Terbit: 9 Juni 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Apa yang terjadi pada saat hamil 1 minggu? Pada usia kehamilan 1 minggu pada dasarnya janin belum terbentuk dan ibu sedang mengalami menstruasi. Kok bisa? Ketahui tentang kehamilan minggu pertama selengkapnya di sini!

Hamil 1 Minggu, Kehamilan Sebenarnya Belum Terjadi?

Usia Kehamilan 1 Minggu

Usia kehamilan merupakan patokan waktu yang digunakan pada dunia kedokteran dan kebidanan untuk menandai suatu proses kehamilan. Patokan waktu ini dimulai dari hari pertama menstruasi yang dialami oleh ibu dan berakhir pada hari perkiraan lahir (HPL) yang terjadi pada minggu ke-40. Meskipun HPL terhitung di minggu 40, kebanyakan bayi akan lahir di minggu 41 atau 42.

Usia janin 1 minggu berbeda dengan usia kehamilan 1 minggu. Jadi hamil 1 minggu BUKAN terjadi saat Anda pertama kali mendapatkan hasil positif (dua garis) pada pemeriksaan test pack. Saat Anda terlambat haid dan melakukan pemeriksaan test pack, bisa jadi sudah memasuki usia kehamilan 5-6 minggu. Bila anda positif saat periksa test pack, segera ingat kembali kapan hari pertama haid Anda sebelumnya dan tandai di kalender, itulah hari pertama usia kehamilan anda.

Usia kehamilan dihitung berdasarkan siklus menstruasi Anda. Bidan dan dokter akan menentukan hari pertama menstruasi sebelumnya sebagai hari pertama kehamilan Anda. Terbentuknya janin terjadi pada sekitar akhir minggu kedua dan awal minggu ketiga yaitu saat ibu mengalami masa subur dan berhubungan seksual dan sel telur (ovum) dibuahi oleh sel jantan (spermatozoa)..

Jadi pada dasarnya pada usia kehamilan 1 minggu Anda mengalami menstruasi seperti biasa. Beberapa gejala/keluhan haid mungkin muncul pada saat ini, namun kemungkinan besar Anda sudah terbiasa dengan gejala-gejala tersebut karena menstruasi memang rutin terjadi setiap bulan.

Perubahan Tubuh

Bentuk perut ibu hamil 1 minggu tentunya tidak berbeda dengan bentuk perut Anda ketika tidak hamil karena memang janin belum terbentuk. Ciri-ciri hamil muda 1 minggu pertama juga baru akan muncul beberapa minggu setelahnya. 

Perubahan tubuh pada usia kehamilan 1 minggu pada dasarnya adalah perubahan tubuh yang terjadi pada saat menstruasi. Setiap wanita memang memiliki gejala menstruasi yang berbeda-beda. Beberapa orang merasakan lebih banyak gejala dari yang lainnya.

Berikut adalah beberapa gejala menstruasi yang mungkin terjadi:

  • Perut kembung
  • Jerawat
  • Perubahan suasana hati dan kecemasan
  • Perubahan hasrat seksual
  • Perubahan kebiasaan buang air besar, sembelit atau diare
  • Kelelahan
  • Depresi
  • Nafsu makan meningkat
  • Sakit kepala
  • Intoleransi terhadap alkohol
  • Nyeri sendi dan otot
  • Kram perut
  • Nyeri payudara
  • Peningkatan berat badan akibat retensi cairan

Pada saat ini, janin belum terbentuk, tapi pada dasarnya tubuh Anda sedang mempersiapkan kehamilan. Ketika menstruasi, lapisan dalam rahim (endometrium) meluruh karena turunnya hormon estrogen dan progesteron, kemudian setelah bersih akan siap tergantikan dengan lapisan endometrium yang baru.

Indung telur (ovarium) kemudian mulai menyiapkan telur untuk dilepaskan saat masa subur. Lapisan dalam rahim (endometrium) kemudian mulai menebal kembali hingga kemudian siap implantasi (tertanamnya embrio ke dalam dinding rahim).

Pemeriksaan Kehamilan

Sebagian pasangan mungkin tidak menjalani pemeriksaan kehamilan pada usia kehamilan 1 minggu ini. Namun, bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, konsultasi bisa juga dilakukan. Ini disebut dengan konsultasi prakonsepsi atau prakehamilan.

Konsultasi prakehamilan dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan. Selama konsultasi prakonsepsi atau prakehamilan ini, dokter dapat merekomendasikan berbagai tips yang dapat Anda terapkan bersama pasangan untuk mewujudkan kehamilan.

Pada pemeriksaan prakehamilan, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan secara keseluruhan, riwayat vaksin, hingga ada tidaknya infeksi menular seksual. Selain itu, dokter juga mungkin akan mengevaluasi gaya hidup, diet, olahraga, dan kebiasaan lainnya yang dapat mempengaruhi kehamilan. 

Pemeriksaan laboratorium juga bisa dilakukan untuk mengetahui apakah ibu mengalami infeksi yang berpotensi mempersulit kehamilan/menimbulkan keguguran antara lain Toxoplasma, Rubella, CMV, dan Herpes Simpleks (TORCH). Suami juga bisa melakukan pemeriksaan analisis sperma.

Pasien yang memiliki kondisi kronis seperti diabetes atau tekanan darah tinggi sebaiknya memberi tahu dokter tentang kondisinya tersebut. Anda dapat bertanya pada dokter tentang langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mengendalikan kondisi tersebut selama Anda juga sedang mempersiapkan kehamilan.

Selain itu, Anda juga harus berkonsultasi pada dokter tentang penggunaan obat baik itu obat resep, obat bebas, maupun suplemen herbal. Setiap obat berisiko menimbulkan efek samping tertentu dan sebagian mungkin mempengaruhi kehamilan. Maka dari itu, berkonsultasi dengan dokter tentang penggunaan obat adalah hal wajib bagi Anda yang sedang mempersiapkan kehamilan.

Tips Kehamilan

Meskipun kehamilan belum terjadi, namun minggu pertama ini bisa jadi merupakan waktu yang paling penting dalam persiapan kehamilan. Berbagai hal yang Anda lakukan saat ini, akan mempengaruhi keberhasilan konsepsi.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan agar kehamilan yang sehat dapat terwujud:

1. Kenali Kapan Masa Subur Anda

Melakukan hubungan seksual di saat yang tepat dapat meningkatkan kemungkinan kehamilan. Maka dari itu, mengenali masa subur Anda adalah hal yang wajib dilakukan.

Saat ovulasi (keluarnya sel telur dari dalam indung telur) terjadi, sel telur (ovum) memiliki waktu sekitar 12-24 jam untuk hidup. Jika pada masa itu telur tidak dibuahi oleh sperma, maka kehamilan tidak akan terjadi. Sperma sendiri dapat bertahan selama sekitar 5 hari dalam rahim.

Hubungan seksual dapat dilakukan sebelum ovulasi terjadi hingga saat ovulasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memeriksa masa subur Anda adalah dengan bantuan kalender ovulasi.

Jika diperlukan, Anda juga dapat menggunakan alat strip tes ovulasi yang dapat menunjukkan masa subur dengan cara mengukur kadar hormon dalam tubuh.

2. Vitamin Prenatal

Jika sedang mempersiapkan kehamilan, Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk mengkonsumsi vitamin prenatal.

Salah satu nutrisi yang paling penting dalam mempersiapkan kehamilan adalah asam folat. Namun suplemen multivitamin prenatal juga bisa mengandung beberapa nutrisi lain seperti zat besi, kalsium, dan vitamin D. Konsumsi asam folat atau vitamin kehamilan sebaiknya dilakukan 2-3 bulan sebelum Anda hamil atau menikah.

3. Jaga Asupan Makanan

Menjaga asupan makanan sebelum dan selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk menjaga kesehatan Anda dan bayi.

Jenis makanan yang direkomendasikan saat sedang mempersiapkan kehamilan adalah sebagai berikut:

  • Buah-buahan
  • Sayuran
  • Protein tanpa lemak
  • Lemak sehat
  • Biji-bijian berserat

Peningkatan nafsu makan pada saat menstruasi adalah hal yang umum terjadi. Meskipun nafsu makan meningkat, pastikan Anda mengurangi asupan makanan tidak sehat dan menggantinya dengan makanan yang lebih sehat.

4. Perbanyak Konsumsi Air Putih

Ketika hamil, asupan air putih perlu ditambahkan dan Anda dapat melatih ini sejak mempersiapkan kehamilan.

Selain memastikan asupan air putih cukup, Anda juga sebaiknya melatih diri untuk mengurangi asupan minuman yang tidak sehat. Kurangi asupan alkohol dan minuman manis yang tidak baik untuk kesehatan selama hamil dan mempersiapkan kehamilan.

5. Olahraga Teratur

Olahraga memang sering kali bukan menjadi aktivitas pilihan utama saat sedang menstruasi.

Namun banyak penelitian yang menunjukkan bahwa olahraga justru dapat menurunkan ketidaknyamanan saat menstruasi. Olahraga juga membantu memelihara kesehatan secara keseluruhan sehingga tubuh juga akan lebih siap dalam menghadapi kehamilan.

Kebiasaan olahraga ini juga tentunya harus dijaga selama kehamilan. Olahraga rutin saat hamil dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Anda juga akan merasa lebih siap dalam menghadapi persalinan.

6. Kendalikan Stres

Stres dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kehamilan sulit terjadi. Maka dari itu, saat mempersiapkan kehamilan, jangan lupa untuk selalu membuat diri Anda bahagia.

7. Berhenti Merokok

Merokok pada dasarnya memang tidak baik untuk kesehatan, terutama jika Anda sedang mempersiapkan kehamilan.

Menurut ahli kesehatan, perokok biasanya lebih sulit hamil dibandingkan yang bukan perokok. Selain itu, merokok juga dapat meningkatkan risiko keguguran. Maka dari itu, jangan tunggu hamil untuk berhenti merokok. Sebaiknya lakukan segera ketika Anda merencanakan kehamilan.

Itu dia informasi tentang hamil 1 minggu yang perlu calon orang tua ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca Juga: Hamil 2 Minggu: Ciri-Ciri, Perkembangan Janin, & Tips Kehamilan

 

  1. Cirino, Erica. 2019. 1 Week Pregnant: What Are the Signs?. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnancy-symptoms-week-1. (Diakses 9 Juni 2020).Pevzner,
  2. Holly. 2020. Week 1 of Your Pregnancy. https://www.verywellfamily.com/1-week-pregnant-4158813. (Diakses 9 Juni 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi