Jangan Asal, Perhatikan 3 Hal Penting Ini saat Beli Buah Potong!

doktersehat-buah-sembelit
Photo Credit: Flickr.com/Vegan Feast Catering

DokterSehat.Com-Apakah Anda sering membeli buah segar yang siap makan, atau buah potong segar? Buah potong merupakan salah satu jenis buah yang cukup mudah diperoleh di pasaran, kita bisa memperoleh buah potong di pasar maupun di supermarket.

Buah potong merupakan pilihan buah yang praktis karena kita bisa langsung mengonsumsi buah tanpa perlu mengupasnya.

Hal ini membuat buah potong banyak dipilih, apalagi jika buah potong yang disediakan adalah buah yang memang memiliki tekstur cukup keras dan sulit untuk kita mengupas sendiri, misalnya buah nanas.

buah-pir-untuk-rambut-doktersehat-1
Photo Credit: Pexels.com

Ya, buah potong memang bisa dianggap sebagai jalan keluar yang praktis agar kita bisa tetap mengonsumsi buah tanpa perlu repot mengupasnya, akan tetapi mengonsumsi buah potong bukan berarti tanpa risiko, lho.

Ada beberapa kondisi yang membuat kita harus mewaspadai beberapa hal saat mengonsumsi buah potong. Hal ini terkait dengan kehigienitasan hingga kandungan gizi yang ada pada buah potong.

Untuk lebih jelasnya, yuk sama-sama kita simak apa saja sih yang harus kita perhatikan sebelum mengonsumsi buah potong, di bawah ini!

1. Buah potong umumnya tingkat kesegarannya sudah turun

Meskipun nampak menggoda dan sangat segar, buah potong telah telah kehilangan cukup banyak kandungan cairannya karena telah dikupas di diletakkan pada wadah penjualan pada waktu yang umumnya lebih dari 3-4 jam.

masker-buah-untuk-kulit-sehat-doktersehat-1
Photo Credit: Pexels.com/
Trang Doan

Kondisi ini tentu membuat kandungan cairan yang ada pada buah tidak lagi terjaga, sehingga buah potong umumnya tidak lagi memiliki kandungan cairan sebanyak buah utuh yang dipotong dan langsung dikonsumsi. Belum lagi jika buah dipotong dalam ukuran yang cukup kecil atau tipis.

Buah yang dipotong, juga rentan mengalami browning yang bisa mengurangi kualitas tampilan dan warna buah akibat paparan kandungan buah dengan oksigen.

2. Berkurangnya kandungan gizi yang ada pada buah potong

Buah yang sudah dipotong dan dibiarkan dalam wadah penjualan dalam waktu yang cukup lama, tentu kandungan gizinya juga akan terpengaruh.

Apalagi, kulit buah, sebagai pelindung akan kualitas dan mutu buah juga sudah tidak lagi mampu menjaga kandungan gizi buah.Beberapa kandungan gizi pada buah, umumnya mudah rusak apabila kandungan air pada buah tidak lagi optimal, atau adanya paparan udara maupun cahaya yang secara tidak langsung bisa memengaruhi kualitas gizi buah.

Vitamin B dan C menjadi salah satu vitamin larut air yang bisa jadi sulit dijaga kesegarannya jika kita mengonsumsi buah yang telah dipotong.

3. Buah potong rentan terpapar terkontaminasi bakteri

Meskipun buah potong umumnya disimpan pada wadah penjualan dengan suhu dingin yang baik untuk menjaga kualitas buah, hal ini tidak lantas menjadikan buah potong bebas dari risiko kontaminasi.

manfaat-buah-persik-doktersehat
photo credit : pexels.com

Penggunaan alat potong, talenan, atau kontaminasi antar bahan makanan saat dilakukan pemotongan bisa jadi membuat buah terpapar banyak bakteri.

Belum lagi, kemungkinan kontak buah potong dengan banyak bahan, misalnya tangan atau wadah buah, lebih besar ketimbang buah yang masih utuh, sehingga paparan bakteri juga semakin besar, bukan?

Lantas, apa kita tidak boleh membeli buah potong sama sekali?

Melihat risiko konsumsi buah potong di atas, maka buah potong memang seakan menjadi bukan pilihan yang tepat, ya.

Akan tetapi, Anda masih bisa memilih buah potong, asalkan memerhatikan beberapa tips di bawah ini:

  • Pilih buah potong yang masih baru saja dipotong dari buah yang utuh, jika perlu Anda bisa mengawasi proses pemotongan buah agar bisa memastikan kebersihanya.
  • Pilih atau bawa wadah buah potong yang memiliki pendingin. Jika tidak ada, maka segera simpan buah potong dalam kulkas setiba dalam rumah, hal ini akan efektif menjaga kadar cairan dan kualitas gizi buah.
  • Segera mengonsumsi buah potong yang telah Anda beli, usahakan tidak mengonsumsinya lebih dari 4 jam setelah proses pemotongan buah.