Terbit: 10 Juni 2020 | Diperbarui: 29 Juni 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Apa yang terjadi pada masa hamil 3 minggu? Usia kehamilan 3 minggu merupakan waktu di mana sudah terbentuk sel zigot/embrio setelah proses pembuahan. Meskipun usia kehamilan Anda dihitung sejak 2 minggu sebelumnya, namun pada minggu ketiga ini lah sebenarnya pembuahan terjadi dan janin mulai berkembang. Ketahui selengkapnya tentang kehamilan minggu ketiga melalui artikel ini!

Hamil 3 Minggu, Sudah Perlukah Tes Kehamilan?

Usia Kehamilan 3 Minggu

Perkembangan janin/embrio dimulai setelah pembuahan, yaitu ketika sel telur dan sel sperma bersatu. Pembuahan terjadi pada minggu ke-3 usia kehamilan, sehingga usia janin dan usia kehamilan akan berbeda sekitar 2 minggu. Apabila Anda periksa ke bidan atau dokter, maka yang dihitung atau muncul dari statistik hasil pemeriksaan USG adalah usia kehamilan Anda.

Usia kehamilan merupakan patokan waktu yang digunakan pada dunia kedokteran dan kebidanan untuk menandai suatu proses kehamilan. Patokan waktu ini dimulai dari hari pertama menstruasi yang dialami oleh ibu dan berakhir pada hari perkiraan lahir (HPL)yang terjadi pada minggu ke-40. Meskipun HPL terhitung di minggu 40, kebanyakan bayi akan lahir di minggu 41 atau 42.

Dapat dikatakan bahwa usia kehamilan minggu ketiga adalah minggu pertama di mana Anda benar-benar hamil karena sudah terbentuk embrio di dalam rahim anda. Setelah sel sperma membuahi sel telur, mulai terbentuk zigot satu sel yang kemudian menjadi bola sel yang disebut blastokista.

Pembentukan Blastokista dan Ukuran Janin 3 Bulan

Setelah dibuahi oleh sel sperma, maka sel telur disebut sebagai zigot. Zigot ini kemudian mulai berkembang dan membelah menjadi dua sel, dari dua menjadi empat, empat menjadi delapan, dan seterusnya.

Selama membelah diri ini, zigot juga melakukan perjalanan dari tuba fallopi menuju rahim. Perjalanan ini berlangsung antara 3 hingga 5 hari. Setelah 5 hari setelah pembuahan, zigot sampai di rahim dan telah berubah menjadi blastokista.

Bentuk janin 3 minggu dari zigot hingga blastokista adalah sekitar 0,1 mm-0,2 mm. Janin masih sangat kecil, yaitu seukuran dengan biji vanilla.

Perkembangan Janin 3 Minggu yang Kembar

Pada kehamilan minggu ketiga ini, satu janin bisa membelah menjadi 2 janin. Kembar identik berasal dari satu telur yang dibuahi oleh satu sperma.

Telur yang telah dibuahi ini kemudian dapat membelah menjadi dua kelompok sel yang identik. Pembelahan ini terjadi selama minggu pertama pembuahan, dapat terjadi pada tahap dua sel atau tahap blastokista.

Jika Anda melepaskan dua telur ketika ovulasi, maka kedua telur tersebut bisa saja dibuahi oleh dua sperma yang berbeda. Jika hal ini terjadi maka akan terbentuk dua zigot yang terpisah dan disebut sebagai kembar fraternal.

Jenis Kelamin Sudah Terbentuk

Umumnya jenis kelamin bayi baru dapat diketahui melalui USG pada usia kehamilan sekitar 14 minggu. Namun secara genetik jenis kelamin bayi sudah ditentukan sejak usia kehamilan 3 minggu.

Telur yang telah dibuahi memiliki 46 kromosom, 23 berasal dari ibu dan 23 dari ayah. Sepasang dari 23 kromosom tersebut adalah kromosom seks (XX atau XY). Ibu akan memberikan kromosom X, sedangkan ayah dapat memberikan kromosom X atau Y.

Apabila sperma yang membuahi sel telur membawa kromosom X, maka jenis kelamin bayi adalah perempuan dengan kromosom XX. Apabila sperma membawa kromosom Y, maka zigot yang terbentuk berjenis kelamin laki-laki dengan kromosom XY.

Perubahan pada Tubuh

Pada minggu ketiga ini, belum banyak gejala fisik yang akan muncul karena walaupun janin mulai terbentuk, tapi janin masih berproses untuk menempel di dinding rahim (endometrium). Meskipun begitu, terdapat beberapa gejala yang mungkin muncul sebagai efek dari perubahan di dalam tubuh ini.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri hamil 3 minggu yang mungkin muncul:

1. Perubahan Emosi

Ciri-ciri hamil 3 minggu yang paling terlihat kemungkinan justru adalah pada perubahan emosi.

Menghadapi hal baru seperti kehamilan, tentunya menjadi hal yang dapat membuat Anda bersemangat, cemas, dan gugup sekaligus. Bahkan jika ini bukan merupakan kehamilan pertama Anda.

Perubahan emosional ini kemungkinan terjadi akibat perubahan hormon dalam tubuh. Pada awal kehamilan, tubuh memproduksi estrogen dan progesteron untuk pertumbuhan dinding rahim (endometrium) untuk tempat tumbuhnya janin..

2. Bercak atau Flek

Proses menempelnya embrio ke dalam dinding rahim (implantasi) bisa menimbulkan bercak perdarahan. Pendarahan implantasi dapat terjadi di minggu ketiga, kebanyakan pada akhir minggu ketiga.

Pendarahan ini merupakan tanda awal kehamilan yang cukup umum, namun tidak semua wanita mengalami gejala satu ini. Pendarahan yang terjadi juga tidak berat, hanya berupa bercak atau flek. Pendarahan implantasi menandakan bahwa janin telah menempel di rahim.

3. Indra Penciuman Menguat

Indra penciuman yang menguat juga bisa menjadi salah satu ciri-ciri hamil 3 minggu.

Sama seperti perubahan emosi, perubahan indra penciuman ini juga kemungkinan terjadi akibat dari perubahan hormon dalam tubuh. Kondisi ini bisa menjadi pemicu untuk gejala lain seperti morning sickness.

4. Tekanan Perut Bagian Bawah

Gejala selanjutnya yang mungkin muncul adalah tekanan perut pada bagian bawah.

Kondisi ini merupakan hal wajar yang tidak perlu dikhawatirkan. Tekanan pada perut dapat disebabkan oleh implantasi embrio, peningkatan aliran darah, atau penebalan lapisan rahim.

5. Rasa Metalik di Mulut

Rasa metalik atau logam di mulut juga dapat muncul pada minggu awal kehamilan.

Gejala ini juga muncul akibat perubahan hormon dalam tubuh. Umumnya rasa ini baru akan hilang ketiga kehamilan memasuki trimester kedua. Anda dapat mengatasinya dengan makan makanan dengan kandungan asam seperti jeruk atau dapat juga dengan berkumur menggunakan air garam.

Pemeriksaan Kehamilan

Minggu ketiga ini adalah minggu  di mana Anda harus sabar menunggu. Pada dasarnya kunjungan ke dokter belum diperlukan pada usia kehamilan 3 minggu karena embrio belum dapat terdeteksi dengan USG. Jika Anda belum memiliki dokter kandungan atau bidan, tidak ada salahnya memanfaatkan waktu ini untuk survey demi mendapatkan dokter terbaik.

Haruskah Menggunakan Alat Tes Kehamilan?

Alat kehamilan bekerja mendeteksi kehamilan dengan cara membaca keberadaan hormon hCG dalam tubuh. Pada minggu ini, hCG pada dasarnya masih terlalu rendah, sehingga penggunaan test pack kemungkinan besar tidak akan akurat.

Pada individu yang menjalani perawatan kesuburan, tes terlalu dini justru dapat menghasilkan false positive, hal ini disebabkan karena alat tes dapat mendeteksi sisa hCG dari pemicu kesuburan.

Pada dasarnya waktu yang paling tepat untuk menggunakan test pack adalah setelah Anda mengalami telat datang bulan. Setelah mengetahui hasilnya dari test pack, Anda dapat melanjutkan pemeriksaan ke dokter kandungan atau bidan untuk memastikan kehamilan.

Tips Kehamilan

Selama minggu ketiga ini, Anda mungkin belum mengetahui apakah Anda hamil. Meskipun begitu, Anda tetap harus menjaga diri dan mempersiapkan tubuh menghadapi kehamilan.

Berikut adalah tips kehamilan di minggu ketiga:

1. Perhatikan Asupan Makanan

Teruslah menambahkan asupan makanan sehat dalam diet sehari-hari.

Makanan kaya folat dan zat besi sangat dibutuhkan untuk kesehatan Anda dan juga janin yang sedang tumbuh. Nutrisi lain yang tidak kalah penting pada masa ini adalah seperti protein, kalsium, dan vitamin C.

2. Konsumsi Multivitamin

Selama kehamilan, vitamin mungkin tidak akan tercukupi hanya dengan makanan saja. Maka dari itu, asupan vitamin prenatal sangat dibutuhkan. Ingat bahwa suplemen multivitamin bukan merupakan pengganti makanan sehat, keduanya harus dikonsumsi secara bersama-sama.

3. Jaga Asupan Cairan

Jangan lupa untuk selalu menjaga asupan cairan tubuh, terutama jika Anda mulai mengalami morning sickness.

Perbanyak konsumsi air putih dan banyaklah beristirahat. Jika merasa mual ketika mengonsumsi air putih, Anda juga bisa mencoba alternatif lain untuk menjaga asupan cairan. Anda dapat mengonsumsi jus buah, kaldu bening, air hangat dengan perasan lemon, hingga air jahe.

4. Olahraga Ringan

Olahraga dapat memberikan manfaat secara umum bagi kesehatan.

Tubuh yang tetap aktif dapat membantu Anda mempertahankan berat ideal, memberi energi, memperbaiki mood, hingga mengurangi stres. The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan aktivitas fisik sebanyak 150 menit per minggu.

Setiap orang mungkin memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda. Maka dari itu, olahraga yang dilakukan harus disesuaikan dengan kondisi fisik Anda, ya! Sebaiknya hindari olahraga berat atau bersifat high impact.

5. Tetap Positif

Momen menunggu pada minggu ketiga dapat menjadi waktu yang membuat Anda tertekan.

Ketika Anda mempersiapkan kehamilan, bukan hanya persiapan fisik saja yang dibutuhkan, tapi persiapkan mental juga diperlukan. Pikiran yang positif akan membantu Anda dalam mengatasi ketakutan dan kecemasan yang muncul saat menunggu tes kehamilan.

Itu dia berbagai hal yang perlu diketahui calon orang tua tentang usia hamil 3 minggu. Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca Juga: Hamil 4 Minggu: Gejala dan Tips Kehamilan

 

  1. Anonim. 3 Weeks Pregnant. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-3.aspx#section-tips. (Diakses 10 Juni 2020).
  2. Pevzner, Holly. 2020. Week 3 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/3-weeks-pregnant-4158839. (Diakses 10 Juni 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi