Terbit: 19 Juni 2020 | Diperbarui: 26 Juni 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Anda akan mendapati perkembangan janin yang semakin pesat di usia hamil 24 minggu ini. Beberapa perubahan tubuh ibu juga terus terjadi. Ketahui selengkapnya tentang perkembangan janin, posisi janin 24 minggu, dan berbagai keluhan ibu hamil 24 minggu dalam artikel ini.

Hamil 24 Minggu, Sistem Pendengaran Berkembang Semakin Pesat

Perkembangan Janin saat Hamil 24 Minggu

Perkembangan janin 24 minggu kehamilan akan semakin cepat, mulai dari ukuran panjangnya dan juga beratnya. Berikut adalah beberapa perkembangannya:

  • Ukuran janin di kehamilan 24 minggu ini adalah sebesar buah delima ukuran besar. Berat janin 24 minggu kehamilan adalah sekitar 0,59 kg dengan panjang kurang lebih 30 cm. Penambahan berat badan ini sebagian besar berasal dari akumulasi lemak bayi bersamaan dengan pertumbuhan otot, tulang, dan organ lainnya.
  • Rambut putih mulai tumbuh sebagai bulu mata, alis, dan rambut di kepala. Rambut ini belum mendapatkan pigmen.
  • Sistem pendengaran bayi berkembang pesat. Bayi sudah dapat mendengarkan suara yang nantinya dapat terdengar familiar ketika bayi lahir.
  • Cabang-cabang pada paru-paru bayi mulai terbentuk. Selain itu, sel-sel juga akan mulai memproduksi surfaktan, yaitu bahan kimia alami yang membantu alveoli atau kantung udara kecil di paru untuk mengembang saat bayi siap bernapas.

Perubahan pada Tubuh

Semakin janin berkembang, keluhan dan gejala yang dialami ibu juga terus berlanjut. Kebanyakan keluhan ibu hamil 24 minggu ini tidak jauh berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya.

Berikut adalah berbagai gejala dan perubahan tubuh yang dialami selama hamil 24 minggu:

1. Perut Membesar dan Kenaikan Berat Badan

Perut yang membesar akan semakin terlihat di usia kehamilan 24 minggu ini. Ibu akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 0,5-1 kg per minggunya.

Penambahan besarnya perut pada setiap ibu dapat berbeda, meskipun usia kehamilannya sama. Jadi jika perut Anda belum sebesar ibu hamil lainnya, tidak perlu khawatir. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah penurunan berat badan pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Segera konsultasikan hal ini ke dokter apabila kondisi ini terjadi.

2. Kaki Kram

Kram pada kaki dapat terasa kapan saja, bahkan kemungkinan akan membangunkan Anda di malam hari ketika tidur. Sebagai pencegahan, cobalah untuk menyempatkan peregangan betis sebelum tidur. Jangan lupa juga untuk selalu memenuhi asupan cairan tubuh karena dehidrasi dapat menjadi pemicu kram.

3. Kaki Membengkak

Kaki yang membengkak adalah gejala kehamilan yang umum dan biasanya mulai terjadi pada trimester kedua hingga kelahiran.

Hal ini disebabkan karena penumpukan cairan berlebih dalam tubuh. Akibat gaya gravitasi, sehingga cairan ini cenderung terakumulasi di bagian kaki. Hindari duduk atau berdiri terlalu lama untuk mencegah kaki semakin membengkak.

4. Sakit Punggung

Semakin janin tumbuh berkembang, semakin besar tekanan yang terjadi dalam perut.

Tekanan ini dapat menyebabkan rasa sakit pada punggung. Sakit punggung ini juga dapat bertambah karena adanya hormon relaxin yang menyebabkan sendi dan ligamen mengendur dan meregang.

5. Sakit Perut Bagian Bawah

Selain sakit di punggung, ibu juga dapat merasakan sakit pada perut bagian bawah akibat tekanan dan hormon relaxin ini. Jika kondisi dibarengi gejala lain seperti demam, menggigil, atau pendarahan, segera konsultasi ke dokter.

6. Stretch Marks

Selain menyebabkan kulit kering dan gatal, peregangan kulit juga dapat menyebabkan munculnya stretch marks. Semakin membesarnya perut, tentu tidak heran jika kemunculan stretch marks juga semakin banyak. Selalu aplikasikan pelembap agar kulit tidak kering.

7. Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan seperti heartburn hingga sembelit juga masih berlanjut di kehamilan 24 minggu ini. Jaga pola makan dan asupan cairan tubuh agar pencernaan tetap berjalan dengan baik.

8. Penglihatan Kabur

Penglihatan yang kabur dapat disebabkan oleh produksi air mata berkurang yang kemudian menyebabkan iritasi dan penumpukan cairan di mata. Hal ini dapat disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh.

Jangan terlalu terburu-buru untuk membeli kacamata baru karena kondisi ini biasanya akan membaik dengan sendirinya setelah melahirkan.

9. Migrain

Migrain adalah sakit kepala yang biasanya dibarengi dengan mual dan perubahan penglihatan.

Kondisi ini dapat terjadi selama berhari-hari. Kenali pemicu migrain agar Anda dapat menghindarinya. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter apabila kondisi ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

10. Linea Nigra

Linea nigra dapat menjadi salah satu keluhan ibu hamil 24 minggu.

Linea nigra adalah garis gelap yang membentang di tengah perut. Kondisi ini muncul disebabkan oleh hormon kehamilan dan biasanya akan memudar beberapa minggu atau beberapa bulan setelah melahirkan.

Pemeriksaan Kehamilan

Saat hamil 24 minggu, dokter kemungkinan akan menawarkan skrining gula darah selain pemeriksaan umum kehamilan. Berikut selengkapnya tentang pemeriksaan kehamilan 24 minggu:

1. Pemeriksaan Kehamilan Umum

Pemeriksaan kehamilan umum merupakan pemeriksaan yang pasti dilakukan setiap kali kunjungan. Pemeriksaannya dapat meliputi:

  • Pemeriksaan berat badan dan tekanan darah.
  • Tes urine untuk mengukur kadar gula dan protein dalam darah.
  • Pemeriksaan ultrasonografi untuk melihat bayi, memeriksa detak jantung bayi.

2. Skrining Gula Darah

Di kehamilan 24 minggu ini, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan tes skrining glukosa.

Hal ini dikarenakan antara minggu 24-28, plasenta menghasilkan hormon dalam jumlah besar yang dapat memicu resistensi insulin. Jika ini terjadi, ibu dapat mengalami diabetes gestasional, yang merupakan jenis diabetes yang umum terjadi pada kehamilan.

Apabila dalam tes skrining ditemukan kadar insulin yang tinggi, Anda akan disarankan untuk menjalani tes toleransi glukosa untuk memastikan kondisi Anda.

Tips Kehamilan

Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan agar kehamilan berjalan dengan lancar:

1. Jaga Asupan Makanan dan Nutrisi

Berikut adalah beberapa tips yang penting dilakukan untuk menjaga asupan makanan dan nutrisi selama kehamilan:

  • Jangan lewatkan sarapan.
  • Konsumsi snack sehat 30 menit sebelum berolahraga ringan.
  • Selalu jaga asupan makanan sehat dan kenali makanan apa saja yang baik dikonsumsi dan sebaiknya dihindari.
  • Jangan lupa untuk mengonsumsi prenatal vitamin untuk memenuhi nutrisi selama kehamilan.
  • Konsumsi air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.
  • Perbanyak asupan zat besi. Ibu hamil di atas 20 minggu biasanya disarankan konsumsi suplemen zat besi.
  • Hindari makanan kalori kosong (makanan yang nilai gizinya rendah). Contohnya seperti dengan mengurangi asupan gula, mengganti kentang goreng dengan buah, atau mengganti daging dengan kulit dengan daging tanpa kulit.
  • Konsumsi makanan tinggi kalium untuk mengurangi pembengkakan pada tubuh.

2. Mengatasi Heartburn

Heartburn adalah kondisi yang wajar selama kehamilan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk meringankannya:

  • Makan dengan porsi yang lebih kecil namun intensitas yang lebih sering. Makan 5-6 kali sehari dengan porsi kecil dibandingkan 3 kali sehari dengan porsi besar.
  • Hindari berbaring atau membungkuk setelah makan paling tidak selama 3 jam.
  • Hindari makanan pedas, berminyak, dan berlemak.

3. Pilih Olahraga yang Tepat

Olahraga memang merupakan hal yang tetap harus dilakukan secara rutin selama kehamilan. Bahkan olahraga dipercaya dapat mengurangi gejala kehamilan dan membantu agar nantinya persalinan lebih mudah.

Meskipun begitu, ada beberapa gerakan yang perlu dihindari oleh ibu hamil. Gerakan tersebut meliputi upside-down bicycles, shoulder stands, gerakan melompat, dan masih banyak lagi. Jika ingin melakukan olahraga selama kehamilan, sebaiknya ikuti kelas olahraga prenatal untuk memastikan olahraga yang dilakukan aman untuk ibu hamil.

Olahraga yoga dan berjalan kaki setiap hari selama 30 menit adalah pilihan terbaik untuk ibu hamil 24 minggu.

4. Tinggikan Kaki

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ibu dapat mengalami kaki bengkak selama kehamilan. Pastikan Anda tidak terlalu lama berdiri dan selalu luangkan waktu untuk duduk dan menaikkan kaki selama beberapa saat. Lakukan ini beberapa kali dalam sehari.

5. Hindari Perawatan Kecantikan

Perawatan kecantikan seperti hair-removal atau perawatan mencerahkan menggunakan laser dan metode lainnya bisa jadi belum diketahui keamanannya untuk ibu hamil. Maka dari itu, beberapa perawatan kecantikan sebaiknya dihindari lebih dulu sebelum ibu melahirkan.

6. Jangan Mandi Terlalu Lama

Jika ibu mengalami kulit kering, mandi terlalu lama justru dapat menyebabkan kondisi ini semakin memburuk.

Selain memerhatikan durasi dan intensitas mandi, perhatikan juga suhu air yang digunakan. Anda dapat menggunakan air hangat, tapi jangan terlalu panas karena dapat mengiritasi kulit. Selain itu, jangan lupa gunakan pelembap setelah mandi.

7. Pertimbangkan untuk Meminta Bantuan Doula

Doula adalah seseorang yang dapat memberikan dukungan emosional saat Anda menjalani proses persalinan. Jika Anda berencana untuk menggunakan jasa doula, kehamilan 24 minggu kehamilan ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk Anda mencari tahu tentang jasa doula.

8. Periksa Kehamilan dengan Rutin

Jangan pernah melewatkan janji kunjungan prenatal dengan dokter. Hal ini sangat penting dilakukan untuk memastikan kehamilan berjalan dengan baik. Jangan pernah ragu juga untuk menanyakan berbagai hal yang ingin Anda dan pasangan ketahui dari dokter.

Baca Juga: Hamil 25 Minggu, Refleks Janin Mulai Berfungsi

 

  1. Anonim. 24 Weeks Pregnant. https://www.thebump.com/pregnancy-week-by-week/24-weeks-pregnant. (Diakses 19 Juni 2020).
  2. Anonim. 24 Weeks Pregnant. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-24.aspx. (Diakses 19 Juni 2020).
  3. Pevzner, Holly. 2019. Week 24 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/24-weeks-pregnant-4159040#at-your-doctors-office. (Diakses 19 Juni 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi