Habis Tertawa Lalu Sakit Kepala, Ini Penyebabnya

tertawa-doktersehat
Photo Source: Flickr/kinglomo

DokterSehat.Com– Tertawa adalah hal yang baik bagi kesehatan. Tak hanya menandakan bahwa kita sedang menikmati percakapan atau menikmati hal-hal yang lucu, hal ini juga bisa memberikan manfaat kesehatan bagi kesehatan mental. Hanya saja, setelah tertawa terbahak-bahak, kita bisa saja mengalami sakit kepala. Memang, sensasi sakit kepala ini biasanya ringan, namun sebenarnya apa penyebab dari kondisi ini?

Kaitan antara tertawa dengan sakit kepala

Pakar kesehatan menyebut kondisi sakit kepala yang muncul setelah tertawa sebenarnya terkait dengan salah satu jenis sakit kepala, yakni cough headache. Sebenarnya, arti dari jenis sakit kepala ini adalah muncul setelah kita batuk-batuk, namun saat tertawa kita sebenarnya juga mengalami tekanan pada perut dan dada sehingga menyebabkan kondisi ini.

Cough headache bisa dibagi menjadi dua, yakni sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Khusus untuk yang primer, kondisi ini biasanya tidak disebabkan oleh hal yang serius. Pria dengan usia lebih dari 40 tahun cenderung lebih sering mengalaminya, khususnya setelah tertawa dengan terbahak-bahak. Beberapa detik atau beberapa menit setelah tertawa, mereka kemudian akan mengalami sensasi sakit di dua sisi kepala dengan sensasi yang ditusuk-tusuk.

Sementara itu, untuk sakit kepala yang berjenis sekunder, hal ini biasanya akan menyebabkan gejala berupa durasi nyeri yang jauh lebih lama. Gejalanya memang mirip dengan sakit kepala primer, namun kita bisa saja sampai mengalami sensasi hilangnya keseimbangan tubuh, kepala pusing, hingga jatuh pingsan.

Beberapa penyebab dari cough headache sekunder.

Jika penyebab dari sakit kepala primer biasanya tidak begitu berbahaya, sakit kepala sekunder bisa saja disebabkan oleh beberapa masalah kesehatan yang serius.

Berikut adalah beberapa penyebabnya.

  1. Malformasi chiari

Kondisi ini dipicu oleh kelainan struktural yang terjadi pada saluran penghubung di antara tulang tengkorak serta otak. Biasanya hal ini disebabkan oleh cacat lahir atau pada saat perkembangan janin. Selain itu, jika kita mengalami cedera, infeksi, atau penyakit tertentu, hal ini juga bisa saja menjadi penyebabnya.

  1. Tumor otak

Tumor otak, baik itu jinak ataupun ganas bisa saja menyebabkan gejala sakit kepala sekunder.

  1. Aneurisma otak

Kondisi ini bisa menyebabkan benjolan dan semakin melemahnya fungsi dari pembuluh darah di otak. Masalahnya adalah jika sampai hal ini menyebabkan pembuluh darah pecah, risikonya bisa sangat fatal.

  1. Terjadi tekanan pada cairan serebrospinal

Jika sampai hal ini terjadi, maka tekanan di dalam tulang tengkorak akan meningkat dan hal ini bisa saja memicu sakit kepala.

Jangan tertawa dengan berlebihan

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak berlebihan dalam tertawa meskipun kita baru saja mendengarkan sebuah cerita yang sangat lucu sehingga membuat kita terpingkal-pingkal. Jika sampai kita mengalami tertawa yang tidak terkontrol, maka risiko untuk terkena pathological laughter atau pseudobulbar affect akan meningkat. Sebagai informasi, hal ini akan membuat kita tidak bisa mengendalikan tertawa karena disebabkan oleh gangguan saraf.

Terdapat sebuah kasus yang terkait dengan masalah kesehatan ini yang dilaporkan oleh National Geographic. Seorang pria dengan usia lebih dari 58 tahun mengalami gangguan tertawa berlebihan sehingga membuatnya terus tertawa tanpa henti. Hal ini bahkan terus berlanjut hingga meninggal. Setelah dilakukan pemeriksaan, barulah diketahui bahwa sang pria menderita stroke. Diduga, kondisi inilah yang menyebabkan kemunculan respons tertawa ini.

Selain stroke, tertawa yang tak terkendali bisa jadi terkait dengan penyakit multiple sclerosis, tumor otak, alzheimer, serta penyakit Wilson. Hal ini berarti, jika kita mulai mengalami gejala sakit kepala setelah tertawa, cobalah untuk mencermati durasi atau frekuensinya. Jika hal ini sering terjadi dengan durasi yang lama dan tak kunjung hilang, bisa jadi penyebabnya adalah masalah kesehatan yang lebih serius. Apalagi jika kita juga mengalami gangguan penglihatan, gangguan keseimbangan, hingga menurunnya kesadaran.