Terbit: 23 Juni 2020 | Diperbarui: 27 Juni 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Apa saja perkembangan yang dialami oleh janin saat Anda sudah hamil 26 minggu? Simak penjelasan mengenai perkembangan janin beserta tips kehamilan 26 minggu berikut ini!

Hamil 26 Minggu, Janin Sudah Bisa Membuka Mata

Perkembangan Janin saat Hamil 26 Minggu

Tidak terasa, kini kehamilan Anda telah memasuki usia 26 minggu. Pada periode ini, sejumlah perkembangan terus dialami oleh janin dan semakin mendekati kesempurnaan.

Janin 26 minggu memiliki panjang tubuh kurang lebih 39 cm atau setara dengan panjang daun bawang. Sementara itu, berat janin sudah mencapai sekitar 750 gram.

Pada saat Anda hamil 26 minggu ini jugalah janin mulai dapat membuka matanya. Selain itu, bulu mata dan rambut juga mulai tumbuh di minggu ini.

Perkembangan janin 26 minggu lainnya yang juga terlihat di minggu yakni apabila janin Anda berjenis kelamin laki-laki, testis akan mulai turun ke skrotum. Sementara itu, sistem saraf bayi di telinga, tangan, dan kaki terus mengalami penyempurnaan. Hal ini bisa diidentifikasi dari janin yang mulai bisa merespons suara yang ia dengar dengan cara menggerakkan tangan dan kakinya.

Perubahan Tubuh saat Hamil 26 Minggu

Apa saja perubahan dan gejala yang dialami oleh tubuh Anda ketika sedang hamil 26 minggu? Apakah masih sama seperti minggu-minggu sebelumnya? Simak informasinya berikut ini.

1. Diabetes Gestasional

Pada usia kehamilan 26 minggu, ibu hamil mungkin saja akan mengalami yang namanya diabetes gestasional. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 9 persen wanita hamil akan mengalami diabetes jenis ini di minggu ke-26.

Sama seperti diabetes pada umumnya, kondisi ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi insulin dalam jumlah yang memadai. Apabila Anda sering merasa haus, bisa jadi ini merupakan pertanda diabetes gestasional. Oleh sebab itu, segera kunjungi dokter guna dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

2. Nyeri Panggul

Rahim yang terus mengalami pembesaran ditambah dengan perubahan hormon pada beberapa ibu hamil 26 minggu akan berdampak pada timbulnya gejala nyeri panggul. Kondisi ini merupakan suatu kewajaran dan tidak berbahaya.

Kendati demikian, nyeri panggul pasti membuat Anda tidak nyaman. Oleh sebab itu, sebaiknya batasi gerak tubuh Anda untuk sementara waktu agar rasa nyeri tidak semakin parah.

3. Berat Badan Bertambah

Janin 26 minggu yang terus berkembang secara otomatis menyebabkan berat badan Anda juga mengalami kenaikan. Guna mencegah agar berat badan tidak naik drastis, aturlah pola makan Anda setiap harinya. Utamakan untuk mengonsumsi makanan kaya serat seperti buah dan sayuran agar bisa kenyang lebih lama.

4. Muncul Stretch Marks

Stretch marks pada kulit juga kemungkinan masih akan dialami saat Anda memasuki usia kehamilan 26 minggu. Hal ini tak lain dikarenakan kulit—terutama di area perut—yang terus merenggang seiring pertumbuhan rahim. Kendati demikian, tidak semua ibu hamil 26 minggu akan mengalami gejala yang satu ini.

5. Susah Tidur

Sejumlah ketidaknyamanan yang mungkin dialami ketika usia kehamilan mencapai 26 minggu turut memengaruhi suasana hati (mood) Anda. Belum lagi gangguan kecemasan yang umum dialami oleh ibu hamil.

Faktor-faktor tersebut lantas berdampak pada terganggunya waktu tidur. Ya, ibu hamil kerap kali mengalami kesulitan untuk tidur di malam hari. Konsultasikan hal ini kepada dokter Anda guna dicarikan solusinya sehingga jam tidur Anda bisa kembali normal. Biar bagaimanapun, istirahat malam yang cukup merupakan salah satu kunci kehamilan yang sehat.

6. Migrain

Apabila Anda memiliki riwayat migrain, maka kondisi ini akan semakin intens terjadi saat hamil 26 minggu. Anda bisa meredakan migrain dengan cara mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen, namun sebaiknya gunakan obat ini HANYA jika dokter mengizinkan.

Selain dengan obat-obatan, Anda bisa melakukan cara alami guna meredakan migrain, yaitu:

  • Minum air putih yang banyak
  • Pijat relaksasi
  • Yoga

7. Gangguan Penglihatan

Hormon yang diproduksi selama kehamilan 26 minggu juga bisa menyebabkan produksi air mata mengalami pengurangan. Kondisi ini lantas membuat mata kering dan rentan mengalami iritasi yang bisa berujung pada terganggunya penglihatan.

Guna meminimalisir hal ini, Anda bisa menggunakan obat tetes mata. Akan tetapi, tanyakan terlebih dahulu pada dokter jika memang ingin menerapkan cara ini.

Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan pada minggu ke-26 adalah sebagai berikut:

1. Pemeriksaan Kehamilan Umum

Pemeriksaan janin 26 minggu dilakukan dengan medium ultrasonografi (USG). Pemeriksaan USG bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi janin, apakah perkembangannya berjalan dengan baik atau justru ada abnormalitas yang terjadi.

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik bertujuan untuk memastikan bahwa ibu hamil dalam keadaan sehat sehingga kehamilan dapat berjalan baik. Pemeriksaan fisik di antaranya meliputi:

  • Pengukuran tekanan darah
  • Pengukuran tinggi dan berat badan
  • Pengukuran panggul
  • Pemeriksaan vagina
  • Pemeriksaan urine

Tips Kehamilan

Saat sedang hamil 26 minggu, ingat selalu untuk tetap menerapkan sejumlah tips kehamilan berikut ini:

1. Makan Makanan Bergizi

Janin Anda sudah tumbuh dan berkembang dengan sehat sejauh ini. Nah, agar perkembangannya tetap berjalan baik hingga hari persalinan, Anda harus senantiasa mencukupi kebutuhan nutrisinya, pun agar tubuh Anda selalu sehat. Mengonsumsi makanan bergizi terutama buah dan sayur-sayuran adalah cara terbaik untuk memenuhi asupan vitamin dan nutrisi tersebut.

Selain dengan mengonsumsi buah dan sayuran, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen penunjang seperti susu khusus ibu hamil dan sebagainya. Konsultasikan dengan dokter apa saja gizi yang harus dipenuhi saat hamil 26 minggu.

2. Minum Air Putih yang Cukup

Air putih juga jangan sampai dikurangi asupannya di minggu ke-26 dari kehamilan Anda. Mengonsumsi air putih 8-12 gelas per hari penting untuk menjaga agar tubuh Anda tetap terhidrasi sehingga berdampak pada lancarnya aliran darah di dalam tubuh. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari yang namanya dehidrasi. Dehidrasi jika dibiarkan bisa berujung pada komplikasi kehamilan.

3. Olahraga

Berolahraga di usia kehamilan 26 minggu masih sangat diperlukan. Hal ini semata-mata untuk membuat tubuh Anda tetap bugar, pun sebagai ‘obat’ penghilang stres.

Beberapa jenis olahraga yang disarankan masih sama seperti minggu sebelumnya, yaitu:

  • Yoga
  • Senam hamil
  • Stretching
  • Jogging
  • Bermain sepeda statis

Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai tata cara melakukan olahraga yang aman dan nyaman saat hamil.

4. Istirahat yang Cukup

Tetap sama seperti tips kehamilan di minggu-minggu sebelumnya, di usia hamil 26 minggu ini Anda harus istirahat yang cukup, utamanya di malam hari. Pasalnya, waktu istirahat yang kurang akan membuat tubuh Anda semakin lelah. Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan efek negatif bagi diri sendiri maupun janin yang tengah dikandung.

Baca Juga: Hamil 27 Minggu, Bayi Sudah Mengenali Suara Ibu dan Ayah

 

  1. Anonim. 26 Weeks Pregnant. https://www.babycenter.com/26-weeks-pregnant (Diakses pada 22 Juni 2020)
  2. Anonim. 26 Weeks Pregnant. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-26.aspx (Diakses pada 22 Juni 2020)
  3. Carla, L et al. 2010. Prevalence Estimates of Gestational Diabetes Mellitus in the United States, Pregnancy Risk Assessment Monitoring System (PRAMS), 2007–2010. https://www.cdc.gov/pcd/issues/2014/13_0415.htm (Diakses pada 22 Juni 2020)
  4. Marple, K. How big is my baby? Week-by-week fruit and veggie comparisons. https://www.babycenter.com/slideshow-baby-size (Diakses pada 22 Juni 2020)
  5. Pevzner, H. 2020. Week 26 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/26-weeks-pregnant-4159097 (Diakses pada 22 Juni 2020)
  6. Schaeffer, J. 2017. 26 Weeks Pregnant: Symptoms, Tips, and More. https://www.healthline.com/health/pregnancy/26-weeks-pregnant#symptoms (Diakses pada 22 Juni 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi