Terbit: 4 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Selama ini, pore pack adalah cara favorit banyak orang untuk membantu menghilangkan komedo. Penggunaan yang praktis dan hasil yang instan membuat produk ini menjadi item paling laris yang diburu konsumen. Namun nyatanya, dampak yang ditimbulkannya tak selalu baik. Ada beberapa efek samping yang harus ditanggung pengguna jika menggunakannya terlalu sering.

Hal yang Akan Terjadi Jika Terlalu Sering Menggunakan Pore Pack

1. Kurang Baik untuk Kulit

Pore pack mengandung perekat yang dapat memicu iritasi dan kerusakan saat digunakan. Perekat pada produk ini akan mengikat blackhead, namun sekaligus juga melekatkan diri ada pori-pori. Menariknya secara paksa akan meninggalkan luka dan radang di pori-pori.

2. Memperparah Kelainan pada Kulit

Mereka yang memiliki masalah kulit tidak dianjurkan menggunakan pore pack. Pasalnya pore pack tak hanya menarik blackhead namun juga sel-sel kulit sehat yang ada di sekitarnya. Jika ini terjadi pada kulit yang bermasalah, maka dampak lain seperti infeksi dan radang akan muncul.

3. Tidak Menghilangkan Blackhead

Hal yang perlu kamu tahu, menggunakan pore pack sebenarnya tidak menyelesaikan masalah. Pasalnya, yang diangkat hanyalah bagian kepala, sedangkan akar tetap tertinggal di bawah. Setelah menggunakan pore pack, ancaman komedo akan tetap membayangi.

4. Mengangkat Minyak Alami Wajah

Selain sel kulit yang ikut terangkat, minyak alami wajah juga akan ikut terbawa oleh pore pack. Padahal minyak alami tersebut berguna untuk memelihara kesehatan kulit.

5. Memicu Timbulnya Infeksi

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, sel kulit mati akan ikut terangkat dan menimbulkan luka di wajah. Walau luka itu kecil, namun sangat berpotensi menyebabkan infeksi.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum menggunakan pore pack. Nyatanya, ada masalah-masalah baru yang bisa muncul karena penggunaan produk ini. Coba pikirkan, apakah pore pack cukup aman untuk kulit Anda?


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi