Terbit: 26 Juni 2020 | Diperbarui: 29 Juni 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Hamil 40 minggu, apa saja perkembangan yang dialami janin atau bayi? Apa pula perubahan dan gejala yang dialami tubuh Anda? Simak informasi perkembangan janin beserta gejala dan tips kehamilan berikut ini!

Hamil 40 Minggu: Perkembangan Janin & Tips Kehamilan

Perkembangan Janin saat Hamil 40 Minggu

Kurang lebih 2 minggu lagi—atau bahkan dalam hitungan hari—Anda akan bertemu dengan buah hati tercinta. Pertanyaan pun muncul, “Apakah masih ada perkembangan yang dialami oleh janin saat Anda hamil 40 minggu?”

Bisa dibilang, janin 40 minggu sudah menjadi bayi sempurna dan siap untuk lahir ke dunia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kelahiran yang terjadi di minggu ini. Kendati demikian, Anda yang sudah memasuki kehamilan 40 minggu tetapi belum merasakan kontraksi yang menjadi pertanda datangnya waktu kelahiran tidak perlu khawatir.

Belum melahirkan di usia kehamilan 40 minggu, Anda mungkin termasuk ke dalam 5 persen wanita hamil yang benar-benar melahirkan di hari yang sudah diperhitungkan sebelumnya. Selain kurang dari perkiraan hari, ada juga ibu yang melahirkan melebihi waktu yang sudah diestimasikan.

Perkembangan janin saat hamil 40 minggu mungkin masih tetap ada, namun sifatnya hanya penyempurnaan seperti:

  • Rambut yang terus bertumbuh
  • Kuku jari terus bertumbuh
  • Panjang bayi 49-51 cm
  • Berat bayi sekitar 3 kg

Perubahan Tubuh saat Hamil 40 Minggu

Lantas, apa saja gejala yang akan Anda rasakan saat hamil 40 minggu? Berikut informasinya.

1. Stres dan Cemas

Semakin mendekati hari persalinan, rasa cemas yang berujung stres sangat mungkin untuk Anda alami. Gejala kehamilan 40 minggu ini bahkan semakin tinggi intensitasnya apabilah ini merupakan pertama kalinya Anda mengandung.

Stres dan cemas, kendati merupakan hal yang wajar terjadi saat hamil 40 minggu, tentu tidak bisa dibiarkan. Pasalnya, hal ini bisa menimbulkan gejala lainnya. Salah satu dari gejala penyerta tersebut adalah insomnia alias sulit tidur. Padahal, di minggu ini Anda harus benar-benar memiliki waktu istirahat yang cukup.

Oleh sebab itu, manajemen stres yang baik sangat diperlukan di usia kehamilan 40 minggu. Selain tentunya dukungan dari pasangan dan keluarga, Anda bisa meminta saran dari dokter terkait pengendalian stres saat hamil.

2. Mulut Rahim (Serviks) Terus Membuka

Serviks atau mulut rahim juga masih akan mengalami pembukaan di minggu ke-40 kehamilan. Membukanya serviks ini merupakan mekanisme alami tubuh untuk memberikan jalan bagi bayi ketika dilahirkan nanti.

Serviks yang membuka lantas akan membuat pembuluh darah yang ada di dalamnya pecah. Jangan heran apabila Anda mengalami perdarahan. Akan tetapi, perdarahan ini sifatnya minor dan biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat.

3. Kontraksi

Dikarenakan minggu ke-40 bisa jadi merupakan minggu kelahiran bayi Anda, maka di minggu ini kemungkinan Anda akan mengalami yang namanya kontraksi. Akan tetapi, Anda juga harus tahu bahwa bisa jadi kontraksi yang terjadi ini merupakan kontraksi Braxton Hicks alias kontraksi palsu.

Kontraksi Braxton Hicks adalah saat di mana tubuh ‘berlatih’ guna mempersiapkan kontraksi yang sesungguhnya. Baik kontraksi asli maupun kontraksi ‘palsu’ memiliki perbedaan. Kontraksi palsu biasanya terjadi secara singkat dan intensitasnya tidak bertambah, berbeda dengan kontraksi asli yang terus meningkat intensitasnya karena memang menandakan bayi akan segera lahir.

4. Nyeri Panggul

Sama seperti minggu-minggu sebelumnya, di kehamilan 40 minggu ini Anda juga mungkin masih mengalami yang namanya nyeri pada panggul.

5. Kram Kaki

Selain nyeri panggul, kram pada kaki juga masih kerap terjadi pada ibu hamil 40 minggu. Alasannya masih sama seperti di minggu sebelumnya, yakni rahim yang berukuran besar menyebabkan aliran darah di area kaki menjadi tidak lancar.

6. Ketuban Pecah

Air ketuban yang selama ini membungkus janin juga bisa saja pecah yang mana hal ini menandakan bahwa bayi akan segera lahir. Apabila air ketuban pecah sebelum terjadi kontraksi, tandanya bayi akan segera lahir dalam waktu 24 jam ke depan.

Air ketuban normalnya keluar saat pembukaan serviks diatas 4 cm. Bila anda mengalami keluarnya air ketuban dari vagina (seperti kencing tetapi tidak bisa ditahan) sebaiknya segera periksa ke bidan atau dokter terdekat.

7. Diare

Sistem pencernaan—khususnya usus—yang mengendur guna memberikan jalan bagi bayi untuk keluar menimbulkan gejala berupa diare. Ya, diare pada beberapa ibu hamil mungkin masih akan dialami di minggu ke-40 ini.

Guna mengatasi diare saat hamil 40 minggu, Anda bisa melakukan cara-cara alami seperti minum air putih yang banyak untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, dan menerapkan diet BRAT. Jika diare tak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter.

Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan pada minggu ke-40 adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan Kehamilan Umum

Pemeriksaan janin minggu ini dilakukan dengan medium ultrasonografi (USG). Pemeriksaan USG bertujuan untuk melihat kondisi janin berikut aspek-aspek terkait lainnya seperti posisi janin dan sebagainya.

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik bertujuan untuk memastikan bahwa ibu hamil dalam keadaan sehat dan siap untuk menjalani proses persalinan. Pemeriksaan fisik di antaranya meliputi:

  • Pengukuran tekanan darah
  • Pengukuran berat badan
  • Pengukuran panggul
  • Pemeriksaan vagina
  • Pemeriksaan urine
  • Pemeriksaan rahim

Tips Kehamilan

Apa saja yang sebaiknya dilakukan saat Anda hamil 40 minggu?

1. Mencukur Bulu Kemaluan

Tips kehamilan di minggu ke-40 yang pertama adalah mencukur bulu kemaluan. Gunakan waxing foam atau gel saat mencukur. Pastikan juga pisau pencukur dalam keadaan higienis. Cukur bulu kemaluan secara perlahan saat Anda mandi.

2. Berendam Air Hangat

Jika memungkinkan, Anda disarankan untuk berendam di air hangat. Tips yang satu ini bertujuan untuk merelaksasi tubuh Anda setelah membawa beban yang berat, dan sebelum berjuang melahirkan buah hati.

3. Lakukan Olahraga Ringan

Tips selanjutnya adalah dengan melakukan olahraga ringan seperti jalan santai atau stretching. Ini membantu untuk merilekskan otot-otot tubuh Anda. Selain itu, melakukan olahraga ringan juga bertujuan untuk meredakan stres.

4. Istirahat yang Cukup

Hari persalinan Anda tinggal sebentar lagi. Maka dari itu, pastikan Anda memiliki waktu istirahat yang cukup agar tubuh senantiasa bugar sehingga persalinan nantinya dapat berjalan dengan lancar.

Selain 4 tips di atas, jangan lupa juga untuk menerapkan tips lainnya berikut ini:

  • Konsumsi vitamin dan nutrisi penting lainnya.
  • Minum air putih yang banyak.
  • Pijat kehamilan.

 

  1. Anonim. 40 Weeks Pregnant.  https://www.babycenter.com/40-weeks-pregnant (Diakses pada 26 Juni 2020)
  2. Anonim. 40 Weeks Pregnant.  https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-40.aspx (Diakses pada 26 Juni 2020)
  3. Anonim. 40 Weeks Pregnant. https://www.nhs.uk/start4life/pregnancy/week-by-week/3rd-trimester/week-40/ (Diakses pada 26 Juni 2020)
  4. Marple, K. How big is my baby? Week-by-week fruit and veggie comparisons. https://www.babycenter.com/slideshow-baby-size (Diakses pada 26 Juni 2020)
  5. Pevzner, H. 2020. Week 40 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/40-weeks-pregnant-4159264 (Diakses pada 26 Juni 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi