Terbit: 18 Juni 2020 | Diperbarui: 3 Juli 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Hamil 22 minggu, perkembangan janin di dalam kandungan Anda sudah sampai mana? Guna memastikan bahwa kehamilan berjalan lancar dan si kecil calon buah hati Anda berkembang dengan baik, simak informasi perkembangan janin dan tips kehamilan 22 minggu berikut ini!

Hamil 22 Minggu: Perkembangan Janin, Gejala, dan Tips Kehamilan

Perkembangan Janin saat Hamil 22 Minggu

Apa saja perkembangan yang dialami janin ketika memasuki usia kehamilan 22 minggu? Sama seperti di minggu-minggu sebelumnya, janin 22 minggu akan mengalami sejumlah perkembangan. Perkembangan janin 22 minggu yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Panjang tubuh janin mencapai 28 cm dengan berat badan 450 gram. Ukuran panjang bayi ini kira-kira sama seperti ukuran buah pepaya.
  • Secara bentuk, janin juga sudah lebih menyerupai bayi pada umumnya.
  • Organ mata terus mengalami penyempurnaan bentuk. Kendati demikian, iris mata masih belum memiliki pigmen. Sementara itu, bagian mata lainnya seperti kelopak dan alis mulai terlihat sempurna walaupun kelopak mata masih juga menutup.
  • Sistem saraf janin terus mengalami peningkatan fungsi. Hal ini dapat dilihat dari aktivitas gerak janin 22 minggu yang sudah mulai bisa menggerakkan tangannya ke sejumlah bagian tubuh lain seperti telinga, hidung, dan tali pusat.
  • Rambut halus bernama lanugo masih terus menjalani ‘tugasnya’ untuk melindungi kulit janin dari air ketuban.

Perubahan Tubuh saat Hamil 22 Minggu

Bagaimana dengan perubahan tubuh yang terjadi pada diri Anda saat hamil 22 minggu? Selain tentunya berat badan yang masih terus mengalami kenaikan, ada sejumlah perubahan dan ciri-ciri atau gejala lainnya yang akan Anda rasakan di usia kehamilan 22 minggu ini.

Apa saja perubahan tubuh dan gejala lainnya tersebut? Berikut informasinya.

1. Kaki Membesar

Perut membesar saat hamil 22 minggu, sudah pasti. Tidak hanya perut, kaki pun juga ikut mengalai pembesaran di kehamilan 22 minggu ini.

Kaki yang membesar ini berkaitan dengan aktivitas hormon relaxin. Hormon ini menyebabkan ligamen dan sendi kaki merenggang. Tujuannya tak lain guna mengantisipasi pembesaran rahim akibat janin yang juga terus membesar ukurannya.

Ketika ligamen pada kaki melonggar, tulang yang berada di bawahnya akan ikut merenggang. Inilah yang lantas menyebabkan ukuran kaki menjadi lebih besar.

2. Pembuluh Darah Melebar

Saat hamil, aliran darah di tubuh Anda menjadi lebih ‘deras’. Hal ini lantas menyebabkan pembuluh darah mengalami pelebaran guna menjaga agar aliran darah tetap lancar.

Gejala hamil 22 minggu yang dalam dunia medis dikenal dengan istilah varises ini umumnya terjadi di tungkai kaki, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi di area tubuh lainnya.

3. Hemoroid

Hemoroid menjadi gejala lainnya yang juga kemungkinan dialami oleh Anda di usia kehamilan 22 minggu. Hemoroid atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘wasir’ adalah suatu kondisi di mana terjadi pelebaran pembuluh darah pada bagian usus besar yang bernama rektum.

Bukan tanpa sebab mengapa ibu hamil bisa mengalami wasir. Rahim yang terus membesar menyebabkan rongga panggul dan pembuluh darah balik (vena) di sekitar anus mengalami tekanan. Tekanan pada anus inilah yang kemudian menyebabkan pembuluh darah melebar hingga terjadilah wasir. Selain itu, hormon kehamilan juga disebut-sebut berperan penting dalam memicu terjadinya kondisi ini.

4. Kram pada Kaki

Kram pada kaki adalah kondisi yang masih berlanjut di saat Anda hamil 22 minggu. Munculnya gejala kehamilan 22 minggu diduga karena adanya defisiensi kalsium dan magnesium. Oleh sebab itu, disarankan bagi Anda untuk memperbanyak asupan kedua jenis mineral tersebut guna meminimalisir gejala kram yang muncul.

Selain karena defisiensi kalsium dan magnesium, kram pada kaki ketika menjalani kehamilan di minggu ke-22 juga ditengarai disebabkan oleh :

  • Otot kaki mengalami tekanan ekstra akibat harus menopang tubuh yang secara bobot tentunya lebih berat
  • Aliran darah sedikit terhambat akibat pembesaran rahim
  • Kekurangan cairan (dehidrasi)

Masih ada sejumlah gejala lainnya yang kemungkinan akan dialami oleh Anda saat hamil 22 minggu. Gejala-gejala tersebut adalah sebagai berikut:

  • Nyeri ulu hati (heartburn)
  • Nyeri punggung
  • Sakit kepala
  • Kepala pusing
  • Keputihan
  • Kontraksi Braxton-Hicks

Pemeriksaan Kehamilan

Saat usia kehamilan mencapai 22 minggu, pemeriksaan kehamilan yang dilakukan masih juga sama seperti minggu-minggu sebelumnya, yaitu:

1. Ultrasonografi (USG) Janin

Pemeriksaan janin 22 minggu dengan menggunakan medium ultrasonografi (USG) seperti biasa, dimaksudkan untuk memantau perkembangan janin. Selain itu, pemeriksaan ini juga membantu dokter untuk mencari tahu apakah ada potensi komplikasi kehamilan atau tidak.

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik bertujuan untuk memastikan bahwa ibu hamil dalam keadaan sehat sehingga kehamilan dapat berjalan baik. Pemeriksaan fisik di antaranya meliputi:

  • Pengukuran tekanan darah
  • Pengukuran tinggi dan berat badan
  • Pengukuran panggul
  • Pemeriksaan vagina
  • Pemeriksaan urine

Tips Kehamilan

Saat menjalani kehamilan di minggu ke-22, Anda disarankan untuk menerapkan sejumlah tips berikut ini (selain pemeriksaan kandungan rutin) agar kehamilan tetap berjalan dengan baik. Apa saja tips-tips tersebut?

1. Makan Makanan Bergizi

Kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi masih tetap berlanjut di saat hamil 22 minggu. Anda tetap diperbolehkan mengonsumsi makanan-makanan favorit, terutama jika memang sedang mengalami yang namanya ‘ngidam’.

Kendati demikian, batasi konsumsi makanan-makanan yang sekiranya tidak memiliki banyak nutrisi. Utamakan untuk makan makanan seperti buah dan sayuran yang kaya akan vitamin, mineral, dan zat penting lainnya.

2. Minum Air Putih yang Cukup

Jangan lupa juga untuk selalu mencukupi asupan air putih selama menjalani kehamilan di minggu ke-22 ini. Air putih berfungsi untuk menjaga agar tubuh Anda terhindar dari dehidrasi. Seperti yang pernah dibahas, dehidrasi pada ibu hamil dapat menyebabkan komplikasi medis yang bisa berbahaya, baik bagi ibu maupun janin yang tengah di kandung.

Bagi ibu hamil, disarankan untuk minum 8-12 gelas air putih per hari. Konsultasikan lebih lanut dengan dokter perihal kebutuhan air harian yang ideal bagi Anda.

3. Olahraga

Berolahraga di usia kehamilan 22 minggu masih dianjurkan. Aktivitas olahraga tidak hanya untuk menghilangkan stres, tapi juga meningkatkan daya tahan tubuh.

Beberapa jenis olahraga yang disarankan antara lain sebagai berikut:

  • Yoga
  • Senam hamil
  • Stretching
  • Jogging
  • Bermain sepeda statis

4. Istirahat yang Cukup

Terakhir dari tips kehamilan 22 minggu adalah, pastikan Anda memiliki waktu istirahat yang cukup. Jangan terlalu memforsir tubuh karena hal ini bisa berdampak negatif terhadap kesehatan Anda, pun menghambat perkembangan janin.

 

  1. Anonim. 22 Weeks Pregnant. https://www.babycenter.com/22-weeks-pregnant (Diakses pada 18 Juni 2020)
  2. Anonim. 22 Weeks Pregnant. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-22.aspx (Diakses pada 18 Juni 2020)
  3. Marple, K. How big is my baby? Week-by-week fruit and veggie comparisons. https://www.babycenter.com/slideshow-baby-size (Diakses pada 18 Juni 2020)
  4. Pevzner, H. 2020. Week 22 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/22-weeks-pregnant-4159032 (Diakses pada 18 Juni 2020)
  5. Schaeffer, J. 2017. 22 Weeks Pregnant: Symptoms, Tips, and More. https://www.healthline.com/health/pregnancy/22-weeks-pregnant#things-to-do (Diakses pada 18 Juni 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi