Terbit: 19 Juni 2020 | Diperbarui: 3 Juli 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Hamil 23 minggu, tak terasa sudah lebih dari setengah jalan Anda mengandung si kecil. Apa saja perkembangan yang dialami janin 23 minggu? Simak informasi berikut ini beserta tips kehamilan 23 minggu yang penting untuk Anda ketahui!

Hamil 23 Minggu, Berat Janin Naik Pesat

Perkembangan Janin saat Hamil 23 Minggu

Pada usia kehamilan 23 minggu, sejumlah perkembangan terus dialami oleh janin. Perkembangan janin saat hamil 23 minggu adalah sebagai berikut :

  • Panjang tubuh janin mencapai kurang lebih 28 cm dengan berat badan 540 gram. Ukuran ini kira-kira sama seperti dengan 1 buah mangga.
  • Hamil 23 minggu adalah awal janin akan mulai mengalami kenaikan berat badan yang lebih pesat selama kurang lebih 4 minggu ke depan. Ini berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya di mana kenaikan berat badan cenderung lambat.
  • Rambut halus bernama lanugo yang berfungsi untuk melindungi vernix pada kulit bayi dari ketuban berubah warnanya menjadi lebih gelap.
  • Janin 23 minggu juga lebih aktif bergerak ketimbang minggu-minggu sebelumnya.
  • Organ pernapasan paru-paru masih terus mengalami penyempurnaan bentuk, namun di minggu ke-23 ini, janin sudah mulai ‘berlatih’ untuk bernapas.
  • Wajah janin semakin terlihat jelas dan sempurna.
  • Puting payudara mulai mengalami pembentukan.

Janin calon buah hati Anda dapat dikatakan mengalami proses tumbuh kembang yang lancar apabila saat dilakukan pemeriksaan USG, dokter menemukan hal-hal di atas.

Perubahan Tubuh saat Hamil 23 Minggu

Lantas, bagaimana dengan perubahan dan gejala yang terjadi pada tubuh Anda saat hamil 23 minggu? Berikut informasinya.

1. Pembengkakan di Mata, Wajah, Tangan, dan Kaki

Pembengkakan pada sejumlah area tubuh seperti mata, wajah, tangan, dan pergelangan kaki menjadi salah satu gejala yang akan dialami di usia kehamilan 23 minggu. Gejala pembengkakan (edema) ini bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, yaitu:

  • Sirkulasi darah yang tidak lancar
  • Perubahan elemen di dalam darah
  • Retensi cairan

2. Berat Badan Bertambah

Penambahan berat badan masih terus terjadi saat sudah hamil 23 minggu, hingga beberapa minggu ke depan. Hal ini tak lain dikarenakan minggu ke-23 merupakan di mana janin mulai mengalami kenaikan bobot secara signifikan.

Guna menjaga agar berat badan Anda tidak bertambah secara drastis, sebaiknya utamakan untuk mengonsumsi makanan yang tidak bikin cepat lapar. Sayur dan buah-buahan adalah contoh makanan yang kaya dapat membuat Anda kenyang lebih lama karena keduanya diperkaya oleh serat.

3. ‘Ngidam’

Memasuki usia kehamilan 23 minggu, ‘ngidam’ juga masih menjadi kebiasaan yang akan Anda lakukan. Kendati tidak dilarang, sebaiknya Anda tetap membatasi mengonsumsi makanan-makanan yang diidamkan tersebut karena biasanya makanan-makanan tersebut kurang bergizi.

Mengonsumsi buah dan sayuran tetap harus diprioritaskan agar asupan nutrisi Anda dan janin tetap terpenuhi dengan baik. Nutrisi dan vitamin yang terpenuhi membuat perkembangan janin berjalan lancar, pun menjaga agar tubuh Anda tetap sehat selama menjalani kehamilan.

4. Produksi Kolostrum Dimulai

Kehamilan 23 minggu juga menjadi pertanda dimulainya produksi kolostrum. Kolostrum ini merupakan cikal bakal dari air susu ibu (ASI). Kolostrum lantas akan dikeluarkan 48 hingga 72 jam pasca melahirkan. Selang beberapa hari, kolostrum berubah menjadi ASI transisi untuk kemudian berganti lagi menjadi ASI utuh.

5. Kram pada Kaki

Kram pada kaki adalah kondisi yang masih berlanjut di saat Anda hamil 23 minggu. Munculnya gejala kehamilan 23 minggu—meskipun belum bisa dikatakan valid—diduga karena sejumlah faktor berikut ini:

  • Otot kaki mengalami tekanan ekstra akibat harus menopang tubuh yang secara bobot tentunya lebih berat.
  • Aliran darah sedikit terhambat akibat pembesaran rahim.
  • Kekurangan cairan (dehidrasi).

Selain itu, masih ada lagi sejumlah gejala lainnya yang mungkin akan Anda alami saat hamil 23 minggu, yaitu:

  • Sakit perut
  • Sakit punggung
  • Keputihan

Pemeriksaan Kehamilan

Saat usia kehamilan mencapai 23 minggu, pemeriksaan kehamilan yang dilakukan masih juga sama seperti minggu-minggu sebelumnya, yaitu:

1. Pemeriksaan Kehamilan Umum

Pemeriksaan janin 20 minggu dengan menggunakan medium ultrasonografi (USG) bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi janin, apakah perkembangannya berjalan dengan baik atau justru ada abnormalitas yang terjadi.

2. Pemeriksaan Fibronectin

Apabila ada indikasi tanda tanda kelahiran prematur (misal kontraksi yang sering, perdarahan dari jalan lahir, pembukaan serviks),  dapat dilakukan pemeriksaan Fetal Fibronectin (fFN) yang bertujuan untuk mengetahui apakah akan terjadi persalinan prematur dalam 7-14 hari kedepan

3. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik bertujuan untuk memastikan bahwa ibu hamil dalam keadaan sehat sehingga kehamilan dapat berjalan baik. Pemeriksaan fisik di antaranya meliputi:

  • Pengukuran tekanan darah
  • Pengukuran tinggi dan berat badan
  • Pengukuran panggul
  • Pemeriksaan vagina
  • Pemeriksaan urine

Tips Kehamilan

Saat menjalani kehamilan di minggu ke-23, Anda disarankan untuk menerapkan sejumlah tips berikut ini (selain pemeriksaan kandungan rutin) agar kehamilan tetap berjalan dengan baik. Apa saja tips-tips tersebut?

1. Makan Makanan Bergizi

Mencukupi kebutuhan vitamin dan nutrisi penting lainnya menjadi suatu kewajiban supaya perkembangan janin 23 minggu berjalan secara optimal. Vitamin dan nutrisi ini bisa Anda dapatkan dari makanan maupun suplemen.

Konsultasikan pada dokter mengenai makanan bergizi apa saja yang sebaiknya dikonsumsi guna menunjang perkembangan janin sekaligus menjaga kesehatan Anda

2. Minum Air Putih yang Cukup

Minum air putih yang cukup membantu tubuh Anda tetap terhidrasi. Hal ini menjadi penting karena dehidrasi dapat berujung pada terjadinya komplikasi kehamilan. Khusus ibu hamil, disarankan untuk mengonsumsi 8-12 gelas air putih per harinya.

3. Olahraga

Berolahraga di usia kehamilan 23 minggu juga sangat dianjurkan. Aktivitas olahraga—selain untuk menghilangkan stres—juga bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meredakan gejala-gejala saat hamil 23 minggu seperti nyeri punggung.

Beberapa jenis olahraga yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

  • Yoga
  • Senam hamil
  • Stretching
  • Jogging
  • Bermain sepeda statis

Konsultasikan dengan dokter Anda mengenai tata cara melakukan olahraga yang aman dan nyaman saat hamil.

4. Istirahat dan Kelola Stres dengan Baik

Tetap sama seperti tips kehamilan di minggu-minggu sebelumnya, di usia hamil 23 minggu ini Anda diharuskan untuk memiliki waktu istirahat yang cukup, terutama di malam hari. Selain itu, mengelola stres yang datang menghampiri dengan baik juga diperlukan agar Anda dan calon buah hati senantiasa sehat.

 

  1. Anonim. 23 Weeks Pregnant. https://www.babycenter.com/23-weeks-pregnant (Diakses pada 19 Juni 2020)
  2. Anonim. 23 Weeks Pregnant. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-23.aspx (Diakses pada 19 Juni 2020)
  3. Marple, K. How big is my baby? Week-by-week fruit and veggie comparisons. https://www.babycenter.com/slideshow-baby-size (Diakses pada 19 Juni 2020)
  4. Pevzner, H. 2020. Week 23 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/23-weeks-pregnant-4159036 (Diakses pada 19 Juni 2020)
  5. Roland, J. 2017. 23 Weeks Pregnant: Symptoms, Tips, and More. https://www.healthline.com/health/pregnancy/23-weeks-pregnant#your-body (Diakses pada 19 Juni 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi