Terbit: 13 Januari 2020 | Diperbarui: 19 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Leukemia terbagi menjadi banyak jenis, salah satunya adalah leukemia HCL atau hairy cell leukemia. Kanker darah satu ini termasuk jenis kanker darah yang langka. Simak selengkapnya tentang penyakit ini mulai dari gejala, penyebab, pengobatan, dan informasi lainnya berikut ini.

Leukemia Sel Berambut: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Apa Itu Leukemia Sel Berambut?

Hairy cell leukemia (HCL) atau leukemia sel berambut adalah kanker darah langka dan tumbuh dengan lambat akibat sel tulang belakang menghasilkan terlalu banyak sel B (limfosit), salah satu jenis sel darah putih yang bekerja melawan infeksi. Jika dilihat dengan mikroskop, sel B tampak abnormal dan berambut.

Seiring dengan bertambahnya jumlah sel leukemia, otomatis sel darah putih, sel darah, merah dan platelet yang sehat juga semakin sedikit karena terdesak oleh sel leukemia tersebut. Kanker ini lebih banyak terjadi pada pria, terutama pria paruh baya atau lansia.

Leukemia sel berambut adalah penyakit salah satu penyakit kronis karena tidak pernah benar-benar hilang meski mungkin pengobatan dalam beberapa tahun dapat meringankan kondisi.

Penyebab Leukemia Sel Berambut

Apa yang menyebabkan kanker ini belum diketahui. Kanker terjadi saat sel bermutasi dalam DNA. Dalam kasus HCL, mutasi DNA menyebabkan sel induk sumsum tulang membuat terlalu banyak sel darah putih yang tidak berfungsi dengan baik. Dokter pun tidak mengetahui apa penyebab mutasi DNA yang mengakibatkan HCL.

Faktor Risiko

Beberapa faktor tertentu dapat meningkatkan risiko terkena leukemia sel berambut. Tetapi tidak semua studi penelitian sepakat tentang faktor apa saja yang meningkatkan risiko penyakit ini.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa risiko HCL meningkat karena faktor berikut:

  • Paparan Radiasi

Beraktivitas di tempat yang berisiko terpapar radiasi, seperti bekerja di sekitar mesin sinar-X dan tidak memakai peralatan pelindung yang memadai, atau mereka yang mendapatkan pengobatan radiasi untuk kanker, mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena HCL.

  • Jenis Kelamin

Kebanyakan orang yang menderita leukemia sel berambut adalah pria berusia 50 tahun ke atas. Pria setengah baya juga berisiko terkena HCL.

Pria yang mengalami penyakit ini lebih banyak dari wanita dengan rasio 4 banding 1.

Baca juga: Kanker Darah: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Gejala Leukemia Sel Berambut

Beberapa kondisi seperti penumpukan sel-sel leukemia dalam darah, sumsum tulang, limpa, dan hati dapat mengganggu kerja darah di tubuh. Kondisi ini mungkin menimbulkan ciri-ciri leukemia sel berambut berikut ini:

  • Demam yang sering
  • Sesak napas
  • Merasa lelah dan lemah
  • Pendarahan atau mudah memar
  • Infeksi yang sering
  • Penurunan berat badan tanpa sebab
  • Benjolan tanpa rasa sakit di leher, ketiak, perut atau selangkangan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Biasanya,leukemia sel berambut berkumpul di limpa atau hati, yang membuatnya bertambah lebih besar. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala HCL, termasuk rasa sakit atau perasaan kenyang di perut tepat di bawah tulang rusuk.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala leukemia sel berambut yang terus-menerus dan mengkhawatirkan, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis penyakit ini, mungkin dokter menyarankan melakukan sejumlah tes berikut:

1. Pemeriksaan Fisik

Dokter akan menekan perut tepat dibawah tulang rusuk Anda untuk melihat apakah limpa terasa membesar, dan mungkin juga memeriksa pembengkakan kelenjar getah bening di perut atau di bagian tubuh lainnya.

2. Tes Darah

Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah Anda dan mengirimkannya ke laboratorium untuk pemeriksaan darah lengkap. Tes ini akan memberi tahu jika Anda memiliki jumlah sel darah merah yang rendah, trombosit, atau jenis sel darah putih tertentu. Tes kedua yang disebut apusan darah tepi mungkin dilakukan untuk mendeteksi hairy cell dalam sampel darah.

3. Biopsi Sumsum Tulang

Tes ini mencari tanda-tanda kanker di sumsum tulang, darah, dan tulang. Dokter akan memasukkan jarum berlubang ke tulang dada atau tulang pinggul dan mengambil sedikit tulang, beberapa sumsum tulang, dan beberapa darah untuk diamati menggunakan mikroskop. Tes ini juga akan membantu mengidentifikasi mutasi yang terlihat pada sel HCL.

4. Pemindaian

Dokter dapat melihat ke dalam tubuh menggunakan ultrasonografi (metode yang menciptakan gambar 3D menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi) atau computerized tomography (CT) scan (teknologi yang menggunakan sinar-X). Pemindaian ini dapat menunjukan jika limpa, hati, atau kelenjar getah bening membesar.

Komplikasi

Leukemia sel berambut berkembang sangat lambat dan kadang-kadang tetap stabil selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, beberapa komplikasi penyakit terjadi. HCL yang yang berkembang dan tidak diobati dapat menekan sel-sel darah sehat di sumsum tulang. Kondisi ini mengarah pada komplikasi serius, di antaranya:

1. Infeksi

Berkurangnya jumlah sel darah putih yang sehat dan tidak mampu melawan sel kanker membuat Anda berisiko infeksi.

2. Berdarah

Jumlah trombosit yang rendah membuat tubuh sulit menghentikan pendarahan. Jika memiliki jumlah trombosit yang agak rendah, Anda mungkin melihat bahwa tubuh lebih mudah memar. Jumlah trombosit yang sangat rendah juga dapat menyebabkan perdarahan spontan dari hidung atau gusi.

3. Anemia

Jumlah sel darah merah yang sedikit berarti lebih sedikit sel yang tersedia untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi Ini disebut anemia, yang menyebabkan kelelahan.

Pengobatan Leukemia Sel Berambut secara Alami

Meskipun tidak ada obat alternatif untuk mengobati penyakit ini. Tetapi pengobatan alternatif dapat membantu mengatasi stres karena diagnosis kanker dan efek samping dari perawatan kanker. Sebelum mencoba pengobatan alternatif, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Sejumlah pilihan pengobatan alternatif untuk HCL, di antaranya:

  • Terapi seni
  • Meditasi
  • Terapi musik
  • Latihan relaksasi
  • Olahraga
  • Kerohanian

Baca juga: Mengenali Jenis dan Gejala Kanker Darah (Disertai Cara Pengobatan)

Pengobatan Leukemia Sel Berambut secara Medis

Kanker ini berkembang sangat lambat dan terkadang tidak berkembang sama sekali, untuk itu pengobatan dapat ditunda.

Jika Anda mengalami tanda dan gejala kanker ini, mungkin Anda harus menjalani perawatan. Kebanyakan orang penderita penyakit ini akhirnya membutuhkan perawatan.

Tidak ada obat untuk HCL, tetapi perawatan yang efektif untuk meringankan gejala penyakit ini selama bertahun-tahun. Beberapa pengobatan HCL di antaranya:

1. Kemoterapi

Dokter menganggap obat kemoterapi sebagai pengobatan pertama untuk HCL. Sebagian besar penderitanya akan mengalami pengurangan gejala secara total atau parsial melalui kemoterapi. Berikut obat kemoterapi yang digunakan untuk HCL:

  • Cladribine

Perawatan untuk leukemia sel berambut biasanya dimulai dengan obat cladribine. Anda dapat menerima infus obat terus menerus atau suntikan harian ke dalam vena selama beberapa hari.

Kebanyakan orang yang diberi cladribine sembuh total, yang dapat bertahan selama beberapa tahun. Jika kambuh, Anda dapat menggunakan cladribine lagi. Efek samping cladribine mungkin menimbulkan infeksi dan demam.

  • Pentostatin

Obat ini memiliki penyembuhan mirip dengan cladribine, tetapi diberikan pada jadwal yang berbeda. Orang yang menggunakan pentostatin mendapat infus setiap minggu selama tiga hingga enam bulan. Efek samping obat ini mungkin menyebabkan demam, mual dan infeksi.

2. Perawatan Biologis

Terapi biologis membuat sel kanker lebih mudah dideteksi oleh sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan yang mendeteksi sel-sel kanker dapat menghancurkan kanker.

Dua jenis perawatan biologis ini digunakan pada HCL:

  • Rituximab

Adalah antibodi monoklonal yang disetujui untuk mengobati limfoma non-Hodgkin dan leukemia limfositik kronis, meskipun terkadang digunakan untuk HCL.

Jika obat kemoterapi tidak efektif atau Anda tidak dapat menjalani kemoterapi, dokter mungkin mempertimbangkan rituximab. Dokter juga dapat menggabungkan cladribine dan rituximab. Efek samping kedua obat ini menyebabkan demam dan infeksi.

  • Interferon

Penggunaan interferon untuk pengobatan leukemia sel berambut terbatas sampai saat ini. Anda mungkin diberi interferon jika kemoterapi tidak efektif atau jika tidak dapat melakukan kemoterapi.

Kebanyakan orang mengalami penyembuhan parsial dengan interferon, yang digunakan selama satu tahun. Efek sampingnya menimbulkan gejala seperti flu, demam dan kelelahan.

3. Operasi

Pembedahan untuk mengangkat limpa (splenectomi) mungkin dapat menjadi pilihan jika limpa pecah atau jika membesar dan menyebabkan rasa sakit. Meskipun limpa dikeluarkan tidak dapat menyembuhkan hairy cell leukemia.

Splenektomi tidak umum digunakan untuk mengobati HCL, tetapi mungkin sedikit membantu. Setiap operasi memiliki risiko perdarahan dan infeksi.

Pencegahan

Karena penyebab penyakit ini tidak diketahui secara pasti, tidak ada cara pencegahan yang efektif. Tetapi pola makan sehat dan menjaga kebersihan secara teratur dianjurkan bagi pasien yang menderita sitopenia dapat terkena risiko infeksi meningkat.

Jika splenektomi disarankan sebagai rencana pengobatan HCL, pasien harus divaksinasi untuk mengurangi risiko Pneumococcus, Haemophilus influenzae tipe b, dan infeksi Neisseria meningitidis.

 

  1. Anonim. 2019. What Is Hairy Cell Leukemia?. https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/hairy-cell-leukemia-facts#1. (Diakses 13 Januari 2020).
  2. Anonim. Hairy cell leukemia. https://online.epocrates.com/diseases/89044/Hairy-cell-leukemia/Prevention. (Diakses 13 Januari 2020).
  3. Kaufman, Pamela. 2019. What Is Hairy Cell Leukemia? Treatment, Symptoms, and Causes of the Rare Disease. https://www.everydayhealth.com/hairy-cell-leukemia/. (Diakses 13 Januari 2020).
  4. Mayo Clinic Staff. 2018. Hairy cell leukemia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hairy-cell-leukemia/symptoms-causes/syc-20372956. (Diakses 13 Januari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi