraksi

Gejala pertama yang kemungkinan besar Anda rasakan saat hamil 41 minggu adalah kontraksi. Kontraksi yang menjadi pertanda bahwa bayi akan segera lahir ini umumnya diawal oleh pecahnya air ketuban (pada beberapa kasus air ketuban tidak pecah) yang disertai perdarahan minor.

Saat kontraksi terjadi, rahim akan mengencang dan mengendur. Kemudian, Anda akan merasakan kram di punggung bagian bawah seperti saat menstruasi.

Apabila Anda merasakan kontraksi namun ragu apakah ini kontraksi asli atau palsu, sebaiknya segera hubungi dokter dan sampaikan gejala yang dirasakan. Nantinya, dokter akan menentukan apakah ini memang sudah saatnya bagi Anda untuk melahirkan atau belum.

2. Pergerakan Bayi Semakin Terasa

Seiring dengan berakhirnya masa-masa janin atau bayi di dalam kandungan, maka bayi biasanya jadi lebih aktif bergerak. Ini dikarenakan semakin terbatasnya ruang di dalam perut sehingga bayi terkadang merasa tidak nyaman.

Gerakan janin 41 minggu yang akan Anda rasakan masih sama seperti minggu-minggu sebelumnya, yakni seperti menendang dan memukul. Selain keduanya, Anda juga mungkin akan merasakan janin memutar tubuhnya.

3. Sering Buang Air Kecil

Meningkatnya keinginan buang air kecil juga kemungkinan masih akan Anda rasakan di saat hamil 41 minggu. Jika biasanya peningkatan frekuensi buang air kecil dikarenakan kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar, maka kali ini kandung kemih tertekan oleh kepala bayi.

Sering buang air kecil ketika usia kehamilan mencapai 41 minggu dapat diminimalisir dengan memperbanyak latihan kegel. Latihan ini berfungsi untuk memperkuat otot panggul. Selain itu, Anda bisa menggunakan panty liner guna mengatasi kondisi ini.

4. Serviks Terus Membuka

Pembukaan serviks atau mulut rahim masih terus terjadi di minggu ke-41 dari kehamilan Anda. Membukanya serviks ini merupakan mekanisme alami tubuh guna mempermudah proses kelahiran nanti.

Guna mengetahui apakah pembukaan serviks berjalan dengan baik, dokter akan melakukan pemeriksaan dan mengukur sudah sejauh mana proses ini berlangsung. Selain membuka, serviks juga umumnya akan menipis menjelang waktu kelahiran.

5. Perdarahan Minor pada Vagina

Serviks yang membuka lantas menyebabkan pembuluh darah yang ada di dalamnya pecah. Alhasil, Anda akan mengalami perdarahan. Jangan khawatir karena perdarahan yang terjadi sifatnya minor dan umumnya berlangsung singkat.

Perdarahan yang Anda alami saat hamil 41 minggu ini juga bisa saja menjadi pertanda bahwa kelahiran akan terjadi dalam waktu yang tidak lama lagi. Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala kehamilan 41 minggu yang satu ini.

6. Diare

Menjelang waktu kelahiran, tubuh—dalam hal ini otot-otot pada sistem pencernaan—akan mengendur. Tujuannya sama, guna mempermudah proses persalinan nanti.

Mengendurnya otot pada sistem pencernaan yakni usus lantas berdampak pada munculnya gejala diare. Segera kunjungi dokter apabila Anda juga mengalami gejala hamil 41 minggu yang satu ini.

7. Nyeri Panggul

Posisi janin 41 minggu yang kini sudah benar-benar ada di bawah dekat panggul tak ayal menyebabkan rasa nyeri di bagian tubuh tersebut semakin menjadi-jadi. Beruntunglah Anda karena gejala ini tak lama lagi akan segera berakhir seiring dengan lahirnya sang buah hati.

Akan tetapi, sembari menunggu waktu kelahiran, Anda bisa meredakan rasa nyeri yang dirasakan. Caranya dengan berbaring dan usahakan panggul tersanggah (bisa menggunakan bantal).

Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan pada minggu ke-41 adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan Kehamilan Umum

Pemeriksaan janin minggu ini dilakukan dengan medium ultrasonografi (USG). Pemeriksaan USG bertujuan untuk melihat kondisi janin berikut aspek-aspek terkait lainnya seperti posisi janin dan sebagainya.

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik bertujuan untuk memastikan bahwa ibu hamil dalam keadaan sehat dan siap untuk menjalani proses persalinan. Pemeriksaan fisik di antaranya meliputi:

  • Pengukuran tekanan darah
  • Pengukuran berat badan
  • Pengukuran panggul
  • Pemeriksaan vagina
  • Pemeriksaan urine
  • Pemeriksaan rahim

Tips Kehamilan

Apa saja yang sebaiknya dilakukan saat Anda hamil 41 minggu?

1. Mencukur Bulu Kemaluan

Tips kehamilan di minggu ke-41 yang pertama adalah mencukur bulu kemaluan. Gunakan waxing foam atau gel saat mencukur. Pastikan juga pisau pencukur dalam keadaan higienis. Cukur bulu kemaluan secara perlahan saat Anda mandi.

2. Berendam Air Hangat

Jika memungkinkan, Anda disarankan untuk berendam di air hangat. Tips yang satu ini bertujuan untuk merelaksasi tubuh Anda sebelum menjalani proses persalinan. Pastikan air tidak terlalu panas.

3. Persiapkan Kebutuhan Persalinan

Mempersiapkan segala kebutuhan selama persalinan dan pasca melahirkan menjadi tips selanjutnya yang harus Anda lakukan. Pastikan barang-barang pribadi seperti pakaian sudah dikemas sehingga akan mempersingkat waktu ketika Anda sudah harus segera menuju rumah sakit.

4. Istirahat yang Cukup

Persalinan Anda mungkin tidak lama lagi akan terjadi. Maka dari itu, pastikan Anda memperbanyak waktu istirahat agar tubuh punya cukup kekuatan saat menjalani persalinan nanti.

Baca Juga: Hamil 42 Minggu, Kapan Perlu Induksi Persalinan?

 

  1. Anonim. 41 Weeks Pregnant. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-41.aspx (Diakses pada 29 Juni 2020)
  2. Anonim. 41 Weeks Pregnant. https://www.nhs.uk/start4life/pregnancy/week-by-week/3rd-trimester/week-41/ (Diakses pada 29 Juni 2020)
  3. Anonim. 41 Weeks Pregnant. https://www.motherandbaby.co.uk/pregnancy-and-birth/pregnancy/pregnancy-week-by-week/41-weeks-pregnant (Diakses pada 29 Juni 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi