Terbit: 19 Juni 2020 | Diperbarui: 25 Juni 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Hamil 20 minggu, sudah sejauh mana perkembangan janin di dalam kandungan Anda? Simak informasi mengenai perkembangan janin 20 minggu beserta tips kehamilan 20 minggu yang bisa Anda terapkan berikut ini!

Hamil 20 Minggu: Perkembangan Janin, Gejala, dan Tips Kehamilan

Perkembangan Janin saat Hamil 20 Minggu

Usia kehamilan 20 minggu merupakan periode di mana terjadi sejumlah perkembangan signifikan pada janin. Janin saat hamil 20 minggu mengalami proses tumbuh kembang yang terbilang lancar apabila:

  • Panjang tubuh janin mencapai kurang lebih 25 cm dengan berat badan 315 gram. Ukuran panjang bayi ini kira-kira sama seperti ukuran panjang buah pisang.
  • Rambut halus bernama lanugo yang berfungsi untuk melindungi vernix pada kulit bayi dari ketuban semakin mengalami penyempurnaan fungsi.
  • Lidah sebagai indera perasa mengalami perkembangan fungsi.
  • Jenis kelamin bayi sudah semakin terlihat jelas, walaupun belum sempurna. Pada janin perempuan, uterus dan saluran vaginanya mulai mengalami pembentukan. Sementara pada janin laki-laki, testis sudah mulai terbentuk namun belum ‘turun’ dari abdomen karena masih harus menunggu penyempurnaan skrotum.
  • Pergerakan bayi yang ditandai dengan aktivitas menendang perut sang ibu semakin intens.

Perubahan Tubuh saat Hamil 20 Minggu

Sementara itu, perubahan dan gejala apa saja yang terjadi pada tubuh Anda saat hamil 20 minggu ini? Apakah masih sama seperti di minggu-minggu sebelumnya? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Berat Badan Terus Bertambah

Penambahan berat badan masih terus terjadi saat sudah hamil 20 minggu. Hal ini tentunya tidak bisa dihindari, namun Anda bisa mengatur pola makan sedemikian rupa agar berat badan tidak mengalami peningkatan yang terlalu signifikan.

Sebaiknya konsumsilah makanan yang tidak bikin cepat lapar, namun kaya akan nutrisi. Sayur dan buah-buahan adalah contoh makanan yang kaya akan nutrisi dan vitamin, namun mengonsumsinya akan membuat Anda kenyang lebih lama.

2. ‘Ngidam’

Kebiasaan yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi, bukan? Ya, ketika hamil, khususnya di usia kehamilan 20 minggu, Anda biasanya sangat ingin mengonsumsi suatu jenis makanan (biasanya makanan yang memang sudah menjadi favorit).

Sayangnya, kebanyakan ibu hamil ‘ngidam’ jenis makanan yang secara kandungan nutrisi dan vitamin termasuk kurang—contohnya seperti es krim atau bahkan makanan cepat saji—sebagaimana diungkapkan oleh sebuah studi yang dirilis oleh Frontiers of Psychology.

Memang, tidak ada salahnya bagi Anda jika ingin mengonsumsi makanan-makanan favorit saat hamil 20 minggu. Akan tetapi, sebaiknya konsumsi makanan-makanan tersebut dibatasi dan perbanyaklah makan makanan bergizi.

3. Kontraksi Braxton-Hicks

Kontraksi Braxton-Hicks atau kontraksi ‘palsu’ adalah gejala kehamilan 20 minggu yang juga kerap dialami oleh beberapa wanita. Kontraksi ini sejatinya merupakan mekanisme alami tubuh guna mempersiapkan persalinan.

Kontraksi Braxton-Hicks umumnya bersifat ringan dan tidak dapat diprediksi kapan kemunculannya. Akan tetapi, kontraksi ‘palsu’ ini adalah suatu kewajaran sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Anda bisa minum air dan membaringkan tubuh sejenak guna meredakan gejala hamil 20 minggu yang satu ini.

4. Kram pada Kaki

Kram pada kaki adalah kondisi yang masih berlanjut di saat Anda hamil 20 minggu. Munculnya gejala kehamilan 20 minggu—meskipun belum bisa dikatakan valid—diduga karena sejumlah faktor berikut ini:

  • Otot kaki mengalami tekanan ekstra akibat harus menopang tubuh yang secara bobot tentunya lebih berat
  • Aliran darah sedikit terhambat akibat pembesaran rahim
  • Kekurangan cairan (dehidrasi)

5. Kulit Gatal

Seiring dengan perkembangan janin 20 minggu yang terus terjadi, hal ini juga membuat ruang rahim harus mengalami pembesaran. Alhasil, dampaknya adalah kulit di area perut akan semakin melebar. Melebarnya kulit perut ini lantas akan menimbulkan sensasi gatal. Selain pada kulit perut, gatal juga biasanya menjalar ke kulit payudara.

6. Pigmentasi Kulit

Pigmentasi kulit adalah kondisi yang juga masih akan dialami oleh ibu hamil 20 minggu. Pigmentasi kulit ini ditandai oleh munculnya bintik-bintik berwarna cokelat atau kehitaman pada kulit, terutama kulit wajah.

Kondisi ini dalam dunia medis dikenal dengan istilah melasma. Menurut penelitian, sekitar 50-70 persen wanita mengalami melasma saat usia kehamilan memasuki trimester kedua. Perubahan hormon diklaim pun dipicu menjadi pemicunya.

Selain melasma, ibu hamil juga akan mengalami pigmentasi—kali ini kulit jadi tampak lebih gelap—pada sejumlah bagian tubuh seperti puting susu, lengan dan paha bagian bawah, hingga bibir vagina.

7. Muncul Stretch Marks

Masih terkait dengan kulit, adanya perubahan hormon membuat ibu hamil juga akan mengalami gejala berupa timbulnya stretch marks pada kulit ketika memasuki usia kehamilan 20 minggu. Stretch marks ini umumnya akan muncul di perut, paha, dan payudara.

8. Sulit Tidur

Kesulitan untuk tidur? Ini juga merupakan gangguan yang dialami oleh ibu hamil 20 minggu. Anda bisa melakukan sejumlah cara guna mengatasi hal ini, yaitu:

  • Tidur dengan posisi menyamping ke sisi kiri tubuh
  • Pastikan kamar tidur dalam keadaan yang bersih
  • Gunakan kipas angin atau pendingin ruangan (AC) untuk membuat kamar tidur sejuk
  • Gunakan bantal untuk menopang perut bagian belakang. Jika memungkinkan, pilih bantal yang sudah didesain khusus bagi ibu hamil

Selain itu, masih ada lagi sejumlah gejala lainnya yang mungkin akan Anda alami saat hamil 20 minggu, yaitu:

  • Nyeri ulu hati (heartburn)
  • Sakit kepala
  • Kepala pusing

Pemeriksaan Kehamilan

Saat usia kehamilan mencapai 20 minggu, pemeriksaan kehamilan yang dilakukan masih juga sama seperti minggu-minggu sebelumnya, yaitu:

1. Pemeriksaan Kehamilan Umum

Pemeriksaan janin 20 minggu dengan menggunakan medium ultrasonografi (USG) bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi janin, apakah perkembangannya berjalan dengan baik atau justru ada abnormalitas yang terjadi. Selain itu, pemeriksaan ini juga membantu dokter untuk mencari tahu apakah ada potensi komplikasi kehamilan atau tidak.

Contoh pemeriksaan kehamilan yang dilakukan di minggu ke-20 ini adalah pemeriksaan amniocentesis. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menganalisis apakah bayi memiliki kelainan genetik yang berpotensi menyebabkan cacat lahir seperti down syndrome. 

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik bertujuan untuk memastikan bahwa ibu hamil dalam keadaan sehat sehingga kehamilan dapat berjalan baik. Pemeriksaan fisik di antaranya meliputi:

  • Pengukuran tekanan darah
  • Pengukuran tinggi dan berat badan
  • Pengukuran panggul
  • Pemeriksaan vagina
  • Pemeriksaan urine

Tips Kehamilan

Saat menjalani kehamilan di minggu ke-20, Anda disarankan untuk menerapkan sejumlah tips berikut ini (selain pemeriksaan kandungan rutin) agar kehamilan tetap berjalan dengan baik. Apa saja tips-tips tersebut?

1. Makan Makanan Bergizi

Mencukupi kebutuhan vitamin dan nutrisi penting lainnya menjadi suatu kewajiban supaya perkembangan janin 20 minggu berjalan secara optimal. Vitamin dan nutrisi ini bisa Anda dapatkan dari makanan maupun suplemen.

Konsultasikan pada dokter mengenai makanan bergizi apa saja yang sebaiknya dikonsumsi guna menunjang perkembangan janin sekaligus menjaga kesehatan Anda.

2. Minum Air Putih yang Cukup

Minum air putih yang cukup membantu tubuh Anda tetap terhidrasi. Hal ini menjadi penting karena dehidrasi dapat berujung pada terjadinya komplikasi kehamilan. Khusus ibu hamil, disarankan untuk mengonsumsi 8-12 gelas air putih per harinya.

3. Olahraga

Berolahraga di usia kehamilan 20 minggu juga sangat dianjurkan. Aktivitas olahraga—selain untuk menghilangkan stres—juga bermanfaat untuk meredakan nyeri pada punggung dan pelvis yang kerap dialami ibu hamil.

Beberapa jenis olahraga yang dimaksud antara lain sebagai berikut:

  • Yoga
  • Senam hamil
  • Stretching
  • Berenang
  • Jogging
  • Bermain sepeda statis

4. Istirahat dan Kelola Stres dengan Baik

Tetap sama seperti tips kehamilan di minggu-minggu sebelumnya, di usia hamil 20 minggu ini Anda dianjurkan untuk memiliki waktu istirahat yang cukup. Selain itu, mengelola stres yang datang menghampiri dengan baik juga diperlukan agar Anda dan calon buah hati senantiasa sehat.

Baca Juga: Hamil 21 Minggu, Gerakan Bayi Semakin Terkoordinasi

 

  1. Anonim. 20 Weeks Pregnant. https://www.babycenter.com/19-weeks-pregnant (Diakses pada 18 Juni 2020)
  2. Anonim. 20 Weeks Pregnant. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/week-by-week/week-19.aspx (Diakses pada 18 Juni 2020)
  3. Marple, K. How big is my baby? Week-by-week fruit and veggie comparisons. https://www.babycenter.com/slideshow-baby-size (Diakses pada 18 Juni 2020)
  4. Pevzner, H. 2020. Week 20 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/19-weeks-pregnant-4159012 (Diakses pada 20 Juni 2020)
  5. Roland, J. 2017. 20 Weeks Pregnant: Symptoms, Tips, and More. https://www.healthline.com/health/pregnancy/19-weeks-pregnant#takeaway (Diakses pada 18 Juni 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi